Satu Tindakan Sederhana Pada Hari Anak Jalanan Internasional

ISCD photo

Di berbagai belahan dunia tidak terhitung banyaknya anak yang beralamat di jalanan. Di wilayah Jakarta saja, angka pasti anak jalanan sangat beraneka tergantung dari sumber data mana yang hendak dikutip. Pada tahun 2009, dilapokan bahwa terdapat 20.000 anak jalanan di Jakarta.

Kementerian Sosial RI memperkirakan jumlah anak jalanan pada tahun 2011 mencapai angka 4.000 jiwa namun menurut perhitungan Komisi Nasional Perlindungan Anak angka anak jalanan mencapai 8.000 jiwa. Adapun perkiraan lainnya menyebutkan jumlah anak jalanan mencapai kurang lebih 12.000 jiwa.

Kenyataannya, sangatlah sulit untuk mendapatkan angka akurat. Ada hambatan untuk menghitung anak jalanan yang selalu bergerak dari lokasi satu ke lokasi lainnya sehingga perhitungan jumlah anak jalanan sukar untuk diandalkan.

Angka hanyalah angka; akan tetapi jumlah tersebut mengindikasikan besarnya persoalan anak jalanan. Permasalahan pokok dari persoalan ini adalah bukanlah mengenai angka statistik dari satu atau 20.000 anak jalanan, namun dari perlunya pihak-pihak yang menyadari dan menyumbangkan kontribusi untuk mengentaskan permasalahan ini. Selain itu, perlu ditekankan juga bahwa Indonesia, di bawah agenda Millennium Development goals, telah berkomitmen mengentaskan permasalahan anak jalanan pada tahun 2016.

Anak-anak memiliki hak-hak untuk menikmati standar kehidupan yang layak; diantaranya adalah makanan yang seimbang, layanan kesehatan dan sebuah tempat tinggal yang hangat dan bersih. Mereka memiliki hak untuk bermain dan berlajar,memiliki akses pendidikan dan tempat rekreasi yang aman. Mereka juga memiliki hak untuk bebas dari penganiayaan, pengabaian, eksploitasi, dan diskriminasi. Hak-hak tersebut merupakan hak dasar.Adalah suatu tindakan bijaksana untuk memberikan yang terbaik kepada anak dan bukan hanya hak-hak dasar saja.

Anak jalanan memiliki banyak keterkaitan dengan jalanan – mengingat banyak dari mereka tinggal di jalanan, bahkan bernafkah di jalanan. Ada juga anak jalanan yang masih memiliki keluarga, sedangkan anak jalanan yang lain terputus dari keluarganya. Terdapat banyak alasan yang menyebabkan persoalan ini terjadi, namun seringkali penyebab dari persoalan ini dapat ditelurusi  pada kemiskinan dan kekerasan.

Secara tidak resmi, semenjak tahun 2010 Hari Anak Jalanan Internasional diperingati pada tanggal 12 April setiap tahunnya.  Peringatan tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak jalanan dan juga kepada pihak-pihak terkait yang berjuang demi hak-hak mereka untuk menyuarakan dapat sikap dan dukungannya.

Jadilah pendukung hak-hak anak jalanan dengan menuntut agar hari anak jalanan diakui secara internasional oleh Persatuan Bangsa-Bangsa. Tunjukan dukunganmu di http://www.streetchildrenday.org/.

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 04/12/2013, in Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: