Menjelang Jambore Sahabat Anak ke-16

Tak terasa Jambore Sahabat Anak (JSA) yang akan diadakan ke-16 kalinya sudah dekat. Persiapan kurang lebih 5 bulan untuk acara dalam rangka Hari Anak Nasional 23 Juli ini sudah hampir selesai. Panitia dan tim kerja pun mulai mengadakan rapat secara lebih rutin untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.

Suasana briefing pendamping JSA XVI hari pertama

Kerja sama tim, kerja keras serta komitmen memang dibutuhkan dalam menjalankan panitia yang besar seperti di JSA. Tak mungkin rasanya para relawan ini mau meluangkan waktu di luar kegiatan kuliah, kantor dan aktivitas lain kalau mereka tidak melihat ke tujuan besarnya: menjadi sahabat bagi anak jalanan dan anak marjinal. Jambore SA diadakan bukan untuk ajang unjuk gigi tapi berbagi keceriaan, berbagi kasih dan menunjukkan kepada anak-anak yang biasanya tak dianggap ini bahwa mereka berharga dan mereka punya banyak sahabat yang peduli.

Jadi bagaimana rasanya menjalankan dan memimpin suatu kepanitiaan besar seperti Jambore SA? Berikut beberapa kutipan dan pesan dari para mantan koordinator panitia JSA selama 5 (lima) tahun terakhir dan harapan dari koordinator tahun ini:

Rolof (koordinator JSA 2007)
Perubahan yang saya lihat di JSA dari tahun ke tahun itu makin banyak sahabat-sahabat (perusahaan, keluarga, pemerintah dan sukarelawan) yang memberikan dukungan baik materil maupun non materil, dan gerakan untuk menjadi sahabat bagi anak-anak marjinal (jalanan). Sahabat Anak sendiri selaku organisasi legal telah menyatakan bahwa hak-hak anak Indonesia perlu diperjuangkan sampai tidak ada lagi hak-hak anak Indonesia yang dilanggar.

Pesan untuk JSA 2012: JSA 2012 harus menjadi motor penggerak bagi semua keluarga Indonesia untuk memberikan ruang terhadap anak-anak untuk berpendapat dan berpartisipasi agar bangsa ini dapat lebih baik dalam berdemokrasi.

Heri (koordinator JSA 2008)
Tantangan yang dihadapi saat memimpin panitia JSA adalah menemukan ide-ide baru untuk konsep JSA tersebut karena saya membentuk kepanitiaan yang berisi rekan-rekan yang baru jadi panitia tahun itu terkait sebagai langkah regenerasi.

Pesan untuk JSA 2012: JSA bukanlah hanya event momental dan rutinitas saja, namun tujuan spesifiknya harus tercapai juga.

Vicky (koordinator JSA 2009)
Momen yang paling diingat saat JSA 2009 adalah kejadian memalukan saat ketahuan tidak hafal Mars Jambore. Selain itu ada rasa sedih waktu momen menyambut kedatangan adik-adik dan berpisah saat mereka pulang. Sedih karena saya panitia, jadi tidak banyak interaksi dengan mereka.

Pesan untuk JSA 2012: Let them be heard!

Guntoro (koordinator JSA 2010)
Kesan selama menjadi koordinator: Thanks God buat kepercayaan yang sudah diberikan olehNya melalui SA. Nggak pernah terpikirkan namun sesuatu yang luar biasa ada di sini. Tim yang hebat, penuh semangat, kesehatian, kebersamaan dan keajaiban itu yang dirasakan di JSA ke-14 sehingga semua dapat berjalan dengan baik. Amazing.

Pesan untuk JSA 2012: Build unity, enthusiasm, add insight

Wenas (koordinator JSA 2011)
Kesan yang tak terlupakan untuk Jambore SA tahun lalu adalah begitu banyak keceriaan, kerja sama dan tantangan yang telah dijalani dalam JSA. Tawa dan sukacita pun terpancar dari tiap peserta dan panitia selama JSA berlangsung.

Pesan untuk HSA 2012: Biarlah kasih Tuhan menyertai kalian semua untuk tetap semangat dan kompak dalam mempersiapkan acara JSA tahun ini. Jerih lelah kalian semua tidak akan sia-sia untuk menjadikan anak-anak Indonesia yang lebih baik. Selamat bekerja!

Vina (koordinator JSA 2012)
Harapan saya di Jambore tahun ini, semoga semua yang terlibat bisa menikmati persahabatan yang terjalin di dalamnya, antara adik, kakak, panitia, donatur, pengunjung yang datang, sampai seluruh pihak yang ikut ambil andil. Selanjutnya, semoga persahabatan tersebut menumbuhkan rasa saling menghargai, saling mendengarkan, dan saling menyayangi. Untuk Indonesia yang lebih baik!

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 06/22/2012, in Bahasa Indonesia, Events, Volunteers and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Keuren…., tinggal menunggu hari…

  2. Reblogged this on natashamr and commented:
    Jambore sudah deket…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: