Memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional

DSC01586

Kabar meninggalnya Nelson Mandela minggu lalu (6/13) telah diterima oleh dunia. Dunia telah berubah menjadi tempat yang lebih baik oleh karenanya. Dia adalah sosok pria yang mencintai kesetaraaan ras, agama, dan gender. Selama hidupnya, dengan tegas ia berkampanye untuk hak asasi manusia.

Tanggal 10 Desember adalah waktu yang tepat untuk mengingat kembali penerima Nobel perdamaian oleh Nelson Mandela. Tahun ini, hari hak asasi manusia internasional telah genap mencapai peringatannya yang ke dua puluh dengan tema: “Dua Puluh Tahun: bekerja untuk hak-hak mu”

Kebijaksanaan Nelson Mandela terlihat dari kata-katanya yang menggambarkan nilai-nilai dan keyakinan. “Tak seorangpun dilahirkan untuk membenci orang lain karena warna kulitnya, latar belakangnya, atau agamanya. Manusia harus belajar untuk membenci, dan jika manusia dapat belajar membenci, manusia juga dapat belajar mencintai karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada yang sebaliknya . “

Dalam pernyataan ini, Nelson menyatakan bahwa masyarakat bertanggung jawab atas kemurnian hati suatu generasi dan selain itu dia juga menawarkan] solusi. Ia berkeyakinan bahwa dalam kesetaraan juga ada sebuah tanggung jawab sebagai bagian dari umat manusia. Ia menginspirasi jutaan orang untuk bertindak seperti perkataannya, “kita juga bisa mengubah dunia dan membuatnya menjadi tempat yang lebih baik. Hal ini ada di tangan anda untuk membuat perbedaan”

Kepala PBB untuk hak asasi manusia, Naily Pillay, memulai pernyataannya dengan, “Karena kami terus berusaha menuju pada dunia yang mengakui hak-hak semua manusia…”  sayangnya ini realitas dunia kita.

Mandela percaya bahwa hak-hak dasar manusia yang sering ditolak oleh masyarakat perlu untuk ditegakan. Hak-hak dasar inilah yang seharusnya kita harapkan, tegakkan, promosikan dan berusaha untuk memberikan. Hak untuk air bersih, makanan yang cukup, martabat, tempat tinggal, kebebasan berbicara, kebebasan untuk memilih agama atau tidak, hak atas pendidikan, hak untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan kita, akses untuk perawatan kesehatan, upah yang memadai untuk mendukung keluarga, dan hak untuk kehidupan yang layak .

Nelson Mandela dalam pidatonya di Johanesburg, tanggal 2 Juli 2005 membahas salah satu isu tentang kemiskinan. Ia mengatakan “Mengatasi kemiskinan bukan perbuatan amal. Ini adalah tindakan keadilan. Ini adalah perlindungan hak asasi manusia, hak atas martabat untuk kehidupan yang layak. Selama kemiskinan terus berlanjut, tidak ada kebebasan sejati.

Banyak anak-anak kita di Jakarta yang hidup dalam kemiskinan- dibantaran rel keteta api, dibawah jembatan penyebrangan. Banyak anak-anak kita tidak memiliki akta kelahiran dan akses pendidikan. Anak-anak ini adalah masa depan negara kita dan dengan demikian membutuhkan orang dewasa untuk mengampanyekan hak-hak mereka. Ini adalah apa yang kita lakukan di Sahabat Anak, berkampanye untuk hak-hak mereka untuk mendapatkan pendidikan, hak mereka untuk memiliki akta kelahiran, hak mereka untuk didengar .

Hari ini, pada Hari Hak Asasi Manusia Internasional, marilah kita berpikir tentang apa yang dapat kita lakukan untuk melanjutkan warisan Nelson Mandela. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuka jalan bagi masa depan kesetaraan manusia dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita ?

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 12/10/2013, in Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: