Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 di Gandaria 8, Jakarta Selatan, Sahabat Anak mengikuti runner briefing Bromo Marathon 2016 dari Indokasih. Selain Sahabat Anak, datang juga beberapa perwakilan dari 3 organisasi lainnya: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia. Inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan para pelari penggalang dana dengan yayasan/organisasi yang diwakilinya di Bromo Marathon pada 4 September 2016 nanti, agar mereka makin menghayati penggalangan dana ini.

IMG_1594[1]

Indokasih sudah 2 tahun menjalankan digital charity/fundraising. Dalam hal ini Indokasih tidak mengadakan acara penggalangan dananya sendiri secara konvensional, namun bergabung dengan acara yang digelar pihak lain. Tahun 2016 sendiri merupakan awal keterlibatan resmi Indokasih di Bromo Marathon yang berkolaborasi dengan penyelenggara acaranya, sedangkan di tahun-tahun  sebelumnya mereka terlibat di acara race seperti Bali dan Jakarta Marathon, serta NusantaRun. Caranya adalah para pelari, melalui website Indokasih, mengumumkan target pengumpulan dana dan race yang diikutinya. Jumlah dana yang terkumpul bisa terus dipantau secara online di website. Intinya, mereka yang capek berlari, persiapan berbulan-bulan, mengurus dan membiayai sendiri transpor serta akomodasi mereka, kita hanya tinggal klik untuk menyumbang.🙂

Previous Run.png

Mengapa sekarang 4 yayasan ini yang dirangkul dalam fundraising? Alasan utamanya karena keempat yayasan ini bergerak di bidang pendidikan.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa merupakan yayasan pendidikan gratis di Bintaro bagi anak-anak putus sekolah dengan program kakak asuh. Para runner yang menggalang dana bagi YPAB ingin agar anak-anak lulusan Kelas Kesetaraan Kejar Paket C bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
  • Care4Kids Indonesia menjalankan School Development Program yang mendampingi pemulihan sekolah di Jakarta, berfokus pada kualitas guru, manajemen dan infrastruktur/fasilitas sekolah. Para runner yang mewakili mereka akan berusaha membantu sekolah Teruna Persada yang sebagian besar siswanya berprestasi tinggi di bidang olahraga, namun kurang dalam pendidikan.
  • Wahana Visi Indonesia melalui para runner-nya berusaha menggalang dana untuk membangun PAUD di desa Samalantan, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, tentunya sesuai dengan program kami tahun ini, Gizi Untuk Prestasi, akan menggunakan dana yang terkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi anak. Langsung setelah Bromo Marathon, para volunter/runner akan bergabung di acara roadshow SA di Malang untuk membagikan paket kotak makan dan bekal minum bagi anak dan acara-acara lainnya yang melibatkan orang tua.

Berikut link pelari untuk Sahabat Anak, silahkan di-cek dan sebarkan profil mereka:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

Untuk list lengkapnya silahkan cek di sini.

Apakah di antara Sahabat atau kenalannya ada yang ikut Bromo Marathon tahun ini? Atau mungkin Sahabat adalah salah satu runner yang mewakili Sahabat Anak? Jangan lupa komen di bawah ya, dan sampai jumpa di Bromo Marathon!🙂

from Dora

 

71 Tahun Indonesia Merdeka, Mari Berbagi

Hai, Sahabat. Kembali kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun ini. Tanpa terasa, setahun sudah berlalu sejak blog entry terakhir kami mengenai kemerdekaan – 70 Tahun (Anak) Indonesia Merdeka?, yang mengangkat pertanyaan retorik apakah dalam kemerdekaan ke-70 RI, anak-anak Indonesia juga sudah turut mengecap kemerdekaan mereka.

Pertanyaan tahun lalu masih bisa kita tanyakan juga di tahun ini. 71 tahun Indonesia merdeka, apakah anak Indonesia sudah merdeka dari penelantaran dan kekerasan? Hampir separuh anak usia 7 – 17 tahun putus sekolah. Masih ada anak-anak usia 10 – 17 tahun yang bekerja (child labour). Angka kematian bayi dan balita masih jauh dari target MDG (Millenium Development Goals) – yakni 34 kematian bayi dan 44 kematian balita per 1.000 kelahiran. Belum lagi anak korban trafficking, malnutrisi, tidak memiliki identitas (akta lahir), dan data-data memilukan lainnya.

Ada satu kalimat yang mengatakan bahwa butuh warga sekampung untuk membesarkan seorang anak. Sangat bisa diterima jika status kalimat itu dinaikkan, menjadi “Butuh satu bangsa untuk membesarkan anak-anak.” Dalam usaha kami sebagai bagian dari bangsa, Sahabat Anak tahun ini mengerjakannya dengan program “Gizi Untuk Prestasi”. Kegiatan program ini tidak bisa berjalan baik tanpa peran serta berbagai komunitas dan unsur masyarakat serta keluarga.

Beberapa hal yang telah dijalankan tahun ini adalah Roadshow keliling Jawa dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, bekerja sama dengan Fitbar Donor Kalori. Setelah Fitbar, saat ini kami sedang bekerja sama dengan Berbagi.com dan Indokasih untuk terus menggencarkan Program Gizi tahun ini.

Kami berusaha menyatakan kemerdekaan ini dengan berbagi, mengerjakan apa yang kami bisa dengan apa yang kami punya. Maukah Sahabat melakukan hal yang sama?🙂

Dirgahayu Indonesia, dirgahayukan juga anak-anak kita!

KAMI JUARA: Kasih, Mimpi, Perjuangan Meraih Asa

 

page.jpg

Bertempat di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 24 Juli 2016,  acara KAMI JUARA dibuka dengan sambutan dan perkenalan tentang Sahabat Anak Grogololeh koordinatornya, Kak Yonathan dengan moto mereka: “SA Grogol, Melayani dengan Hati. Yes!” SA Grogol dirintis tahun 2002 dengan tempat belajar di bawah kolong jembatan Grogol dan sekarang telah berkembang menjadi Rumah Karya (ruko empat lantai). Sejalan dengan motonya, SA Grogol juga membantu pemberdayaan orang tua adik-adik binaan melalui produksi kerajinan tangan ‘Bumbu Kari’ (Bersama Membangun Ibu Karya Mandiri) dengan sistem bagi hasil.

Persembahan pertama dari 3 adik yang menari Jaipong dengan iringan lagu barat dimix unsur tradisional. Kreatif. Setelah itu sekelompok adik putri mempersembahkan Tari Saman yang menuntut kerjasama level tinggi. Sebagai penutup, adik-adik menari hip-hop yang sukses membuat gedung pertunjukan riuh dengan gerakan b-boy mereka, dilatari lagu-lagu dari era 90-an hingga masa kini. Tiga persembahan tarian disambut meriah oleh penonton, termasuk orang tua mereka yang kebetulan duduk di barisan depan saya. Beberapa kali terdengar lontaran pujian terhadap anak-anak yang tidak mereka nyana bisa tampil maksimal.

Berikutnya, pertunjukan utama Drama Musikal KAMI JUARA dimulai. Dibuka dengan adegan tiga pemuda, yakni Ayu, Ali, dan Nur sedang reunidi sebuah restoran. Adegan berikutnya, penonton dibawaflashback ke sebuah lokasi lampu merah tempat sekelompok anak-anak jalanan beraktivitas (ngamen, menjajakan tisu, menjual koran). Para pemeran tiba-tiba melakukan tarian flashmob dengan teramat lincah. Seorang penonton yang saya duga adik binaan SA Grogol berteriak sambil menunjukkan jari ke arah panggung, “Itu Kak Ali!” Ibunya pun harus menenangkan si adik ini dengan senyuman.

Para tokoh utama drama ini adalah Nur, anak lelaki berkepala plontos yangcuek dan periang, yang sudah tiga hari berkeliaran di jalanan dan dicari-cari ibunya. Ada Ayu, perempuan satu-satunya yang bawel serta bercita-cita menjadi pramugari. Tokoh ketiga bernama Ali, yang paling dewasa dari ketiganya, si pemikir sekaligus pencemas. Dibalik canda dan lelucon mereka, penonton diajak merasakan kerasnya kehidupan jalanan yang membuat kanak marjinal terpaksa melupakan mimpi mereka demi kebutuhan. Berbagai konflik mereka alami, mulai dari trauma masa lalu, perselisihan dengan sesama anak jalanan, hingga hambatan dengan penegak hukum. Berbagai masalah ini membuat mereka terpuruk, namun akhirnya pada suatu titik menjadi sebuah kesempatan yang menghadapkan mereka pada sebuah pilihan hidup: tetap di jalanan atau keluar mengejar mimpi mereka.

Drama musikal KAMI JUARA terinspirasi dari kisah nyata perjalanan SA Grogol yang diceritakan dari sudut pandang adik-adik binaan. Pertunjukan ini ditutup dengan lagu Laskar Pelangi yang disambut dengan tepuk tangan dan sambutan meriah penonton. Sungguh tak disangka adik-adik binaan SA Grogol bisa memberikan kualitas pertunjukan setingkat ini, sekaligus pembuktian bahwa mereka bisa berkarya dan bermakna asal diberi kesempatan.

Selama 6 bulan, adik-adik dibimbing dengan profesional penuh kedisiplinan oleh Kak Ivan sang sutradara, yang dibantukakak-kakak dari Teater Sentra Untar dan Sanggar Tari Badhaya Nusantara. Mereka dilatih agar dapat mengeluarkan potensinya masing-masing. Di dalam pertunjukan untuk penggalangan dana Rumah Karya SA Grogol ini, diselipkan berbagai unsur seni seperti nyanyian, tarian, puppet show, musikalisasi puisi, danbacklight dance.KAMI JUARA juga menghadirkan seorang bintang tamu cilik bersuara merdu, yakni Kafin dari Di Atas Rata-rata angkatan ke-2. Kafin yang piawai dalam bermusik jazz serta olah vokal berpesan kepada adik-adik binaan SA Grogol agar rajin belajar, raihlah cita-cita setinggi-tingginya, dan pantang menyerah.

Panitia KAMI JUARA dan Pengurus SA Grogol di akhir acara menyampaikan terima kasih kepada semua sahabat yang telah mendukung. Mulai dari sponsor hingga semua penonton yang telah membeli tiket dan hadir, meski hujan lebat sempat turun di sore itu.Seminggu sebelum hari H, seluruh tiket sold out. Selain kehadiran, yang terutama adalah dukungan dan memberikan kesempatan kepada adik-adik binaan SA Grogol mempersembahkan talenta mereka. Mereka benar-benar juara!

“Rumah Panggung Sehat di dalam Tumpukan Sampah”

_MG_4973

Berawal dari sebuah gerbang besi tua yang terbuka, anda akan bertemu dengan tumpukkan harta karun yang telah dikumpulkan oleh para pengumpul sampah kering dari daerah Pekayon, Jati Asih, dan sekitarnya. Meski biasanya bau tak sedap dan tata letak yang berantakan biasanya identik dengan tempat seperti ini, tetapi ini berbeda. Yang ini cukup bersahabat dengan hidung dan juga mata, tapi dimana kakak-kakak dan adik-adik itu berada? katanya mereka sudah tiba disini.

Tiba-tiba ada suara dari arah atas yang memanggil; “Kak… disini..” tak jauh dari gerbang masuk, tersembunyi oleh tumpukan-tumpukan karung, tampaklah sebuah tangga menuju ‘rumah’ panggung berukuran sekitar 3x5m yang kira-kira terbuat dari bambu dan triplek. Meja-meja belajar lipat dan peralatan yang digunakan untuk aktivitas di tempat ini pun tersusun dengn rapi dan bersih. Kejutan tak berhenti disitu, ternyata adik-adik sudah duduk manis menunggu kegiatan hari itu berlangsung, bahkan sebagian sudah datang satu jam sebelum acara dimulai. “Ini persis seperti di kampung”, kata Kak Cerdik yang asli dari Sumatera Utara. Bagaimana tidak, udara sore yang sejuk dan pemandangan pohon-pohon pisang dari pekarangan sebelah membuat suasananya menjadi sangat nyaman. Pantas saja adik-adik Jati Asih semangat datang ke tempat yang baru beberapa bulan selesai dibangun ini.

‘Krrkk….’ seperti bunyi sesuatu yang mau rubuh, “awas kak hati-hati geraknya nanti rubuh”, komen kakak dari Jati Asih yang disambut tawa oleh hampir semua yang ada disitu. Meski kami harus berhati-hati melangkah dan tidak bisa melompat-lompat saat bermain dan bernyanyi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat 35 orang adik, 15 orang tua, dan 17 kakak volunteer. Saat diminta untuk menyebutkan tentang makanan sehat dan menyusun menu sehat dengan kartu bergambar, terkesan bahwa jenis-jenis bahan pangan dan juga menu makanan yang mereka kenal cenderung kurang variatif atau itu-itu saja. Namun, melihat adik-adik dan juga para ibu yang semangat dan tertawa saat diskusi kelompok bersama kakak-kakak pendamping merupakan hal yang sangat berkesan.

Materi tentang prinsip makanan sehat 4B “Bergizi, Berimbang, Beragam, dan Bersih” kali ini dibawakan oleh Kak Imelda, yang sehari-hari bekerja sebagai pengawas kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta dan Kak Ayu yang merupakan lulusan dari Fakultas Ilmu Gizi IPB. Ibu-ibu yang hadir menceritakan bahwa sebagian anak-anak mereka susah makan karena menu makanan yang mereka sediakan terbatas. Para ibu terbantu dengan pengetahuan yang baru bahwa banyak sekali ragam bahan makanan yang kaya akan unsur gizi dan cukup mudah didapatkan sehari-hari. Topik tentang bahaya jajan sembarangan juga mendapat respon dari adik-adik dan orang tua, terutama saat dijelaskan tentang bahaya jajanan yang mengandung pewarna berbahaya. Ternyata, minimnya pengetahuan tentang makanan sehat dan ragam bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi bagi anak dan keluarga memang menjadi salah satu penyebab dari tidak terpenuhinya hak-hak anak untuk mendapatkan makanan yang sehat.

Salut dengan para ibu di Jati Asih yang ditengah keterbatasannya, selama ini tetap berusaha sebisa mungkin memenuhi kebutuhan anak-anak mereka untuk mendapatkan makanan.Semoga seterusnya tidak hanya sekedar makanan tetapi juga makanan yang mengandung 4B. Bergizi, Berimbang, Beragam, Bersih.

Kegiatanpun diakhiri dengan membagikan paket makanan sehat untuk buka puasa dukungan dari PT. Kalbe Nutritionals dan juga goody bag kotak makan dan botol minum untuk adik-adik.

Terima kasih kami ucapkan kepada PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) yang sudah mensponsori pemberian paket makanan bergizi, masyarakat yang telah mendukung program ini, dan kakak-kakak volunter yang selalu memberikan dukungan untuk Road Show Kampanye Hari Sahabat Anak: Gizi Untuk Prestasi 2016.

“Celoteh Ibu Penjual Kue Pisang”

 

 

WhatsApp-Image-20160612 (1)

 

Pada hari minggu lalu tanggal 12 Juni 2016, Sahabat Anak mengunjungi kota Bogor, masih dengan tujuan yang sama yaitu kampanye Hari Sahabat Anak: Gizi untuk Prestasi. Pada road show kedelapan ini, Sahabat Anak mendatangi komunitas Terminal Hujan untuk berbagi informasi tentang makanan bergizi dengan kakak-kakak, adik-adik dan ibu-ibu setempat melalui slogan 4B (Bergizi, Berimbang, Beragam dan Bersih).

Suasana hujan menyambut sejak dimulainya acara hingga berakhirnya, tak terasa air hujan merembes ke dalam tenda yang dipasang namun hal ini tidak mengurangi antusiasme adik-adik dan ibu-ibu dalam mengikuti acara. Di tengah hujan deras, adik-adik dan ibu-ibu menyanyikan dan memperagakan gerakan 4B.  Terdapat kurang lebih 30 kakak pendamping, 130 adik-adik yang terdiri dari beragam umur mulai dari usia pra sekolah sampai dengan SMP kelas 2 dan 30 ibu-ibu yang sebagian datang dengan menggendong bayinya. Setelah sesi pembukaan, maka sesi materi dipisah antara adik-adik dan ibu-ibu, adik-adik tetap menempati tenda dan ibu-ibu menuju Posta ndut,  yang terkenal tak jauh dari area tenda.

Pada saat penyampaian materi di sesi Anak, adik-adik duduk menyimak dalam kelompok-kelompok kecil bersama kakak pendamping. Kakak-kakak memfasilitasi adik-adik untuk melakukan aktivitas dan diskusi kelompok. Adik-adik diminta untuk memilih menu sehat satu kali makan dari aneka gambar makanan yang diberikan. Tampak antusiasme adik-adik untuk maju ke depan  mempresentasikan menu sehat yang dibuat oleh kelompoknya. Dari adik-adik usia prasekolah sampai yang terbesar mengangkat tangan untuk maju  ke depan,  menyebutkan kandungan vitamin, lemak, serat, karbohidrat dalam menu yang mereka pilih. Sayangnya waktu membatasi sehingga tidak semua kelompok bisa presentasi ke depan.

Penyampaian materi 4B dilakukan oleh Kak Ezy dan Kak Ayu alumni dari Jurusan Gizi, Institut Pertanian Bogor. Seperti biasa, sesi dilanjutkan dengan bermain ular tangga, di tengah gemuruh hujan yang semakin deras dan arena yang sudah dipenuhi air adik-adik bermain ular tangga dan menyemangati temannya yang sedang maju bermain.

Di sesi Ortu,  materi disampaikan oleh Kak Andra dan Kak Babang yang juga alumni Jurusan Gizi IPB. Ibu-ibu menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan sehingga sesi berlangsung interaktif dengan tanya jawab seputar makanan bergizi. Dari sesi diskusi ditemukan, salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah kesulitan untuk mengontrol jajanan anak di luar rumah, juga membuat jajanan sehat yang menarik agar anak tidak selalu jajan di luar. Di akhir sesi ibu-ibu telah memiliki pengetahuan mengenai 4B: Bergizi, Berimbang, Beragam, dan Bersih. Salah satu peserta yang berprofesi sebagai penjual “kue pais” atau biasa dikenal sebagai kue pisang menjelaskan bahwa jajanan yang dijualnya termasuk jajanan sehat karena memenuhi unsur 4B yaitu bersih,  karena daun pisang dibersihkan dulu sebelum dipakai dan bersedia,  karena mengandung karbohidrat dari tepung, vitamin dari buah pisang dan lemak dari santan. Penjelasan dari beliau yang lugas mengundang tepuk tangan dari semua peserta yang hadir.

Pada akhir acara semua peserta kembali ke tenda, acara dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun komunitas Terminal Hujan yang kebetulan berulang tahun pada hari itu. Acara ditutup dengan pembagian paket nasi kotak dengan prinsip 4B bagi semua peserta. Khusus adik-adik,  kami membagikan satu set kotak makanan dan minuman.

Terima kasih kami ucapkan pada PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) yang sudah mensponsori pemberian paket makanan bergizi, masyarakat yang telah mendukung program ini, dan kakak-kakak volunter yang telah memberikan dukungan hingga Road Show Hari Sahabat Anak: Gizi Untuk Prestasi dapat berjalan sampai dengan hari ini.

Gizi, Gembira, Gambir

                               000000.jpg
“Perut kenyang, hati senang”. Kita tentunya sudah sering dengar ekspresi ini,  bukan hanya mendengar, tapi merasakan sendiri, ketika di kantor contohnya, menjelang makan siang rasanya perut sudah keroncongan,  atau menjelang jam 3 sore di mana semua orang mulai cari cemilan. Kalau kita yang dewasa saja bergantung dengan apa yang kita makan, apalagi adik-adik kita yang masih dalam masa pertumbuhan??
Di roadshow ketujuh dari kampaye Hari Sahabat Anak: Gizi untuk Prestasi yang diadakan di Gambir pada hari Minggu kemarin bersama dengan adik-adik dan ibu-ibu, kami mengupas tentang makanan sehat. Seperti biasa, slogan kami adalah 4B: Bergizi, Berimbang, Beragam dan Bersih. Slogan ini kami ulang-ulang berikut dengan tepuk dan gerakannya serta dengan nyanyiannya,  karena dengan begitu adik-adik lebih gampang mengingat dan tertarik untuk ikut serta.
Permainan pada setiap roadshow untuk adik-adik adalah bermain ular tangga raksasa, lengkap dengan dadu raksasanya. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memiliki perwakilannya untuk menjadi pion yang bergerak maju atau mundur di dalam papan ular tangga. Mereka ditantang dengan berbagai macam pertanyaan dan tantangan seperti seluruh kelompok yang harus menyanyikan lagu 4B, scot jump beramai-ramai supaya bergerak, menyebutkan sumber-sumber protein, memberi contoh jajanan sehat dan sebagainya. Dengan media permainan, adik-adik pun menjadi semangat dan dapat mengerti materi yang disampaikan dengan lebih mudah. Terdapat 60 anak dari Gambir dan Pejambon menghadiri acara ini.
Di sesi Ibu-ibu, acara berlangsung tidak kalah meriah. Kita tau bahwa peran ibu dalam keluarga sangat penting, karena merekalah yang mengontrol makanan di keluarga dan juga mengedukasi anak-anaknya agar tidak jajan sembarangan. Materi yang disampaikan, ternyata perlu lebih dari sekedar “perut kenyang” loh untuk membuat “hati senang”. Selain kenyang, tentunya asupan adik-adik harus bergizi, yaitu memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat, yang cukup dan seimbang, supaya anak-anak tidak bosan, menunya pun harus beragam.
Ibu Suratinah, salah seorang ibu di Gambir yang mengikuti acaranya, bercerita bahwa karena para ibu-ibu disana sering bekerja, mereka memilih cari yang paling cepat saja, yaitu memberi uang jajan atau membeli makanan di warung. Beliau senang karena di acara kemarin Ibu-ibu jadi diingatkan bahwa memasak itu juga bisa cepat dan tidak perlu mahal. Dan kalaupun memberi uang jajan, anak-anak harus diingatkan untuk membeli jajanan yang baik.
Pada akhir acara, kami membagikan paket makanan sehat berupa nasi, nugget tahu, dan sayur serta buah pisang bagi semua peserta dan volunteer.
Kami mengucapkan terima kasih khusus kami kepada PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) atas dukungannya dalam pemberian makanan sehat. Terimakasih juga kami ucapkan kepada Kak Miranti dan kawan-kawannya atas pemberian satu set kotak makan dan minum bagi setiap adik yang datang pada hari itu. Terima kasih untuk semua sponsor dan donatur, serta kakak-kakak volunteer yang selalu bersemangat memandu jalannya acara.
Pekan ini adik-adik Gambir menjalankan Ujian Nasional, mari kita doakan agar adik-adik dapat mengerjakan ujiannya dengan baik, dapat naik ke jenjang berikutnya dan menggapai impian-impiannya. Mari kita dukung terus mereka untuk mendapatkan hak atas makanan sehat, yang membantu mereka untuk terus menjadi anak Indonesia yang berprestasi!!!

Kisah Sepotong Puding

page11

“Ini apa sih, Kak?”

“Itu namanya puding, silky pudding. Coba deh!”

“Iya enak. Itu tadi Mama makan juga!”

Percakapan singkat itu terjadi di akhir sesi roadshow setelah peserta dibagikan goodie bag dan hendak berjalan ke dekat lahan kosong yang dikelilingi oleh puing bangunan untuk berfoto bersama. Hari itu, Minggu (22 Mei 2016) adalah roadshow ketujuh dari rangkaian kegiatan kampanye Hari Sahabat Anak 2016 dengan tema “Gizi Untuk Prestasi”. Kali ini giliran 80 adik, 56 orangtua, 30 volunter yang bermain dan belajar bersama tentang pemenuhan hak anak lewat makanan sehat. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam lebih dilakukan dalam dua bentuk kegiatan di tempat terpisah tetapi masih di area pemukiman warga binaan SA (Sahabat Anak) Cijantung.

Di sesi orang tua, Kak Dhilla memimpin jalannya kegiatan dengan penuh semangat sehingga peserta pun tampak antusias dan berani untuk mengemukakan pendapat kelompoknya dan cukup terbuka. Setelah materi tentang 4B (Bergizi, Berimbang, Beragam, Bersih) disampaikan oleh Kak Ezria dan Kak Ayu, peserta masuk ke dalam kelompok dan sharing tentang seperti apa pola konsumsi makan di keluarga sehari-hari yang dipandu oleh masing-masing kakak fasilitator. Secara umum, orang tua tahu perlunya memberikan makanan yang sehat kepada anak-anaknya, hanya saja, perilaku jajan sembarangan dan sikap memilih-milih makanan menjadi isu yang banyak ditemui dan sulit diatasi oleh para orangtua di area ini.  Ketika sesi demo masak berlangsungpun, ibu-ibu tampak bersemangat dan tak sedikit yang menggoda sang koki, yaitu Kak Andra sehingga suasana pun sangat cair sore itu.

Sementara di tempat yang berbeda, Kak Sammy memandu sesi adik-adik dengan gaya khasnya yang enerjik dan juga ceria. “Makanan sehat itu nasi, sayur… oncom, orak-arik tempe…” kata peserta ketika diminta menjelaskan apa yang mereka tahu tentang makanan sehat. Saat Kak Imelda dan Kak Dian yang menjadi pemateri hari itu bertanya tentang cita-cita dari para adik, tampak jelas bahwa setiap adik memiliki cita-cita untuk menjalani pofesi tertentu ketika dewasa nanti. Oleh karena itu, penting sekali bagi mereka mendapatkan asupan yang sehat dan bergizi agar dapat bertumbuh optimal dan mencapai cita-cita yang diinginkan.

Hal menarik dari roadshow kali ini yaitu keterlibatan dari beberapa volunter yang baru pertama kali terlibat di Sahabat Anak, mereka adalah Kak Miranti dan tim yang tak sekedar memberikan donasi, tapi juga terlibat langsung menjadi kakak pendamping selama dua jam lebih sore itu. Berikut adalah cerita dari Kak Miranti:

“Kami adalah sekumpulan orang yang saling berteman baik dan dulunya bekerja di satu perusahaan yang sama, tetapi sekarang sudah menjalani kehidupan masing-masing. Kenapa kami mau terlibat dalam kampanye ini? Awalnya pengen ngadain acara di rumah singgah. Kami list deh rumah-rumah singgah yang ada di Jakarta dan pelajari profilnya. Kami punya kriteria untuk cari rumah singgah yang programnya jelas dan well managed juga. Setelah pelajari profil-profil yang ada, akhirnya kami pilihlah Sahabat Anak. Tadinya kami mau bikin acara sendiri dengan tema yang dekat dengan anak-anak jalanan dan mau undang ahli kesehatan sendiri juga di salah satu area lokal Sahabat Anak. Tetapi waktu lihat programnya Sahabat Anak, ternyata Sahabat Anak juga sedang kampanye tentang ‘Gizi untuk Prestasi’. Karena gizi itu juga bagian dari kesehatan, jadi kami putuskan untuk dukung kampanye kalian. Awalnya tetap mau buat sendiri kegiatannya tapi waktu ngobrol dengan Kak Aty (Humas Sahabat Anak), ternyata konsep kami pas banget sama persis dengan yang temen-teman Sahabat Anak sedang kerjakan. Akhirnya ya udah deh kami putuskan untuk dukung kegiatan kalian dengan memberikan donasi. Apa yang bisa kita bantu ya kami putuskan untuk bantu kayak menyediakan kotak makan dan minum, lalu packing-in. Kalau masalah dana, akhirnya mengajak juga teman-teman di sekitar dan bos-bos di kantor yang mudah untuk didekati. Akhirnya kita bikin proposal, flier, dan sebarin lalu di-follow up ke teman-teman juga ke bos-bos di kantor yang punya interest tentang hal ini.  Ini pengalaman pertama buat kami. Waktu nyebarin proposal ya ada aja yang nolak, ada juga yang kritik karena bahasanya kurang naratiflah karena ya keterbatasan kami yang sibuk kerja jadi proposalnya sederhana banget, hehehe…. dan akhirnya bersyukur banget karena apa yang didapat lebih dari apa yang ditargetin sehingga akhirnya terkumpullah dana tersebut,” ungkapnya.

Begitulah. Senang rasanya kalau kegiatan ini bisa turut melibatkan masyarakat luas untuk sama-sama memperjuangkan pemenuhan hak anak Indonesia, khususnya untuk mendapatkan gizi yang baik. Sesibuk apapun kegiatan kita, ternyata memang selalu ada bagian yang dapat kita lakukan untuk adik-adik dan keluarga mereka yang termarjinalkan. Sampai jumpa di roadshow ‘Gizi untuk Prestasi’ berikutnya di Sahabat Anak Gambir, Minggu (29 Mei 2016) pukul 14.00 – 16.00 WIB!! J J

Kami mengucapkan terimakasih  khusus untuk sahabat pendukung terbesar kami, yaitu PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) atas pemberian paket makanan bergizi dan kepada sahabat donatur, yaitu Kak Miranti bersama teman-temannya serta masyarakat atas penyediaan paket tempat makan dan botol minum untuk adik-adik Sahabat Anak Cijantung di sore hari itu.

 

 

Kampanye Gizi untuk Prestasi Bersama PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar)

sa

Sungguh luar biasa bahwa rangkaian kampanye Gizi untuk Prestasi yang Sahabat Anak lakukan tahun ini didukung oleh banyak pihak. Sahabat Pendukung terbesar kami adalah PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar), yang melalui program “Fitbar Donor Kalori” -nya telah menyumbangkan uang sebesar Rp. 500.000.000 kepada Yayasan Sahabat Anak. Program tersebut diikuti oleh lebih dari 11.000 orang yang telah meng-upload donasi kalori terbakarnya hingga menembus angka 10 juta kalori dalam waktu 2 bulan.

Program “Fitbar Donor Kalori” ini sangat kreatif dan tepat sasaran. Ide “Fitbar Donor Kalori” berasal dari kondisi beban ganda malnutrisi (double burden) yang dialami di Indonesia. Di satu sisi terdapat anak-anak yang menderita malnutrisi akibat kemiskinan atau kurangnya pemahaman orangtua akan standar kecukupan gizi anak namun disisi yang lain, terjadi peningkatan jumlah orang dewasa yang mengalami kegemukan akibat kelebihan kalori. Melalui program “Fitbar Donor Kalori”, PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) menyemangati orang-orang untuk beraktifitas lebih dan sekaligus mendukung kampanye HSA 2016: Gizi untuk Prestasi. Penyerahan donasi secara simbolis oleh  PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) kepada Yayasan Sahabat Anak dilakukan di Roadshow HSA “Gizi Untuk Prestasi” keenam yang diadakan di Museum Bank Mandiri, Kota Tua pada hari sabtu, 14 Mei 2016 kemarin.

Acara ini dihadiri sekitar 100 anak marjinal dan 66 orangtua adik dari Sahabat Anak Kota tua dan mitra Sahabat Anak, yaitu Yayasan HORE Indonesia (House of Reading and Education) yang sangat antusias mengikuti permainan-permainan dan penyuluhan tentang asupan makanan yang 4B, yaitu Bergizi, Berimbang, Beragam dan Bersih. Sesi anak berlangsung dengan meriah dan mereka dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan umurnya untuk dapat berdikusi lebih lanjut tentang makanan sehat. Sedangkan sesi para ibu pun menyimak dengan serius dan dengan semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang jajanan dan pola hidup yang sehat.

Baik di sesi anak maupun orangtua, kami mengingatkan akan baiknya membawa bekal dari rumah, dikarenakan selain dapat mengurangi pengeluaran, para ibupun dapat memastikan bahwa keluarganya mendapat gizi yang baik dan makanan yang bersih. Kalau pun anak-anak pergi jajan, disarankan membeli di kantin sekolah, dan tidak memakan jajanan dengan warna-warna yang terlalu mencolok dan berzat pengawet.

Pada akhir acara semua peserta mendapatkan snack Fitbar dan anak-anak juga mendapat sepaket tempat makan dan botol minum agar mereka rajin membawa bekal ke sekolah. Semoga asupan makanan yang 4B dapat mendukung anak-anak kita untuk terus sehat, cerdas, dan tentunya berprestasi di segala bidang.

Kami mengucapkan terimakasih  khusus untuk sahabat pendukung terbesar kami, yaitu PT. Kalbe Nutritionals (Fitbar) atas kerjasamanya melalui program “Fitbar Donor Kalori”,  pemberian paket makanan bergizi dan donasi satu set paket tempat makan dan botol minum untuk adik-adik di hari itu.

Terima kasih juga untuk Kak Nazhif Gifari dan Kak Ayu sebagai ahli gizi yang sudah turut berbagi ilmu dengan adik-adik dan orangtua dan terima kasih juga kepada 20 kakak volunteer baik dari Sahabat Anak Kota Tua dan Yayasan HORE Indonesia, maupun teman-teman volunteer yang baru pertama kali bergabung dalam roadshow ini.

Semoga bersama kita dapat terus membangun generasi bangsa yang berprestasi!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 251,599 other followers

%d bloggers like this: