Komitmen Sebagai Lembaga Perlindungan Anak

Komitmen perlindungan anak

2014 yang disebut sebagai tahun panas – sehubungan pesta demokrasi di ranah legislatif dan eksekutif – telah terlewati. Sepatutnya tahun 2015 kita sambut dengan penuh optimisme. Mumpung pemerintah baru, orde yang baru, tatanan baru, semangat baru, dan revolusi mental baru.

Namun, perspektif optimis bukan berarti melupakan beban demografis yang masih menggelantung dan perlu sedikit demi sedikit dikikis, agar tidak memperlambat langkah bangsa dalam laju pertumbuhannya. Data kondisi anak di Tanah Air masih tidak menyenangkan, apalagi menenangkan:

• 7,4 juta anak berasal dari rumah tangga sangat miskin

• 1,2 juta balita terlantar

•3,2 juta anak terlantar

• 230 ribu anak tinggal dan bekerja di jalan

• Hampir enam ribu anak sedang menjalani proses hukum

(Kemensos RI, 2011).

Rancang biru (blue print) pemerintah, khususnya Pemda DKI Jakarta, dalam jangka pendek(1 tahun), menengah(3-5 tahun), hingga panjang(10 tahun ke atas) – belum dipaparkan secara detil ke publik. Namun, dalam salah satu kesempatan audiensi dengan Pemda DKI Jakarta, mereka menyatakan empat komitmen mereka bagi warga DKI:

• pendidikan

• kesehatan

• perumahan, dan

• pekerjaan.

Tapi ingat, komitmen tersebut hanya bagi warga DKI. Jadi, warga non-DKI akan diserahkan ke Pemerintah Pusat untuk mengurusnya, atau dikembalikan ke daerah asal.

Menimbang paparan di atas, serta tenggat waktu yang terus bergulir cepat, Sahabat Anak– sebagai lembaga yang berkomitmen dan konsisten dalam pemenuhan hak anak, khususnya anak marginal Jabodetabek –menyadari perlunya penguatan pondasi pelayanan. Bentuk penguatan itu adalah menaikkan komitmen Sahabat Anak dari lembaga pemenuhan hak anak (needs based) menjadi Lembaga Perlindungan Anak (rights based).

Peningkatan komitmen ini menjadikan prinsip-prinsip pelayanan dan aktivitas program yang dilakukan Sahabat Anak, bermuara pada satu tujuan, yakni Perlindungan Anak. Ambil contoh Akta Kelahiran bagi anak binaan yang belum memiliki – tidak lagi sekadar program advokasi pemenuhan hak identitas anak, tapi sudah menjadi keharusan untuk dipenuhi. Tanpa Akta Kelahiran, seorang anak akan sulit mendaftar sekolah, berobat di puskesmas, dirawat di rumah sakit, mendapatkan ijazah, melamar kerja, menikah, berpartisipasi politik, dan lainnya. Inilah yang dimaksud dengan rights based. Data bahwa ada sekitar 40 juta anak Indonesia belum memiliki Akta Kelahiran (Puskapa UI, 2014) kian mendorong percepatan program sosialisasi dan realisasinya.

Program pendukung komitmen Sahabat Anak selaku Lembaga Perlindungan Anak, salah satu di antaranya adalah pembuatan Kebijakan PerlindunganAnak (Child Protection Policy/CPP) dan penerapannya di tahun 2015. Sosialisasi CPP dimulai dari segala lini dan bagi setiap pribadi hingga lembaga dan perusahaan serta media yang berelasi dengan Sahabat Anak.

Keterlibatan orang tua dan tomas (tokoh masyarakat), di area di mana anak binaan tinggal, juga menjadi sasaran yang kian diperkuat guna mendukung idealisme di atas. Target dan rencana yang tidak mudah pastinya, tapi bukan berarti tidak mungkin. Dukungan dari ratusan volunter, anak-anak binaan yang telah beranjak dewasa dan berpartisipasi dalam struktur organisasi SahabatAnak, pemerintah, lembaga/LSM sejenis, mitra, institusi pendidikan, institusi keagamaan, serta media – diyakini memungkinkan komitmen di atas kertas terwujud dalam realitas.

Salam SAHABAT

Lina Tjindra

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 02/20/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: