KADO – Taburan & Tuaian bagi Anak Indonesia

100_4033

Setelah soft-launching pada 17 Februari, kini kami masuk ke rangkaian KADO berikutnya–BAGI KADO, yakni mempertemukan adik-adik dengan kakak-kakak pendamping pada hari Minggu 28 April. Pelatihan 250 voluntir sendiri telah berlangsung 13, 14 dan 20 April lalu.

Berfokus pada tema “Aku Berharga, Aku Berkarya”, sebanyak 500 adik dan 250 voluntir siap untuk dipertemukan dan membuat sebuah Proyek Impian. Tujuannya adalah agar adik-adik yang berasal dari area jabodetabek Bandung ini dapat terlatih semangat entrepreneur, inovatif dan berjejaring.

Proyek ini memberi perspektif baru untuk adik-adik. Kontras dengan perspektif kuno bahwa menghasilkan uang itu tidak sehat dan aman bagi anak-anak, kini mereka bisa terinspirasi dengan membuat sesuatu. Apakah itu sebuah produk ataupun layanan, pertunjukan seni atau pameran bakat – hal itu dimulai dengan sebuah ide dan bertumbuh menjadi semangat dan profit (bila ada) sebagai bonus.

Setiapkelompok yang terdiri dari 10 adik dan 5 kakak pendamping, akan diberikan modal minimal yakni Rp 50 ribu untuk memulai proyeknya. Mereka akan mengembangkan dan menggunakan kemampuan manajemen proyek untuk merumuskan anggaran, membuat penjadwalan, dan waktu kerja. Tujuan yang akan mereka capai, selama dua bulan kedepan, adalah membuat sebuah produk atau jasa untuk dijual, penampilan untuk dipertunjukkan, atau sesuatu yang akan memberikan manfaat bagi komunitas/lingkungan sekitar mereka.

Ini aktifitas yang dapat mengubah pola pikir dan menghasilkan role model yang efektif untuk entrepreneurship, salah satunya melalui dedikasi kakak-kakak pendamping atau melalui diskusi adik untuk proyek mereka. Inilah realisasi dari memberi kesempatan anak berpartisipasi dan terlibat dalam pembuatan keputusan.

Entrepreneurship menjaditopikyang hangat diperbincangkan di tanah air. Awalnya ditujukan bagisekelompok ibu rumah tangga yang merintis usaha rumahan sehingga mereka tetap dapat membesarkan anak. Model entrepreneurship dapat mengubah budaya mencari pekerjaan menjadi menciptakanpekerjaan. Hal ini menjadi pelajaran yang bernilai,terutama generasi berikutnya. Adalah sesuatu hal yang menginspirasi ketika mengetahui bahwa seseorang dapat mengubah nasibnya sendiri, dan dunia anak-anak marjinal adalah tempat yang tepat untuk mempraktekkan ide ini, karena mereka sangat membutuhkan jalan keluar dari lingkaran kehidupan sekarang.

Sebait pepatah Cina berbunyi demikian:menabur pikiran menuai tindakan, menabur tindakan menuai kebiasaan, menabur kebiasaan menuai karakter, menabur karaktermenuai takdir.Karya Anak Indonesia (KADO) adalah sebuah taburan dari kami untuk menjadi tuaian bagi anak-anak Indonesia. Proyek ini akan menjadi kadopembelajaran dan pemberdayaan khususnya bagi 500 adik yang terlibat.

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 04/26/2013, in Bahasa Indonesia, Sahabat Anak News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: