Bromo Marathon Runner Profile: Saskia Panggabean (Icha)

20160904_065321_resized.jpgHai Sahabat, dalam beberapa seri ke depan kami akan berbagi tentang profil para pelari yang sudah berkontribusi dalam acara Bromo Marathon tanggal 4 September lalu. Semoga melalui serial ini Sahabat dapat mengenal keanekaragaman para pelari ini dan kesan-kesan mereka dalam event ini.

Saskia Rosita Indasari, yang biasa dipanggil Icha, sehari-harinya berprofesi  sebagai psikolog. Ini pertama kalinya Icha mengikuti event lari, apalagi yang sifatnya charity run. Untuk charity run perdananya, Icha memilih lari untuk Sahabat Anak (SA) karena dia sudah mengenal apa yang diperjuangkan SA selama ini dan ingin ikut ambil bagian di dalamnya.

Kampanye Gizi Untuk Prestasi yang sedang digaungkan ini penting sekali menurutnya, karena tidak sekedar berbicara tentang pemenuhan gizi anak-anak namun juga memperjuangkan kesamaan hak anak di berbagai daerah di Indonesia untuk turut mendapatkan makanan yang sehat agar setiap anak baik di kota maupun desa mendapat asupan gizi yang baik dan bisa berprestasi sesuai tempatnya masing-masing.

Karena ini acara lari pertama yang dia ikuti, tentunya Bromo Marathon ini sangat berkesan bagi Icha. Targetnya mengumpulkan dana sebanyak Rp 5 juta memang belum tercapai, tapi target larinya sendiri sudah melebihi perkiraannya semula. Awalnya dia tidak berharap dapat mencapai finish, dan kalaupun iya, paling lebih dari 5 jam. Namun diluar perkiraannya, dia berhasil sampai dengan selamat dalam tempo waktu 5 jam (lebih 8 menit) J.

Melalui charity run ini , Icha dapat memperkenalkan SA, walaupun menurutnya dia masih kurang persuasif mengajak orang-orang untuk berdonasi secara personal. Icha tertarik untuk berpartisipasi dalam acara pengumpulan dana SA berikutnya.

Dukungan untuk Icha masih bisa dilakukan via Indokasih.com sampai dengan 30 September 2016, silakan klik link berikut untuk berdonasi:
 http://indokasih.com/campaign/gizi-untuk-prestasi-5

Happy International Day of Peace

international-day-of-peace

Roadshow ‘Gizi utk Prestasi’ di area Jawa Timur – Episode 2: “Liburan Bergizi dan Berprestasi”

Liburan sekaligus berkegiatan sosial? Kenapa tidak! Beberapa hari yang lalu saya diajak oleh kakak-kakak Sahabat Anak (SA) untuk turut membantu kegiatan kampanye ‘Gizi untuk Prestasi’ di Desa Kemantren – Jabung, Malang.

Walaupun saya masih belum paham betul apa saja yang akan dilakukan di sana dan belum memiliki banyak pengalaman di bidang ini, tapi dengan modal nekat dan niat membantu, akhirnya saya pun mengiyakan ajakan kedua teman saya (Icha dan Hanna). Antusias, senang, cemas, dan khawatir menjadi satu. Saya khawatir akan ada banyak kesulitan dalam menyampaikan materi (padahal yang jadi pembicara itu Icha sih… hehe), salah satunya adalah perbedaan bahasa dan budaya.

Tapi rasa khawatir itu lenyap melihat antusiasme anak-anak dan warga sekitar serta kakak-kakak dari komunitas Gubuk Baca Lentera Nusantara (GBLN) yang sangat membantu kami. Satu hal yang saya sadari semenjak mengikuti kegiatan kemarin bahwa anak-anak itu di mana saja sama, yaitu senang jika diberi perhatian, senang menerima informasi baru yang dikemas dengan metode interaktif dan menarik (gambar, video, dan menyanyi), dan tentu saja senang melakukan kegiatan bersama. Saya berharap anak-anak dapat mengkonsumsi makanan 4B (bergizi, berimbang, beragam, dan bersih) yang tentunya perlu didukung oleh orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, semoga kampanye ‘Gizi untuk Prestasi’ yang digagas Sahabat Anak ini juga dapat menjangkau daerah-daerah lainnya sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berprestasi sesuai bidangnya masing-masing.

20160905_190510_HDR (1).jpg

Yup, itu adalah cerita dari Kak Anna, volunter yang baru pertama kali terjun langsung melakukan roadshow ke masyarakat. Usai melakukan campaign di Gang Tatto, Mas Iroel, penggagas komunitas GBLN mengajak kami untuk berbagi cerita tentang 4B dan bermain bersama adik-adik binaan GBLN di sekitar rumahnya. Masih di wilayah Desa Kemantren, anak-anak usia SD mulai berdatangan ke dalam rumah Mas Iroel yang biasa dijadikan basecamp oleh para volunter GBLN yang mayoritas masih berstatus mahasiswa.

Sore itu tepatnya tanggal 5 September 2016, kakak-kakak dari Sahabat Anak datang berkunjung ke samun (basecamp), bermain dan belajar bersama 16 adik tentang 4B (bergizi, berimbang, beragam, bersih) dan juga mengenai 7 langkah mencuci tangan. Awalnya adik-adik sedikit malu, tetapi setelah diajak bernyanyi dan menari suasana menjadi lebih menyenangkan. Semua bersemangat, tidak hanya adik-adik tetapi juga kakak-kakak yang hadir saat itu. Oh iyo, Tepuk 4B berkesan buat adik-adik karena sehari setelah itu ada salah seorang adik yang masih suka bertepuk 4B, walau masih malu-malu.

Terima kasih untuk kunjungan, ilmu, dan waktu yang sudah diluangkan untuk adik-adik. Semoga dapat berjumpa lagi!

                                                                                                            ~Kak Aghita/Gitun, volunter GBLN

Terima kasih kakak-kakak GBLN, khususnya Mas Iroel yang sudah berbagi cerita dan menginspirasi kami untuk terus berani memperjuangkan nilai-nilai yang baik di masyarakat. Kak Andi yang sudah bantu mempersiapkan kelengkapan roadshow di 2 lokasi di Jatim, termasuk menyiapkan paket goodie-bag yang tepat untuk adik-adik. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah terus mendukung gerakan ini, kepada kakak-kakak volunter SA dan tentunya Fitbar Donor Kalori atas dukungannya. Ayo dukung terus agar semakin banyak anak-anak Indonesia khususnya di daerah-daerah pedesaan dan terpencil yang terbantu haknya untuk mendapatkan makanan yang bergizi, beragam, berimbang, bersih. Salam 4B untuk anak Indonesia yang berprestasi!

Donasi dapat ditransfer melalui:
Nama Rekening : Yay Komunitas Sahabat Anak Jkt
Bank : BCA Kalimalang, Jakarta
Nomor Rekening : 230-344-4432
Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik
http://sahabatanak.org/in/aksi-sahabat/hari-sahabat-anak/252-hari-sahabat-anak-2016-gizi-untuk-prestasi.html

Roadshow ‘Gizi utk Prestasi’ di area Jawa Timur -Episode 1: “Persahabatan Gizi, Tatto, Silat, dan Egrang”

 

Masih ingat dengan permainan egrang? Dua bilah bambu yang masing-masing diberi pijakan untuk berdiri dan dimainkan dengan cara berjalan. Tapi kali ini kami bukan mau mengajarkRoadshow jatim.jpgan cara bermain egrang. Kali ini kami mau menceritakan pengalaman roadshow di sebuah desa bernama Desa Kemantren, Malang. Lalu apa hubungannya dengan egrang tadi? Nah, kali ini kegiatan kampanye “Gizi untuk Prestasi” di Malang tepatnya dilakukan di Gang Tatto, lebih spesifiknya lagi yaitu di Kampung Egrang. Awalnya kami tidak sadar bahwa nama kampung tersebut memang bermakna sesuatu.

Senin sore (05/09/16) sekitar pukul 4, tim volunter Sahabat Anak (SA) ditemani oleh kakak-kakak dari Gubuk Baca Lentera Nusantara (GBLN) mendatangi komunitas yang dibina oleh GBLN. Saat kami tiba di gubuk baca yang letaknya di salah satu pekarangan milik warga, tampak anak-anak sedang bermain egrang. Bukan hanya 1 atau 2 anak, tetapi tampaknya seluruh anak di kampung itu sedang bermain egrang disana, saling bergantian dan sebagian besar tampak mahir menggunakan egrang tersebut. Dari situlah kami tahu bahwa kampung tersebut memang dijadikan pusat untuk melestarikan permainan egrang. Tak hanya anak-anak dan juga orang tua dari Kampung Egrang, sore itu warga dari Kampung Silat juga ikut berkumpul, hendak bermain dan belajar dengan kakak-kakak dari SA dan GBLN. Hal lain yang menarik yaitu kesigapan para pemuda disitu yang sebagian besar bertato tetapi sangat ramah dan cekatan memasangkan tikar, speaker, dan perlengkapan lainnya. Ternyata, para pemuda tersebut adalah kakak-kakak setempat yang juga dibina dan kini aktif terlibat di gubuk baca. Mereka yang dulunya tidak bisa jauh dari minuman keras, kini berjuang untuk memperbaiki kampungnya. Dua hal yang mereka inginkan: 1) menyelamatkan anak-anak di kampung mereka agar memiliki masa depan yang lebih baik, dan 2) memutus mata rantai kebiasaan minum minuman keras di Gang Tatto. Wah, suatu kehormatan bagi kami bisa ikut ambil bagian dalam menjalankan misi baik kakak-kakak di Gang Tatto ini, walau hanya lewat kegiatan edukasi yang singkat.

Selain beberapa ibu, kakak-kakak lokal, dan adik-adik yang menjadi peserta, terlihat para warga duduk dan berdiri di sekitar lokasi dan ikut tertawa selama kegiatan, bahkan ikut menyimak cerita yang kami bawakan tentang pentingnya setiap anak mengkonsumsi makanan yang bergizi, berimbang, beragam, dan bersih (4B). Masih teringat jelas ekspresi anak-anak di sana ketika Kak Anna dan Kak Hanna memperlihatkan goodie-bag berisi kotak makan dan botol minum. “Yes!” respon seorang anak kegirangan dan tampak pula senyum-senyum lebar yang tersimpul di wajah adik-adik lainnya.1.jpeg

Bersyukur sekali rasanya melihat antusiasme dari 49 adik, para orang tua, dan juga kerjasama kakak-kakak di Gang Tatto sore itu. Bersyukur sekali rasanya karena usaha pemenuhan hak anak untuk mendapatkan makanan yang sehat juga dapat dialami oleh anak-anak dan warga Gang Tatto, khususnya Kampung Egrang dan Kampung Silat. Terima kasih kakak-kakak Gubuk Baca Lentera Negeri untuk kerjasama dan persahabatannya. Terima kasih seluruh warga Gang Tatto. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah terus mendukung gerakan ini, kepada kakak-kakak volunter SA dan tentunya Fitbar Donor Kalori atas dukungannya.

~ Tim HSA Jatim

Untuk info lebih lanjut, silakan klik:
http://sahabatanak.org/in/aksi-sahabat/hari-sahabat-anak/252-hari-sahabat-anak-2016-gizi-untuk-prestasi.html

Membaca Sekarang, Membangun Masa Depan

Tahukah Sahabat bahwa tanggal 8 September lalu adalah Hari Aksara Internasional? Bermula dari konferensi yang diadakan di Teheran, Iran, pada tahun 1965, UNESCO menetapkan hari tersebut sebagai International Literacy Day atau di Indonesia disebut sebagai Hari Aksara Internasional (HAI).

Di Indonesia sendiri, puncak perayaannya akan diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di kota Palu pada tanggal 20 Oktober 2016 dengan tema “Penguatan Literasi dan Vokasi dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan”. Tema ini disesuaikan dengan tema global UNESCO, yaitu “Reading the Past, Writing the Future” atau “Membaca Masa Lalu, Menulis Masa Depan”. Pesan dari tema ini menekankan bahwa keaksaraan bukan cuma prioritas pendidikan, tapi juga investasi yang sangat penting bagi masa depan berkesinambungan.

Saat ini di Indonesia masih ada 11 propinsi yang tergolong tinggi jumlah penduduk tuna aksaranya. Berbagai laporan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat tuna aksara suatu daerah dengan tingginya angka kemiskinan di tempat itu. Ini tentunya menjadi tugas bagi pemerintah dan masyarakat. Dan sebagai generasi penerus, tidak mengherankan kalau anak-anak masih menjadi fokus utama kampanye keaksaraan.

013-rumah-belajar-sahabat.jpg

Lalu, apa pentingnya pemberantasan tuna aksara bagi anak? Karena dengan satu hal ini saja sudah ada 3 dari 10 Hak Anak yang bisa terpenuhi: Hak untuk mendapatkan PENDIDIKAN, hak untuk mendapatkan KESAMAAN, dan hak untuk memiliki PERAN dalam PEMBANGUNAN. Itu sebabnya pendidikan dasar Calistung (membaca, menulis, berhitung) masih menjadi program andalan di kelas-kelas Bimbel Sahabat Anak. Dalam kelas ini, para volunter masih tetap menemukan adanya anak-anak marjinal yang walaupun sudah bersekolah secara formal masih tetap kesulitan dalam Calistung, sehingga menyurutkan minat belajar mereka secara keseluruhan.

Untuk meningkatkan keaksaraan anak-anak marjinal, Sahabat dapat membantu secara langsung menjadi tenaga pengajar di Bimbel SA terdekat, seperti Grogol, Cijantung, Gambir, Manggarai, Tanah Abang, dan Kota Tua. Jika bukan berlokasi di Jakarta, Sahabat juga bisa membantu rumah belajar di area masing-masing, atau bahkan menyumbangkan buku untuk taman baca anak.

Rumah Karya

Selama satu dekade ini sudah ada peningkatan dalam program penuntasan tuna aksara di Indonesia. Jika pada tahun 2005, penduduk tuna aksara mencapai 9,55% atau sekitar 14,89 juta orang, maka pada tahun 2014  telah turun menjadi 3,7% atau sekitar 5,9 juta orang. Hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil melampaui target Deklarasi Dakkar tentang Pendidikan Untuk Semua (PUS), yaitu pada akhir tahun 2015 dapat menurunkan lebih dari separuh penduduk tuna aksara. Tentunya kabar baik ini dapat memacu kita mencapai angka yang lebih rendah di dekade depan, agar masa depan anak semakin cerah.🙂

“Literacy is bridge from misery to hope”
Kofi Annan, Mantan Sekretaris Jenderal PBB

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

On Saturday, August 20th, Sahabat Anak joined Bromo Marathon 2016‘s runner briefing held by Indokasih in Gandaria 8, South Jakarta. Along with Sahabat Anak were also representatives from three other organizations: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia and Wahana Visi Indonesia. The purpose of this gathering is to introduce runners/fundraisers with the organizations they represent in Bromo Marathon later on September 4th, so they can understand more deeply the background of the fundraising.

IMG_1594[1]

Indokasih has run digital charity/fundraising for two years now. They are not doing their own fundraising conventionally, but joining events held by others. 2016 will be the first year Indokasih officially collaborate with Bromo Marathon event organizer, although in previous years they have participated in races like Bali and Jakarta Marathon, as well as NusantaRun. How is the fundraising done? Runners, through Indokasih website, announce their donation target and the race/event they join. The amount of funds collected can continue to be monitored online. The bottom line is, they do all the running and sweating, with prior rigorous training for months, taking care and paying for their own transport and accommodation and all we have to do is click to donate.🙂

Previous Run

Why these 4 organizations in this fundraising event? The main reason is these four are concerned and engaged in education.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa is a free education foundation in Bintaro for the drop-out children from their school with fostering program. Runners who raise donations for YPAB wish for children graduated from Kejar Paket C (non-formal education equal to high school level) to be able to continue to higher education level.
  • Care4Kids Indonesia runs a School Development Program to assist on school’s recovery by focusing on teacher’s quality, also school’s infrastructure and facilities. Runners who represent them will help Teruna Persada High School that most of its students are high achievers in sports but lacking in education.
  • Wahana Visi Indonesia through their runners are raising donations to build an early education center in Samalantan village, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, in line with our program this year, Gizi Untuk Prestasi (Nutrition for Achievement), will use the donation to increase awareness on child nutrition. Right after Bromo Marathon, the volunteers/runners will take part in SA roadshow in Malang to distribute lunch boxes and drinking bottles for children there and join other activities in the event that involve the parents.

 Below are links to Sahabat Anak runners, please check and share their profile:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

You can check here for the full list.

Are any of you or your friend joining this year’s Bromo Marathon? Or maybe some of you are actually the runners representing Sahabat Anak? Let us know in comment below, and see you in Bromo Marathon!🙂

from Dora

 

 

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 di Gandaria 8, Jakarta Selatan, Sahabat Anak mengikuti runner briefing Bromo Marathon 2016 dari Indokasih. Selain Sahabat Anak, datang juga beberapa perwakilan dari 3 organisasi lainnya: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia. Inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan para pelari penggalang dana dengan yayasan/organisasi yang diwakilinya di Bromo Marathon pada 4 September 2016 nanti, agar mereka makin menghayati penggalangan dana ini.

IMG_1594[1]

Indokasih sudah 2 tahun menjalankan digital charity/fundraising. Dalam hal ini Indokasih tidak mengadakan acara penggalangan dananya sendiri secara konvensional, namun bergabung dengan acara yang digelar pihak lain. Tahun 2016 sendiri merupakan awal keterlibatan resmi Indokasih di Bromo Marathon yang berkolaborasi dengan penyelenggara acaranya, sedangkan di tahun-tahun  sebelumnya mereka terlibat di acara race seperti Bali dan Jakarta Marathon, serta NusantaRun. Caranya adalah para pelari, melalui website Indokasih, mengumumkan target pengumpulan dana dan race yang diikutinya. Jumlah dana yang terkumpul bisa terus dipantau secara online di website. Intinya, mereka yang capek berlari, persiapan berbulan-bulan, mengurus dan membiayai sendiri transpor serta akomodasi mereka, kita hanya tinggal klik untuk menyumbang.🙂

Previous Run.png

Mengapa sekarang 4 yayasan ini yang dirangkul dalam fundraising? Alasan utamanya karena keempat yayasan ini bergerak di bidang pendidikan.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa merupakan yayasan pendidikan gratis di Bintaro bagi anak-anak putus sekolah dengan program kakak asuh. Para runner yang menggalang dana bagi YPAB ingin agar anak-anak lulusan Kelas Kesetaraan Kejar Paket C bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
  • Care4Kids Indonesia menjalankan School Development Program yang mendampingi pemulihan sekolah di Jakarta, berfokus pada kualitas guru, manajemen dan infrastruktur/fasilitas sekolah. Para runner yang mewakili mereka akan berusaha membantu sekolah Teruna Persada yang sebagian besar siswanya berprestasi tinggi di bidang olahraga, namun kurang dalam pendidikan.
  • Wahana Visi Indonesia melalui para runner-nya berusaha menggalang dana untuk membangun PAUD di desa Samalantan, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, tentunya sesuai dengan program kami tahun ini, Gizi Untuk Prestasi, akan menggunakan dana yang terkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi anak. Langsung setelah Bromo Marathon, para volunter/runner akan bergabung di acara roadshow SA di Malang untuk membagikan paket kotak makan dan bekal minum bagi anak dan acara-acara lainnya yang melibatkan orang tua.

Berikut link pelari untuk Sahabat Anak, silahkan di-cek dan sebarkan profil mereka:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

Untuk list lengkapnya silahkan cek di sini.

Apakah di antara Sahabat atau kenalannya ada yang ikut Bromo Marathon tahun ini? Atau mungkin Sahabat adalah salah satu runner yang mewakili Sahabat Anak? Jangan lupa komen di bawah ya, dan sampai jumpa di Bromo Marathon!🙂

from Dora

 

71 Tahun Indonesia Merdeka, Mari Berbagi

Hai, Sahabat. Kembali kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun ini. Tanpa terasa, setahun sudah berlalu sejak blog entry terakhir kami mengenai kemerdekaan – 70 Tahun (Anak) Indonesia Merdeka?, yang mengangkat pertanyaan retorik apakah dalam kemerdekaan ke-70 RI, anak-anak Indonesia juga sudah turut mengecap kemerdekaan mereka.

Pertanyaan tahun lalu masih bisa kita tanyakan juga di tahun ini. 71 tahun Indonesia merdeka, apakah anak Indonesia sudah merdeka dari penelantaran dan kekerasan? Hampir separuh anak usia 7 – 17 tahun putus sekolah. Masih ada anak-anak usia 10 – 17 tahun yang bekerja (child labour). Angka kematian bayi dan balita masih jauh dari target MDG (Millenium Development Goals) – yakni 34 kematian bayi dan 44 kematian balita per 1.000 kelahiran. Belum lagi anak korban trafficking, malnutrisi, tidak memiliki identitas (akta lahir), dan data-data memilukan lainnya.

Ada satu kalimat yang mengatakan bahwa butuh warga sekampung untuk membesarkan seorang anak. Sangat bisa diterima jika status kalimat itu dinaikkan, menjadi “Butuh satu bangsa untuk membesarkan anak-anak.” Dalam usaha kami sebagai bagian dari bangsa, Sahabat Anak tahun ini mengerjakannya dengan program “Gizi Untuk Prestasi”. Kegiatan program ini tidak bisa berjalan baik tanpa peran serta berbagai komunitas dan unsur masyarakat serta keluarga.

Beberapa hal yang telah dijalankan tahun ini adalah Roadshow keliling Jawa dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, bekerja sama dengan Fitbar Donor Kalori. Setelah Fitbar, saat ini kami sedang bekerja sama dengan Berbagi.com dan Indokasih untuk terus menggencarkan Program Gizi tahun ini.

Kami berusaha menyatakan kemerdekaan ini dengan berbagi, mengerjakan apa yang kami bisa dengan apa yang kami punya. Maukah Sahabat melakukan hal yang sama?🙂

Dirgahayu Indonesia, dirgahayukan juga anak-anak kita!

%d blogger menyukai ini: