Bermain dan Bermimpi Bersama di Kidzania

???????????????????????????????Sejumlah  18 adik yang datang dari Cengkareng dan 48 adik dari Condet menikmati hari yang menyenangkan di Kidzania.  Kegiatan ini memberikan pengalaman yang secara ekonomi tidak terjangkau bagi adik-adik.

Dengan biaya masuk Rp. 180.000 per anak dan Rp. 90.000 untuk orang dewasa yang ingin ikut mendampingi mereka bermain, harga tersebut hampir setara dengan nilai seperempat upah minimum bulanan sebuah keluarga kecil (dua orang tua dan dua anak).  Belum lagi biaya transportasi, makanan, dan minuman.

Bermain merupakan aspek penting dari perkembangan anak. Namun, aspek penting ini sering kali tidak diperoleh oleh adik-adik yang tergolong kaum marjinal ini karena tuntutan hidup mereka yang harus mencari uang dan lingkungan mereka yang dibatasi.

George Bernard Shaw mengatakan, “Kita tidak berhenti bermain karena kita menjadi tua, kita menjadi tua karena kita berhenti bermain.” Dari sini terdapat  tragedi dimana anak-anak terpaksa bekerja di jalanan sejak usia dini untuk menambah pendapatan keluarga mereka.

Di tempat bermain seperti Kidzania adik-adik dapat bereksplorasi dan bermimpi. Kidzania menyediakan mereka tempat bermain yang aman dan berperan menjadi model suatu profesi; wartawan, pemadam kebakaran, ataupun dokter gigi. Dengan berbagai pilihan profesi di dunia mini tersebut, mereka mendapatkan uang yang dapat ditukarkan di toko cinderamata.

Diah dan Roby berusia 9 tahun, keduanya datang dari Condet. Mereka berkata bahwa mereka senang menjadi seorang polisi. Roby berkata bahwa ketika pertama kali ia harus menangkap pencuri, ia mereasa sangat takut tetapi kemudian hal itu menjadi menyenangkan ketika ia berhasil menangkap pencuri tersebut dan ia pun mendapatkan uang sebagai hadiah dari keberaniannya.

Diah sudah dua kali berkunjung ke Kidzania setelah sebelumnya datang di acara yang serupa. Diah Sangat bersemangat datang lagi kesana karena ia tahu apa yang ia harapkan.

Kedua adik berlari dengan tangan yang penuh menggenggam uang, dari kesuksesan menangkap pencuri untuk bergabung dengan pemadam kebakaran.

Dalam satu hari itu adik-adik juga bisa belajar membuat pizza dan menjadi asisten toko. Berbagai macam pilihan permainan disini dapat menstimulasi pikiran mereka, semangat mereka untuk masa depan yang cerah dan untuk melihat mereka pulang  tersenyum dengan kenangan yang bernilai.

 

 

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 12/21/2013, in Bahasa Indonesia, Sahabat Anak News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: