Monthly Archives: Agustus 2013

Jamboree for street children – a big hit!

Each year we host an event for the street children of Jakarta and surrounds. This year marked our 17th year of running this annual campout, Sahabat Anak Jamboree. It was held over the weekend of 24-25 August in Ragunan, South Jakarta.

JSA XVII

This large scale annual event requires a lot of planning, behind the scenes organization and a lot of volunteer hands to make it happen. We are fortunate as an organization to have volunteers willing to put in the hours for a common value we all share. That is to make life a little better for the street children.

With 1000 street children and about 600 adult volunteers and supporting organizers we needed 25 tents to each sleep 40 children and 20 adults. Then there was the extra tents needed for medics, food and water sorting and storage, not to mention banks of makeshift showers to wash the masses at the end of a long day.

Sponsors and supporting organizations attended on the first day providing workshop activities for the children to do.

The Learning Farm from Cianjur, West Java ran a workshop about organic farming and had the kids playing tunnel ball with cabbages. Toko Bagus ran a workshop for the children to do some online shopping navigation. Dance workshops, making finger puppets, reusing cardboard products for handicrafts and coffee-making were other activities available on the workshop circuit that the groups rotated to throughout the day.

When the workshops finished at 4pm there was some team time to finish decorating their tents.

Each group had a name like Google or Sepeda (bicycle) and they used this theme name as inspiration to decorate their team tents. The next activities were bath time and dinner. To wrap up this long day there was more on-stage entertainment until late in the evening.

The logistics of catering for this many people is mind boggling – shower provisions for each child, goodie bags and food to take home, a shirt each, name tags, schedules. Meals and snacks, enough for over two days, not to mention the gallons and gallons of water needed under the hot August sun. We are always happy to have new people on board so give some consideration about if you can help out next year. It’s not only a really worthwhile cause, it is great fun for everyone.

Children from Bogor, Depok, Bandung and Yogyakarta attended. Interested parties from Surabaya and Bali also came and were involved, hoping to take back ideas for development with the underprivileged children in their own communities.

Early the next morning everyone was up exercising, a bit of Gangnam style dancing at 6am certainly gets the blood flowing.

Food and camp clean up were the first things on the agenda after exercise and before games for the first half of the day. After the lunch break there was more entertainment, performances by some of the children’s musical groups and finally the announcement a lot of the children had been waiting for.

KADO project wraps up – winner announced

Over the previous three months, 32 groups of 10 children (plus volunteer supervisors) across Jakarta have been involved in an entrepreneurial project called KADO (meaning gifts). The final 10 projects were judged the previous Thursday at Museum Bank Mandiri by the three judge panel of Mr Tanan from Ciputra, Mrs Romi, a psychologist and the Kick Andy show.

The standout feature in the final 10 projects was that most projects revolved around the themes of waste management and environmental care. Clean, green, reuse, recycle and reduce. These projects meant the children had to brainstorm ideas to make money that could be used to improve their community. A proposal, budgeting, and an action plan were all components that they explored in this project.

Another standout feature was noted when viewing the final 10 project presentations the previous week.

There was a significant amount of confidence displayed from the girls that presented their project.  So, our volunteer’s efforts to nurture personal character building in the children is definitely paying dividends.

Congratulations to the winning team Prumpung 1 who created an event named Prastival – which included a play about environmental issues, a silent art auction and a handicrafts bazaar from recycled products to raise money for a public dumpster and new toilets in their community.

Farewell

An avenue of committee volunteers and staff lined the exit route at the end of the Jamboree, as the children said goodbye ready to go back to their homes after a long weekend.

Tears were shed.

The normality this event offered, the bonds created, the connections made were hard for some of them to leave behind. They were part of a caring family here. A family that provided for them, food, opportunities to learn new things, activities to keep the mind active, love and caring.

Some touching images will remain burnt in my memory – of 17 year old boys hand sewing green crocodile finger puppets – children walking hand in hand to the showers – and the tear-stained cheeks of young children as they left, sad that this special time has come to an end.

Until next year.

Iklan

Jambore Sahabat Anak ke XVII– Sukses Besar!

Setiap tahun, Sahabat Anak (SA) mengadakan sebuah acara untuk anak jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Tahun ini merupakan tahun ke-17 kami mengadakan perkemahan tahunan ini, yang kami sebut Jambore Sahabat Anak. Acara ini diadakan pada akhir pekan lalu 24-25 Agustus di Ragunan, Jakarta Selatan.

JSA XVII

Acara tahunan berskala besar ini membutuhkan begitu banyak persiapan, organisasi pendukung dan bantuan sukarelawan untuk mewujudkannya. Sebagai sebuh organisasi, SA cukup beruntung karena memiliki voluntir yang rela memberikan waktunya untuk memperjuangkan nilai yang kami pegang teguh – yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak jalanan.

Dengan 1000 anak jalanan dan sekitar 600 voluntir serta organisasi pendukung, SA mendirikan 25 tenda bagi 40 adik dan 20 voluntir di setiap tendanya. SA juga memiliki beberapa tenda tambahan untuk tim medis, konsumsi, serta bilik mandi untuk membersihkan diri dari aktivitas yang cukup padat.

Para sponsor dan pengisi acara hadir pada hari pertama untuk memberikan berbagai macam workshop untuk peserta.

The Learning Farm (TLF) dari Cianjur, Jawa Barat, mengadakan workshop mengenai perkebunan organik dan mengajak para adik bermain tunnel ball menggunakan cabai. Toko Bagus mengadakan workshop mengenai navigasi belanja online. Pada hari itu, para adik bergiliran per grup dalam sirkuit workshop yang terdiri dari berbagai aktivitas workshop seperti menari, boneka jari, membuat kerajinan dari kertas kokoru, dan barista. Ketika seluruh workshop berakhir pada pukul 4 sore, peserta diberikan waktu untuk menyelesaikan kegiatan menghias tenda mereka.

Setiap grup memiliki nama seperti Google atau Sepeda, dan mereka menggunakan nama itu sebagai inspirasi tema untuk menghias tenda grup. Kegiatan berikutnya adalah mandi dan makan malam. Untuk mengakhiri hari yang cukup panjang tersebut, terdapat panggung hiburan hingga larut malam.

Logistik catering untuk seluruh peserta juga sangat menyita pikiran – menyediakan pancuran air untuk setiap adik, goodie bag dan makanan untuk dibawa ke rumah, kaos untuk masing-masing adik, tag nama, jadwal, dll. Belum lagi makanan berat dan makanan kecil, yang harus mencukupi kebutuhan untuk dua hari, serta bergalon-galon air mineral untuk menyegarkan diri di bawah panasnya matahari di bulan Agustus. Kami selalu senang dan terbuka jika ada pihak yang dapat mempertimbangkan untuk membantu kami tahun depan. Bukan saja bantuan itu untuk suatu tujuan yang mulia, tapi juga menyenangkan untuk semua orang.

Adik-adik dari Bogor, Depok, Bandung dan Yogyakarta juga turut hadir. Bahkan, berbagai pihak yang tertarik dengan acara ini datang dari Surabaya dan Bali untuk ikut terlibat. Di balik itu, mereka berharap dapat membawa pulang beberapa ide menarik untuk mengembangkan anak-anak yang kurang beruntung di komunitas mereka.

Keesokan paginya, para peserta bangun dan senam – melakukan Gangnam style pada pukul 6 pagi tentu saja membuat badan kami semua segar.

Agenda pertama setelah berolahraga adalah sarapan dan membersihkan tenda, sebelum memulai permainan untuk setengah hari itu. Setelah makan siang, masih terdapat banyak lagi hiburan, pertunjukkan grup musik adik-adik, dan ditutup dengan pengumuman yang sudah sangat ditunggu-tunggu.

Penutupan proyek KADO – pengumuman pemenang

Selama tiga bulan sebelumnya, 32 grup berisikan 10 adik (beserta voluntir pendamping) di seluruh Jakarta terlibat dalam sebuah proyek kewirausahaan bernama KADO. Sebanyak 10 proyek yang masuk dalam babak final dinilai pada hari Kamis sebelumnya di Museum Bank Mandiri oleh tim juri yang terdiri dari Bapak Tanan dari Ciputra, Bunda Romi, seorang psikologis, dan Mba Ayu sebagai perwakilan dari Andy F. Noya.

Hal unik yang terjadi pada 10 proyek final adalah keterkaitan mereka dengan tema pengolahan limbah dan pelestarian lingkungan. Membersihkan, menghijaukan, menggunakan kembali, mendaur ulang dan mengurangi sampah. Proyek ini mengharuskan para adik mengumpulkan ide yang dapat menghasilkan uang untuk meningkatkan kualitas hidup di komunitas mereka. Mereka harus membuat proposal, perencanaan biaya, serta rencana pelaksanaan untuk melaksanakan proyek ini.

Dalam presentasi 10 proyek tersebut minggu sebelumnya, masih banyak keunikan lainnya yang kami temukan.

Para adik yang mempresentasikan proyek mereka terlihat sangat percaya diri. Terima kasih kepada usaha para voluntir dalam membentuk karakter para adik hingga mereka dapat melakukan hal tersebut.

Dan selamat kepada tim pemenang Prumpung 1 yang membuat acara bernama Prastival – dengan memasukkan elemen drama mengenai isu lingkungan, silent art auction dan bazar kerajinan tangan dari produk daur ulang demi menggalang dana untuk membangun tempat sampah umum dan toilet baru di komunitas mereka.

Perpisahan

Kakak-kakak voluntir berbaris sepanjang jalan keluar ketika Jambore berakhir, ketika para adik mengucapkan selamat tinggal dan siap kembali ke rumah masing-masing setelah berakhir pekan bersama.

Kami menangis karena begitu sulit untuk meninggalkan kenyamanan, pertemanan, dan tali persaudaraan yang terjalin dalam acara ini. Ada sebuah keluarga besar disini. Sebuah keluarga yang menyediakan makanan, kesempatan untuk belajar berbagai hal baru, kegiatan untuk menstimulasi pikiran, serta cinta dan kasih sayang.

Berbagai kenangan indah akan terekam dalam ingatan – seorang anak 17 tahun menjahit boneka jari buaya hijau – adik bergandengan tangan menuju tempat mandi – dan pipi penuh air mata saat para adik harus meninggalkan tempat spesial itu.

Sampai tahun depan.

%d blogger menyukai ini: