Sehari Bersama Anak-Anak Sekolah Mandiri

Taswin dan Roy adalah murid-murid dari Pusat Kegiatan Anak. Mereka mendapat kesempatan untuk pergi ke Sekolah Mandiri (sekolah anak berkebutuhan khusus) minggu lalu. Dan sekarang mereka membagikan pengalaman serta pelajaran yang mereka dapat dari kunjungan tersebut dengan kita semua.

Taswin, siswa kelas C Pusat Kegiatan Anak (PKA)

Pada dasarnya semua manusia itu sama, diciptakan dengan keunikan dan kekurangan maupun kelebihannya masing-masing. Tetapi itu seharusnya tidak menjadi sesuatu yang membuat manusia merasa berbeda atau tidak, karena itu semua adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan (Allah SWT) untuk umatNya.

Kemarin saya berkunjung ke sekolah non formal yang terletak di kawasan Kedoya Ciledug, Jakarta Barat. Kunjungan tersebut membuat saya belajar akan banyak hal. Sekolah itu diberi nama “Sekolah Anak Mandiri”, sekolah untuk anak-anak penderita keterbatasan mental atau biasa disebut anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus (special need).

Di sekolah itu terdapat 4 orang siswa, yang terdiri dari Yoshya, Felix, dan Prima. Pada saat saya datang kebetulan salah seorang siswa tidak dapat hadir, sehingga saya pun tidak tahu nama anak tersebut. Dari ketiga siswa itulah saya belajar banyak hal tentang seseorang dan keterbatasannya.

Alasan mengapa saya berkunjung ke sekolah itu awalnya karena ditugaskan dari seorang guru pengajar kelas saya, kak Lanny. Saya di sana untuk mendampingi ketiga siswa tersebut. Saya tidak sendiri melainkan bersama kedua teman kelas saya, Hariyanto dan Roy Markus Nababan. Tugas kami mendampingi mulai dari terapi belajar, berbicara, bermain dan kegiatan lainnya, melakukan itu semua melatih kesabaran kami bertiga. Tugas itu menjadi hal baru dan pengalaman tersendiri tentunya.

Di sekolah itu terdapat seorang guru terapi bernama kak Sussy yang menterapi siswanya, dibantu dengan asistennya bernama Neti. Kami banyak bertanya mengenai ketiga siswanya, dan kak Sussy pun menjawab dan menjelaskannya pada kami. Ternyata banyak sekali jenis dari penyakit autis itu sendiri. Sungguh banyak pelajaran yang kita dapat tentang keterbatasan mereka.

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kita harus sadar untuk peduli terhadap sesama, dan empati kepada mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

Oleh: Taswin, siswa kelas C Pusat Kegiatan Anak (PKA)

Roy, siswa kelas C Pusat Kegiatan Anak (PKA)

Pada hari Selasa, tanggal 21 Februari 2011 saya pergi ke sekolah khusus yang hanya memiliki 4 anak murid yang bernama; Yosia,Felix, dan Prima dan 2 guru bernama ibu Susi dan Ibu Netty. Tetapi, pada saat itu ada 1 anak yang tidak hadir jadi saya tidak tahu namanya. Sekolah tersebut adalah “SEKOLAH ANAK MANDIRI” yang berada di daerah Ciledug, Jakarta.

Tujuan saya pergi ke sekolah itu adalah saya ingin melihat perbedaan fisik dan tingkah laku mereka dengan saya dari sisi yang berbeda. Contohnya mereka sangat sulit berkomunikasi dengan temannya. Karena itu menurut saya anak-anak itu butuh perhatian khusus.

Kesulitan saya ketika saya di sana ialah saya sulit sekali berkomunikasi dengan mereka, terutama pada saat saya membantu dalam kegiatan belajar dan bermain. Sebenarnya mereka mengerti apa yang kita ucapkan, tetapi mungkin saja kita harus sering menterapinya.

Intinya adalah bagaimana kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, harus tetap peduli terhadap sesama.

Oleh: Roy Markus N

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 03/07/2012, in Bahasa Indonesia, Sahabat Anak News and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: