Monthly Archives: Juni 2014

KUTU BUKU jumps to Togean, Sulawesi Tengah

FRIENDS,

Sahabat Anak’s KUTU BUKU program visited children in Patoyan village, Togean, in the Tojo Una-una District of Sulawesi Tengah. This beautiful archipelago in Tomini Strait is a well-known area among international divers, especially for the variety of its fish, coral, ocean biota and other ocean species.

32 siswa SDN Patoyan berkumpul pagi itu menyambut kehadiran KUTU BUKU

The trip to reach the location took almost two days from Jakarta. Beginning with a two and a half hour flight from Jakarta to Palu (the capital of Sulawesi Tengah) acity with ibeautiful hills and beach, the KUTU BUKU team took a 10-hour overland trip to reach Ampana in Tojo Una-una. From Ampana, the only way to get to Togean is by a wooden boat called a bodi. The route of this bodi was via four different villages in a row. It took almost four hours to reach Patoyan village, as it is the last village in the route.

Berebut mengembalikan buku untuk mengambil buku lain

A friendly villager welcomed us, the KUTU BUKU team, who would stay at their house. After resting, we got a chance for a short tour around the village of only 70 families. Most of the villagers are chocolate and copra farmers and the rest of them are fishermen. There is no electricity and clean running water in this village. The power source comes only from generators owned by villagers and are turned on only for five hours after nightfall every day. The villagers get fresh water from wells and a spring which feeds to three different places that becomes the place where the villagers take a bath and wash their clothes.

Dengung suara mereka membaca memenuhi ruangan

The next day, the team went to Patoyan Elementary School, the one and only school in the area. All of the 32 students from three different classes were gathered by the Headmaster into one classroom to greet the KUTU BUKU team. After the welcoming speech from Frederikus, the Headmaster, the team explained about the KUTU BUKU program.

Menyerbu meja depan memilih buku untuk dibaca

After that the box was opened and the books were scattered on the table in front of the class., The kids enthusiastically came across to the table. Each of them picked a book, read the cover, turned the pages, and took the book to their seat. They mumbled while reading the books and the sound filled the room. The teachers also took some books to read.

“We also need some readings to broaden our knowledge,” said one of the teachers to the KUTU BUKU team.

Every child who finished reading one book returned it and took another one. It was so heart-warming to see their thirst of the reading materials. Thank you, FRIENDS! Your book donations are jewels for the children in impoverished areas. Patoyan Elementary School didn’t have any library or reading area before. The books from YOU became their first collection!

Let’s continue to support Sahabat Anak’s KUTU BUKU 2014 program. Please share this information, so that we can collect more books and distribute them to the children in need in Indonesia.

Lina Tjindra

Sahabat Anak

KUTU BUKU Loncat ke Togean, Sulawesi Tengah

32 siswa SDN Patoyan berkumpul pagi itu menyambut kehadiran KUTU BUKU

32 siswa SDN Patoyan berkumpul pagi itu menyambut kehadiran KUTU BUKU

SAHABAT, kali ini program KUTU BUKU dari Sahabat Anak mengunjungi anak-anak yang ada di Desa Patoyan, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Kepulauan indah di Teluk Tomini ini sangat terkenal bagi penyelam mancanegara, terutama untuk keanekaragaman koral, biota laut, ikan, dan spesies samudera lainnya.

Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi memakan waktu hampir 2 hari. Dimulai dengan jalur udara selama 2,5 jam Jakarta – Palu ibukota Propinsi Sulawesi Tengah. Dari kota berbukit dan berpantai indah itu, Tim KUTU BUKU harus menempuh jalur darat dengan kendaraan travel selama 10 jam untukmencapai Ampana, kota Kabupaten Tojo Una-una. Dari Ampana, satu-satunya transportasi menuju Kepulauan Togean adalah menumpang kapal kayu yang disebut bodi. Salah satu bodi menempuh rute dengan menyambangi 4 desa, di mana desa terakhir adalah Desa Patoyan. Karena transit di 3 desa terlebih dahulu, perjalanan laut ini memakan waktu hampir 4 jam.

Berebut mengembalikan buku untuk mengambil buku lain

Berebut mengembalikan buku untuk mengambil buku lain

Dengung suara mereka membaca memenuhi ruangan

Dengung suara mereka membaca memenuhi ruangan

Penduduk desa yang ramah mempersilakan Tim KUTU BUKU dari Sahabat Anak menginap di rumah mereka. Setelah melepas lelah perjalanan panjang, kami berkesempatan melakukan tur singkat desa yang dihuni sekitar 70 KK ini. Sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani coklat dan kopra, sisanya nelayan. Tidak ada listrik dan air bersih. Sumber listrik hanya didapat dari generator yang dimiliki oleh sedikit orang dan dihidupkan 5 jam selepas senja. Air tawar didapatkan dari sumur dan mata air yang dialirkan ke tiga titik yang otomatis menjadi tempat mandi dancuci warga.

Menyerbu meja depan memilih buku untuk dibaca

Menyerbu meja depan memilih buku untuk dibaca

Keesokanharinya, Tim KUTU BUKU datang ke SDN Patoyan, satu-satunya sekolah di sana. 32 siswa yang terbagi dalam 5 kelas, dikumpulkan Kepala Sekolah pagi itu di satu ruangan untuk menyambut kehadiran kami. Setelah kata sambutan dari Bapak Frederikus selaku Kepala Sekolah, Tim KUTU BUKU dipersilakan menjelaskan apa itu program KUTU BUKU.

Setelah dus dibuka dan buku-buku digelar di meja depan, anak-anak langsung mengerubuti. Mereka memilih, membaca judul depan dengan cepat, membalik-balik halaman lalu membawanya kembali ke tempat duduk. Dengung dari bibir-bibir mungil yang membaca dengan bersuara, memenuhi ruangan. Di meja depan, para guru ikut mengambil beberapa buku dan membacanya. “Kami para guru juga butuh bacaan untuk menambah ilmu.” Ujar salah satu guru perlahan kepada tim dari Sahabat Anak.

Setiap anak yang selesai membaca dengan antusias kembali ke meja depan untuk mengembalikan buku dan memilih buku lain. Aduh, mengharukan melihat “kehausan” mereka akan bacaan. Terima kasih SAHABAT! Donasi Anda berupa buku anak yang masih layak baca (baru ataupun bekas) menjadi “permata” berharga bagi anak-anak di daerah yang membutuhkan. SDN Patoyan belum memiliki perpustakaan ataupun taman bacaan. Buku-buku donasi dari SAHABAT menjadi koleksi awal mereka.

Dukung terus Program KUTU BUKU 2014 Sahabat Anak! Bagikan info ini ke berbagai pihak, agar semakin banyak buku yang terkumpul dan dapat didistribusikan ke anak-anak diberbagai tempat di nusantara yang membutuhkannya.

Lina Tjindra

Sahabat Anak

%d blogger menyukai ini: