Monthly Archives: Mei 2015

Hari Internasional Keluarga

Sahabat, hari ini kita merayakan Hari Internasional Keluarga (International Day of Families) yang dicanangkan PBB sejak tahun 1993 dan mulai diberi tema setiap tahunnya mulai tahun 1996.

Tema tahun ini adalah “Men in Charge? Gender Equality and Children’s Rights in Contemporary Families” (Laki-laki Memegang Kendali? Kesetaraan Gender dan Hak Anak dalam Keluarga Kontemporer). Salah satu yang diangkat dalam tema ini adalah kekerasan terhadap anak dalam keluarga, yang sering berakibat pada masalah tingkah laku dan prestasi belajar sang anak. Pengalaman kekerasan di masa kecil dapat juga berujung dengan diteruskannya kekerasan oleh anak itu ketika dia dewasa kelak.

Beberapa hari terakhir ini marak diberitakan mengenai penelantaran beberapa anak oleh orang tua kandung mereka. Kondisi mereka menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Polda Metro Jaya setelah laporan yang muncul dari warga sekitar keluarga tersebut. Belakangan menurut berita para orangtua tersebut terbukti positif narkoba dan juga sedang dicek keadaan jiwanya. Para anak ini sekarang sedang berada di rumah aman KPAI untuk penanganan khusus.

Selain penelantaran anak karena ketidakmampuan orangtua, masalah kesetaraan gender dalam keluarga juga diangkat. Salah satunya seperti diskriminasi terhadap hak anak perempuan dalam keluarga yang akhirnya tercermin juga dalam masyarakat dan kebijakan legal.

Selain itu sesuai tema, beberapa surat kabar juga mengangkat mengenai seperti apa keluarga kontemporer masa kini. Karena tiadanya figur ayah dan ibu dalam beberapa keluarga karena kondisi-kondisi tertentu, beberapa keluarga inti dapat terdiri dari hanya figur ayah, ibu, kakek-nenek, ataupun orang terdekat yang membesarkan sang anak.

Mungkin sebagian dari anak-anak yang dibimbing oleh Sahabat Anak juga dibesarkan dalam keluarga non-konvensional yang disebutkan di atas. Konvensional atau tidak, keluarga tetap harus terlibat dalam proses perlindungan anak.

Selamat Hari Keluarga Internasional!

http://www.un.org/esa/socdev/family/docs/IDF2015/backgroundnote.pdf

(Gracia M. Balthazar)

PAKET TAS SEKOLAH UNTUK PARA SAHABAT CILIK DI GUNUNG KUNCI

Sahabat Anak, melalui program Tas Untuk Sahabat, akan segera mengirimkan peralatan sekolah untuk adik-adik di Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) yang berlokasi di Dusun Gunung Kunci, Kecamatan Jabung, Malang, Jawa Timur. GBLN akan menjadi komunitas pertama yang menerima paket Tas untuk Sahabat.

Anak-anak Gubuk Baca Lentera Negeri

Anak-anak Gubuk Baca Lentera Negeri

***

Peternakan dan pertanian adalah sumber mata pencaharian bagi mayoritas penduduk di Dusun Gunung Kunci. Namun, sayangnya bagi anak-anak di sana, kehidupan tersebut bisa menjadi penghalang bagi pendidikan mereka. Sebagian besar anak-anak di Gunung Kunci, setelah lulus Sekolah Dasar (SD), tidak melanjutkan pendidikan formal karena harus membantu orang tua mereka di ladang atau mengurus ternak. Hanya sedikit dari mereka yang melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemampuan membaca anak-anak usia SD di sana pun masih sangat rendah dan sebagian dari mereka tidak memiliki kebiasaan membaca dan belajar yang baik.

Pada 2014, Fachrul Alamsyah, seorang guru kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah (setara Sekolah Dasar) setempat, tergerak ketika melihat kondisi tersebut. Fachrul, bersama-sama dengan beberapa kawannya, memutuskan untuk melakukan sesuatu. Mereka membangun sebuah tempat dari kayu berukuran 4 meter x 4 meter dengan harapan tempat tersebut dapat menjadi pusat belajar anak-anak. Mereka menamakan tempat itu Gubuk Baca Lentera Negeri.

Gubuk yang dikelola oleh kakak-kakak relawan tersebut – dilengkapi juga dengan koleksi buku-buku sederhana –, merupakan tempat di mana adik-adik menyadari bahwa proses belajar bisa sangat menyenangkan. Dengan kehadiran Gubuk tersebut, harapannya bukan hanya agar anak-anak dapat meningkatkan kebiasaan membaca dan menambah pengetahuan mereka, tapi juga agar para orang tua bisa menyadari akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka. Kegiatan di Gubuk diadakan setiap Sabtu setelah jam sekolah, dan kelas belajar tambahan diadakan setiap Kamis, sedangkan kegiatan membaca di perpustakaan bisa dilakukan setiap hari.

Kegiatan membaca di Gubuk Baca Lentera Negeri

Kegiatan membaca di Gubuk Baca Lentera Negeri

Kegiatan belajar yang paling digemari oleh adik-adik di sana adalah berhitung dan menggambar. Apabila adik-adik sudah mulai merasa bosan, kakak-kakak relawan biasanya menyiapkan permainan seperti Dakon (permainan tradisional), catur, atau bulutangkis. Kakak-kakak relawan meyakinkan bahwa melalui permainan atau kegiatan apapun, adik-adik tetap bisa memperoleh kesempatan untuk belajar. Tidak hanya di dalam Gubuk, lingkungan sekitar seperti ladang dan tepi sungai pun mereka gunakan untuk kegiatan belajar. Adik-adik juga belajar cara membuat pupuk kompos dan compost art; keahlian yang bisa digunakan juga untuk membantu orang tua mereka. Setelah belajar, sebagai ucapan terima kasih, ada beberapa adik yang mencari buah cokelat untuk diberikan kepada kakak relawan yang telah mengajar mereka.

kelas terbuka :)

kelas terbuka 🙂

Kegiatan belajar yang menyenangkan

Kegiatan belajar yang menyenangkan

Sayangnya, sebagian adik-adik yang duduk di kelas 6 SD seringkali tidak bisa ikut kegiatan di Gubuk setelah jam sekolah karena harus membantu orang tua mereka memberi makan ternak, memerah susu, atau mencari kayu bakar. Fachrul Alamsyah dan kawan-kawan relawan di Gubuk ini memiliki harapan nantinya bisa melihat perubahan sudut pandang masyarakat setempat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka. Sahabat Anak pun berharap bahwa paket Tas sekolah dan buku-buku yang dikirimkan dapat membantu anak-anak di sana, dan juga para orang tua, untuk semakin menghargai pentingnya pendidikan.

Gubuk Baca Lentera Negeri telah menjadi rumah kedua bagi anak-anak di Gunung Kunci, di mana mereka bisa belajar, bermain dan mengekpresikan diri mereka dengan bebas.

Di pelosok negeri, program dan kegiatan serupa telah dilakukan oleh begitu banyak orang yang peduli untuk membantu anak-anak yang membutuhkan. Terima kasih banyak untuk semua yang sejauh ini telah ikut serta berdonasi  – Paket tas dari Sahabat akan segera menjumpai Sahabat-sahabat cilik kita di Gunung Kunci. Bagi para Sahabat yang belum sempat ikut serta, masih ada waktu. Mari kita lakukan sekarang dan jadi bagian dari misi luar biasa komunitas-komunitas seperti Gubuk Baca Lentera Negeri ini.
–    Donasi Rp 100.000,- dapat ditransfer ke: BCA Kalimalang Jakarta No: 230-344-4432, atas nama: Yay Komunitas Sahabat Anak Jkt. Mohon menambahkan nominal “15” di belakang donasi Anda untuk memudahkan proses administrasi

flyer TUS_Bahasa Indonesia
–    Informasi tambahan berupa liputan dari surat kabar online lokal Malang mengenai Gubuk Baca Lentera Negeri dapat Anda baca melalui tautan berikut:  http://bit.ly/1RC4bNh dan http://bit.ly/1K5sJfm

(Alice Garner / Maria Leodora)

FIRST SET OF TAS UNTUK SAHABAT SCHOOL BAGS ON ROUTE TO MAKE A DIFFERENCE

The first set of school bags are bursting full of supplies and books as they make their way to  a new home – to the community of Gubuk Baca Lentera Negeri!

The kids of Gubuk Baca Lentera Negeri

The kids of Gubuk Baca Lentera Negeri

Sahabat Anak, through its Tas Untuk Sahabat campaign, will be sending school supplies to kids in the community of Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN), located in Mount Kunci, a small village in Jabung, Malang, East Java. GBLN will be the first of a number of communities to receive the Tas Untuk Sahabat school bags and supplies.

***

Farming provides a livelihood for most people in Mount Kunci Village; and for children, farming life often trumps education. Most children in Mount Kunci Village leave formal education after elementary school to join their parents in the field or take care of livestock. Only very few children continue on to junior or senior school. Literacy rates in Mount Kunci are very low and most children don’t make a habit of reading or learning.

In 2014, Fachrul Alamsyah, a 5th grade teacher at the local elementary school, grew frustrated with seeing the same patterns emerge year after year. So together with a few of his other friends, he decided to do something about it. They built a 4 meters x 4 meters wooden shack in Mount Kunci, with the hope that it could act as a study centre for children. They named it Gubuk Baca Lentera Negeri (Reading Shack – a Nation’s Lantern).

The Shack, armed with a humble collection of books and a dedicated group of volunteers, provides a place for the kids of Mount Kunci to realize that learning is fun. The hope is not only that the kids will use the shack to improve their reading habits and knowledge, but that their parents will finally realise the importance of education for their children. Activities in the Shack are held every Saturday after school, tutorial classes are held every Thursday, and the small library is free to access any day of the week.

Reading activity at Gubuk Baca Lentera Negeri

Reading activity at Gubuk Baca Lentera Negeri

Counting and drawing are among the kid’s favourite activities. If the kids start to get bored, the volunteers prepare educational games like Dakon (a traditional game), chess, or badminton – any game or activity can provide kids with an opportunity to learn at the Shack. The surrounding environment is utilised wherever possible with large open fields and rivers found close by, and the kids are taught to make compost fertilizer and compost art – skills that they can use when helping on the farm.  Some of the kids will finish the day by searching for cocoa fruit to give to the volunteers who have taught them – their way of saying thanks.

an open-field classroom

an open-field classroom

a fun learning activity

a fun learning activity

Unfortunately, some of the older kids can’t join in with the activities at the Shack after school because farming duties, such as feeding the livestock, milking, or looking for firewood, are seen as being more important. Fachrul Alamsyah, and others who volunteer at the Shack hope to see this change over time – as the community becomes more aware about the importance of education. Sahabat Anak hopes that the delivery of new school bags and books will help both the children, and importantly their parents, appreciate the value of learning.

The Shack has become a second home for the kids of Mount Kunci where they study, play and freely express their minds. All over Indonesia similar projects are being run by passionate people, helping thousands of children in need. A huge thanks to all those who have donated so far – your bags and books are already on their way to the kids of Mount Kunci. To everyone else – please donate now, and let’s be part of more beautiful missions like Gubuk Baca Lentera Negeri.

•    Donations in amounts of Rp 100,000.00 can be transferred into the following bank account: BCA Kalimalang Jakarta 230-344-4432, Account name: Yay Komunitas Sahabat Anak Jkt.  Donors are asked to add a nominal amount of 15 Rupiahs into their donation for administration purposes.

flyer TUS_English

•    For further reading about the work of Gubuk Baca Lentera Negeri here are two links of local online news that have covered the story of GBLN: http://bit.ly/1RC4bNh and http://bit.ly/1K5sJfm

(Maria Leodora / Alice Garner)

%d blogger menyukai ini: