Bermain Footy dan Hak untuk Berekreasi

Sudah merupakan hal yang umum diketahui bahwa Jakarta kekurangan lapangan hijau dimana anak-anak dapat berlarian bermain. Lapangan olahraga umum di Jakarta sangatlah terbatas dan tidak dapat memenuhi kebutuhan populasi di Jakarta.

20131129101008 2

Akan tetapi, pada suatu jumat pagi di sebuah taman teduh yang terletak di suatu gang di daerah Pegangsaan, Jakarta Pusat, adik-adik dari Pusat Kegiatan Anak (PKA) sedang menikmati pengalaman pertama mereka bermain Australian Rules Football (AFL) atau biasa disebut sebagai footy. Olahraga ini sudah ada di Jakarta sejak tahun 1995; sekarang ini secara nasional, Indonesia memiliki empat klub olahraga footy, dua berada di Jakarta, satu di Bali, dan satu lagi di Balikpapan. Taman teduh yang kecil tersebut bernama Taman Amir Hamzah. Taman ini merupakan taman terbaik di wilayahnya, dikelilingi oleh jalan, dengan lantai yang diperuntukan sebagai lapangan voli, dan walaupun panjangnya tidaklah mencapai  standar panjang lapangan olahraga, adik-adik dapat melakukan kegiatan berolahraga di sana.

Pada Jumat pagi itu, adik-adik dapat belajar tentang teknik dan aturan bermain footy. Bagi adik-adik yang sudah terbiasa menendang bola sepak dan bermain di lapangan berbentuk persegi, maka bola footy yang berbentuk oval cukup membingungkan adik-adik.

Salah satu hak anak adalah untuk dapat bebas bermain. UNICEF mendefiniskan hal ini dengan pernyataan “Setiap anak memililiki hak untuk berekreasi, bermain, dan bertemu dangan anak-anak lainnya asalkan hak untuk berekreasi dari masing-masing anak tidak terganggu”. Berolahraga footy memiliki manfaat positif bagi anak-anak. Olahraga membantu pertumbuhan saraf sensorik dan motorik yang bertanggung jawab atas keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan, juga membantu pertumbuhan tulang dan otot, selain itu berolahraga dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Jadi ketika anda menemui seorang anak yang meminta-minta uang di jalanan, maka ingatlah bahwa hal yang dilakukan si anak tersebut bukanlah sebuah permainan melainkan sebuah perkerjaan. Hal ini merampas hak mereka untuk berekreasi; adalah orang tua mereka yang seharusnya mencari penghasilan dan memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu janganlah memberikan uang pada mereka, sebab apabila anda memberikan uang, keputusan anda hanya akan memberikan alasan bagi mereka untuk tetap berada di jalanan.

Bergabunglah dengan kami untuk berhenti memberikan uang kepada anak jalanan, dan dukung hak mereka untuk berekreasi.

Untuk mengetahui hak-hak anak lebih dalam, kunjungi fanpage Sahabat Anak atau klik sahabatanak.org untuk turut serta mendukung Sahabat Anak membela hak-hak anak.

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 01/25/2014, in Bahasa Indonesia, Children's Rights, Sahabat Anak News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: