Si Sulung Mandiri Kini….

Sahabat Anak Prumpung lahir sebagai salah satu follow up Jambore Anak Jalanan tahun 1999. Awalnya diharapkan
melalui bimbel (bimbingan belajar) yang hadir di tengah komunitas padat Jakarta Timur itu, intensitas pertemuan antara volunter dan anak meningkat dan tersedia ruang untuk berbagi ilmu. Di saat yang sama, kedua pihak bisa
saling mengenal, juga dengan orang tua mereka. Sehingga PERSAHABATAN sungguh TERJALIN.

SA Prumpung sering disebut Si Sulung karena dianggap area pertama binaan Sahabat Anak. Karenanya Prumpung
kerap menjadi pionir dalam berbagai hal. Mulai dari program hingga volunternya yang kemudian tersebar ke area-area binaan lain setelah “digodok” di Prumpung. Berawal dari hanya 20 anak hingga mencapai 250 anak binaan
yang rata-rata orang tuanya pedagang kaki lima, buruh, penjual mainan, dan pedagang jajanan gerobak/pikulan.
Jadwal belajar yang tadinya hanya seminggu sekali menjadi intensif 5 kali seminggu.

Program belajar pun kian variatif. Setiap tahun ketika evaluasi program, ada saja program baru yang dilontarkan oleh volunter ataupun adik-adik. Kehausan mereka akan pendidikan, kian memompa semangat kakak volunter untuk terus membagikan ilmu dan pengalaman kepada adik-adik.

Tantangan klasik yang pernah dihadapi SA Prumpung adalah turn over volunter yang semuanya kaum pekerja. Program belajar yang diadakan pada hari biasa usai jam kerja, yakni pukul 7-9 malam, menjadi tantangan yang tidak serta merta menghambat niat para volunter untuk bertemu adik binaan. Dari yang awalnya hanya bimbel,
program-program terus berkembang. Ada kelas ketrampilan dan bahasa, kemudian dihadirkan perpustakaan. Ini
untuk menjawab permintaan adik-adik mendapatkan akses buku-buku selain buku sekolah.

Ide program-program SA Prumpung sebagian besar datang dari adik-adik sendiri. Ide tersebut muncul dari quality
time yang dihabiskan volunter dan adik. Kakak tinggal mengarahkan untuk bisa menemukan apa sebenarnya yang menjadi keinginan terdalam mereka. Demikian juga ceritanya dengan Perpustakaan Prumpung sebagai salah
satu program favorit kakak dan adik. Awal mulanya ketika salah satu volunter yang gemar membaca sering membawa buku-buku koleksinya dan membacakan untuk adik-adik. Atas bantuan satu temannya, dibelilah 1 kontainer kecil buku bacaan sebagai koleksi perdana SA Prumpung. Kini 1 kontainer kecil sudah berkembang
menjadi 1 rumah bacaan yang buku-bukunya berasal dari sumbangan para sahabat, entah itu buku baru atau buku
bekas yang dihibahkan dari sekolah, komunitas atau lembaga.

Selain perpustakaan yang ada di Rumah Belajar, muncul Gerobak Pintar, yakni membawa gerobak berisi buku-buku
bacaan yang dibawa keliling kampung dengan target anak-anak yang belum terjangkau.

15 tahun usia SA Prumpung, memampukannya mencetak adik-adik binaan yang menjadi teladan bagi area binaan Sahabat Anak lainnya. Sering terlintas di pikiran kami bahwa suatu saat adik-adik akan menjadi pemimpin. Bahwa
regenerasi akan terjadi, perlahan namun pasti. Bahwa suatu saat, Sahabat Anak akan menyerahkan kegiatan di Rumah Belajar Prumpung ke Komunitas Prumpung  untuk dikelola swadaya. Dalam 3 tahun terakhir, sejak adik-adik binaan usia remaja mulai diberi kesempatan menjadi Pengurus, peralihan deskripsi kerja ke mereka berjalan baik dengan pesan utama “jaga kebersihan/kerapian ruangan.”

Dan, akhirnya saat itu tiba. SA Pumpung telah dewasa dan memungkinkan anak-anak binaan mengambil alih tongkat estafet dari pengurus sebelumnya. Tantangan kedua, adalah pelepasan Si Sulung dari induknya (Sahabat Anak) sehubungan administrasi, pendanaan, dan hal-hal teknis lainnya.

Mengingat baik Sahabat Anak maupun adik-adik binaan Prumpung memiliki ikatan kuat, hal ini tidaklah gampang dilakukan. Tapi keinginan untuk melihat Prumpung mandiri, memberi kesempatan kepada komunitas itu untuk mengambil bagian mengembangkan generasi mereka sendiri di lingkungan mereka sendiri adalah hal yang harus dilakukan. Maka intinya, Sahabat Anak Prumpung tidak terikat lagi secara organisasi dengan Sahabat Anak. Hubungan yang tadinya anggota, telah berubah menjadi mitra. Masih ada beberapa program yang merupakan kerjasama kedua belah pihak secara independen. Keduanya tetap saling dukung dan saling membangun satu sama
lain.

Mari kita dukung langkah kecil menuju kedewasaan (community development) bagi Komunitas Prumpung.
Selamat jalan, Sulung….
Selamat datang, Mitra.

Dear Prumpungers : Be well, do good work, and keep in touch. ~Garrison Keillor

(SIMSIM)

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 09/04/2015, in Bahasa Indonesia, Prumpung, Sahabat Anak News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: