Monthly Archives: Juni 2015

Kampanye SAHABAT ANAK 2015: “Kucinta Keluargaku”

Setelah belasan tahun berkecimpung dalam pelayanan anak, melalui diskusi panjang di pertengahan tahun 2014, Sahabat Anak akhirnya memberanikan diri untuk menyentuh ranah orang tua.

Satu area yang selama ini tidak telalu maksimal dijamah, mengingat ranah keluarga adalah distrik matang (mature) nan kompleks yang membutuhkan volunter dengan latar kedewasaan dari segi usia, pengalaman, dan kemampuan konseling yang mumpuni. Persyaratan variatif yang tidak terakomodir oleh volunter Sahabat Anak yang sebagian besar anak muda, mulai dari siswa SMA, mahasiswa hingga pekerja profesional yang berstatus belum berkeluarga.

Namun keyakinan bahwa keluarga adalah agen paling optimal dalam pemenuhan hak anak – mengingat interaksi anak dan orang tua yang lebih intens (7 hari seminggu, 24 jam sehari) dibanding 2-4 jam seminggu antara anak dan volunter – meruntuhkan tembok keraguan.

Pondasi hukum pun dapat disimak di Undang-undang Perlindungan Anak No. 23 tahun 2002 Pasal 26 Pasal 1 yang menyatakan bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:

  1. Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak;
  2. Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan
  3. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak.

Karenanya di tahun 2015, Sahabat Anak menggelar Kampanye bertemakan “KUCINTA KELUARGAKU” yang dimulai dengan Roadshow Sosialisasi Hak Anak ke keluarga marginal di beberapa area binaan Sahabat Anak. Roadshow diisi dengan sosialisasi Hak Anak ke para orang tua yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok dipimpin Fasilitator dengan menyertakan contoh-contoh kasus faktual pemantik diskusi.

Roadshow Sosialisasi Hak Anak di Cijantung

Roadshow Sosialisasi Hak Anak di Cijantung

Roadshow - Sosialisasi Hak Anak di Cijantung

Roadshow – Sosialisasi Hak Anak di Cijantung

Dari puluhan orang tua keluarga marginal yang berpartisipasi, lebih dari 80% mereka belum memahami hak-hak anak dan fungsi pengasuhan dengan baik, disebabkan berbagai faktor. Temuan awal ini menguatkan arti penting pendekatan keluarga dalam kampanye Sahabat Anak tahun ini.

Roadshow - Manggarai

Roadshow – Manggarai

Puncak dari Kampanye KUCINTA KELUARGAKU adalah di Jambore Sahabat Anak (JSA), event tahunan dalam rangka Hari Anak Nasional 23 Juli dan HUT RI 17 Agustus. Acara 2 hari 1 malam ini digelar 29-30 Agustus di Camping Ground Ragunan, Jakarta Selatan dengan mengundang 600 anak marjinal dari 27 area/komunitas jabodetabek. Melibatkan 300 volunter Pendamping dan 100 volunter Panitia/Tim Kerja.

Follow-up keluarga dilakukan pasca JSA (September – November 2015) dan kontinuitasnya akan ditangani oleh Sahabat Anak berdasarkan input dari monev (monitoring dan evaluasi) yang dilakukan Panitia JSA 2015.

Kampanye yang dilakukan Sahabat Anak tidak pernah bersifat eksklusif. Kesadaran akan peran keluarga (orang tua, wali, kakak, hingga kakek nenek, paman tante) dalam pemenuhan hak anak – tidak hanya ditargetkan bagi anak marjinal binaan Sahabat Anak dan mitra; namun partisipasi publik, media, institusi, pemerintah, komunitas dan lembaga lain sangat diharapkan.

Perwujudan peran orang tua/keluarga yang ideal tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu, proses, usaha dan komitmen “super”. Dan disadari sepenuhnya Sahabat Anak ataupun mitra ataupun volunter ataupun Anda, bukanlah superman yang mampu mengerjakan tugas akbar ini sendiri.

Mari saling bergandengan tangan untuk mewujudkannya. Sehingga kasus-kasus seperti kekerasan anak dalam keluarga ataupun lingkungan sekolah yang memviral karena ekspos media (sementara di dunia nyata kasus serupa terjadi hampir setiap hari terhadap anak Indonesia, namun tidak terekspos karena terjadi di area terpencil atau di jalanan, atau belum ketahuan) tidak terulang.

Saatnya menyudahi keterdiaman kita.

Mari mulai bertindak dan angkat bicara!

Nasib bangsa nanti, ditentukan generasi anak kini.

Bagi Anda yang tergerak untuk mendukung Kampanye “KUCINTA KELUARGAKU”, dipersilakan mengunduh Logo dan Header JSA 2015 di media sosial Sahabat Anak (website, FB Page, Blog, Twitter) dan memasangnya sebagai profile picture akun medsos pribadi.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

(Sahabat Anak, 2015)

Selamat Merayakan HUT Jakarta di Tengah Keberagaman

Bulan Juni merupakan bulan yang spesial bagi warga Jakarta karena ibu kota Indonesia ini merayakan ulang tahunnya yang ke-488.

Selama 488 tahun usianya, Jakarta berkembang sangat jauh dari awal berdirinya yang berupa kota pelabuhan di wilayah barat pulau Jawa. Dimulai sebagai bagian dari kerajaan Tarumanegara, salah satu kerajaan Hindu di masa lalu, pada tahun 1500, Jakarta mulai ramai dikunjungi oleh armada Eropa yang ingin berdagang. Selama abad 16 dan 17, penduduk Jakarta terus bertambah dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, membentuk kebudayaan unik yaitu budaya Betawi.

Setelah kemerdekaan, posisi Jakarta menempati kedudukan yang strategis sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi negara kita. Di sini, warga Betawi yang bermukim di Jakarta makin banyak menerima pendatang dari berbagai daerah di Indonesia hingga sekarang kota ini menjadi melting pot kebudayaan dari berbagai suku di Indonesia dengan jumlah total penduduk sekitar 10 juta orang termasuk kota satelit seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang.

Jakarta adalah ibu kota Indonesia dan budaya Jakarta adalah budaya Indonesia. Saat ini, semua orang dari berbagai latar belakang menyebut Jakarta sebagai tempat tinggal, mencari nafkah maupun menimba ilmu.

Kebersamaan dan keberagaman di Sahabat Anak :)

Kebersamaan dan keberagaman di Sahabat Anak 🙂

Tentu saja pertumbuhan Jakarta tidak terlepas dari berbagai permasalahan sosial, termasuk di antaranya kemiskinan serta masalah urban lainnya. Sejak tahun 1997, Sahabat Anak telah aktif menjadi penggiat hak-hak anak kaum marjinal di kota ini. Keberagaman di Sahabat Anak pun pastinya mencerminkan keberagaman Jakarta.

Sebagai sukarelawan Sahabat Anak, kami membuka kesempatan bagi rekan-rekan dari aneka latar belakang. Walaupun berasal dari pelbagai latar, kita semua diikat oleh komitmen satu misi yaitu menjadi sahabat bagi anak-anak kaum marjinal. Kebersamaan dalam keberagaman itulah yang menjadikan rekan-rekan volunter Sahabat Anak tetap menjunjung identitas mereka masing-masing karena kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memperjuangkan hak-hak anak Indonesia.

Selamat merayakan ulang tahun Jakarta ke-488. Selamat merayakan keberagaman kita.

Salam Sahabat!

(Maretha Sambe)

Sports Day Sahabat Anak Grogol: “Sportif, Sehat, Kreatif, Bersemangat!”

Foto Bersama Sports Day SA Grogol

Foto Bersama Sports Day SA Grogol

Pada 2 Juni lalu, bertepatan dengan hari Waisak, adik-adik dari Sahabat Anak Grogol berkumpul bersama kakak-kakak volunter untuk mengikuti Sports Day. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan Sahabat Anak Grogol yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri adik-adik, khususnya di bidang olahraga dan permainan. Sports Day diharapkan menjadi ajang para adik belajar bersaing secara sportif dan sehat; serta memotivasi untuk lebih kreatif dan selalu bersemangat.

Dalam rangka melaksanakan kegiatan positif ini, Sahabat Anak Grogol didukung oleh PPSM GKI SW JABAR. Dukungan yang diberikan adalah penyediaan lapangan olahraga, yaitu Lapangan Penabur yang berlokasi tak jauh dari Rumah Karya – markas Sahabat Anak Grogol. Sejak pagi, adik-adik dan kakak-kakak volunter telah berkumpul di Rumah Karya. Semuanya tampak kompak mengenakan kaos berwarna putih dan sepatu olahraga.

Setelah berjalan dan sampai di Lapangan Penabur, acara pun segera dimulai. Diawali dengan sambutan dan doa dari Koordinator Sahabat Anak Grogol, yaitu Kak Yonathan. Kemudian, panitia dan peserta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Acara dilanjutkan dengan Senam Ceria. Selain memompa semangat adik-adik, senam ini juga menjadi pemanasan sebelum mereka mulai berlomba.

Kakak-kakak panitia membagi adik-adik ke dalam 8 kelompok. Kelompok ini disesuaikan usia dan kelasnya, mulai dari kelas TK sampai kelas SMA. Agar kegiatan Sports Day semakin ceria, setiap kelompok diminta membuat yel-yel bersama kakak pendamping kelompok. Walaupun ada yang malu-malu, tiap kelompok cukup kreatif dengan yelnya masing-masing. Setelah semua kelompok tampil dengan yel-yel, pertandingan pun dimulai.

IMG-20150616-WA0004

IMG-20150616-WA0003

Pertandingan pertama adalah Racing Flag, pesertanya adalah 2 kelompok kelas TK. Pertandingan ini mirip dengan lari estafet, adik-adik diminta berlari mengambil bendera lalu kembali dan bergantian dengan teman kelompoknya. Pemenangnya adalah kelompok yang tercepat mengambil semua bendera.

Pertandingan selanjutnya diikuti kelompok kelas 1-3 SD. Pertandingan untuk kedua kelompok adalah Volley Baloon. Pertandingan ini memiliki peraturan yang sama dengan voli, hanya saja bolanya adalah balon. Kemudian pertandingan dilanjutkan dengan kelompok kelas 4-6 SD, yakni adalah Semi Kasti, di mana kelompok yang ada di dalam kotak harus menghindari lemparan bola dari kelompok di luar kotak. Lalu, pertandingan terakhir untuk kelompok kelas SMP-SMA adalah Futsal.

IMG-20150616-WA0002IMG-20150616-WA0001

Adik-adik antusias sekali mengikuti tiap pertandingan. Bukan hanya peserta dalam pertandingan, tetapi juga para penontonnya. Setelah semua pertandingan selesai, para pemenang pun diumumkan. Adik-adik mendapatkan medali dan bingkisan. Bukan pemenang yang menjadi inti dari pertandingan di Sports Day, tetapi kebersamaan dan keceriaan yang dirasakan para peserta dan panitianya.

=============

 

Testimoni Adik Sahabat Anak Grogol

Kegiatan Sports Day baru pertama kali diadakan di Sahabat Anak Grogol. Tadinya Dimas berpikir acara Sports Day itu hanya pertandingan futsal. Ternyata pertandingannya banyak, tak hanya olahraga tapi ada permainannya juga. Menurut Dimas, pertandingan olahraga seperti ini lebih seru. Ia mengaku saat bertanding Semi Kasti bersama kelompoknya, Dimas menganggapnya seperti bermain dan bahkan bikin tertawa. Dimas berharap acara Sports Day bisa diadakan setiap bulan saat hari libur. Dimas juga mengusulkan pertandingannya ditambah Bulutangkis dan Basket.

Dimas Prasetio (Kelas 6 SDN Tanjung Duren Utara 02 Pagi)

Adik yang biasa dipanggil Echa ini sempat penasaran dengan kegiatan di Sports Day. Awalnya ia berpikir bahwa kegiatan ini adalah pertandingan futsal. Menurutnya, acara ini seru karena semua teman-teman dari TK sampai SMA ikut serta. Biasanya acara olahraga hanya futsal dan melibatkan kelas SMP – SMA saja. Selain pertandingan yang seru, Echa menganggap penampilan yel-yel juga menarik. Sorakan dari kelompok lain malah bikin kelompok yang tampil tertawa. Ia berharap acara ini diadakan lagi setiap minggu atau setiap bulan.

Meisya Silviana (Kelas 1 SMPN 83)

Penulis: Yoan

%d blogger menyukai ini: