Kebersamaan yang Indah di Jambore Sahabat Anak XIX

“Ikatan keluarga sesungguhnya bukan hanya karena mereka sedarah, namun karena mereka saling menghargai dan menciptakan kebahagiaan satu sama lain.” –Richard Bach-

JSA XIX (1)

Untuk ke-19 kalinya, Yayasan Sahabat Anak kembali mengadakan Jambore Sahabat Anak (JSA) di Buperta Ragunan pada 29-30 Agustus 2015 lalu. Acara yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan camping selama 2 hari 1 malam ini mengusung kampanye bertema “Kucinta Keluargaku”. Kampanye tersebut digaungkan oleh Yayasan Sahabat Anak, karena mereka menyadari bahwa keluarga merupakan agen paling optimal untuk memenuhi hak-hak anak.

Sebelum kegiatan JSA XIX dilaksanakan, Yayasan Sahabat Anak melalui tim KPK (Kakak Pendamping Keluarga) juga telah mengadakan sosialisasi dan pendampingan intensif kepada keluarga-keluarga peserta jambore. Mereka mengunjungi keluarga tersebut untuk berbagi dan membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi antara orangtua dengan anak, juga anggota keluarga lainnya.

Persahabatan yang terjalin antara tim KPK dengan orangtua selama kunjungan dan kakak pendamping bersama adik ketika mengikuti rangkaian acara JSA XIX diharapkan dapat membantu mereka untuk memahami peran keluarga dalam pemenuhan hak-hak anak. JSA XIX diikuti oleh 600 adik yang berasal dari 23 area di Jabodetabek, 300 kakak pendamping, dan 200 sahabat panitia, serta tim kerja yang turut menanamkan makna kebersamaan dalam acara ini.

Konsep yang Berbeda

JSA XIX (6)Sesuai dengan tema kampanye “Kucinta Keluargaku”, seluruh kegiatan yang dilakukan di JSA XIX pun lebih menekankan pada kebersamaan dan arti sebuah keluarga bagi adik-adik peserta bersama kakak pendampingnya. Ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana setiap permainan dilakukan dalam bentuk kompetisi antar tenda. Kali ini, semua permainan hanya dilakukan oleh 1 tenda saja dengan melibatkan seluruh anggota timnya.

Salah satu permainan yang paling seru adalah Memindahkan Gunung. Dalam permainan ini, seorang kakak pendamping diminta untuk naik ke atas terpal, kemudian diangkat oleh beberapa adiknya dari garis start ke finish yang sudah ditentukan panitia. Rasa saling percaya, kekompakan, dan kerja sama pun dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan permainan ini dengan baik. Sama dengan hal-hal yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia.

Selain itu, ada pula kegiatan yang bernama Tenda Aspirasi. Di sini, adik-adik bersama kakak pendamping diminta untuk saling mencurahkan isi hati mengenai keluarga mereka dan menuliskannya di dalam pohon harapan. Berbagai kalimat menyentuh ditorehkan oleh adik-adik, seperti Adik Nur dari area Grogol yang ingin menjadi sarjana dan mendapat pekerjaan, sehingga ayah-ibunya bisa menikmati masa tuanya tanpa harus bekerja. Ada pula Adik Adul dari area Buaran yang ingin ibunya berhenti merokok, agar tidak sakit-sakitan dan bisa terus menjaganya. Tidak sedikit yang meneteskan air mata saat membaca harapan-harapan mereka.

Tidak lengkap rasanya kalau adik-adik tidak diajak bergembira bersama di malam panggung hiburan yang selalu tampak layaknya sebuah konser megah. Semua adik dan kakak pendamping pun berkumpul di tengah lapangan untuk bergoyang, bernyanyi, serta menikmati penampilan sulap yang lucu dan menghibur. Adik-adik dari beberapa area juga berkesempatan untuk menunjukkan kebolehan dance mereka di panggung JSA XIX ini. Semangat kebersamaan dan kegembiraan benar-benar terasa di malam itu!

 Ratusan Bunga Tanda Kasih
Waktu 2 hari 1 malam rasanya memang tidak akan cukup bagi adik-adik dan kakak pendamping untuk menikmati kebersamaan mereka, tetapi perpisahan harus terjadi. Sebuah perpisahan yang indah pun disiapkan oleh panitia sebagai ucapan terima kasih atas kerjasama para PJ Tenda, serta kakak pendamping selama 3 bulan terakhir. Namun, kakak pendamping dan adik-adik diharapkan tetap bisa bertemu dalam kegiatan belajar di setiap areanya.
Di akhir acara penutupan, ratusan bunga telah disebarkan kepada adik-adik secara tersembunyi untuk diberikan kepada PJ Tenda dan kakak pendampingnya. Keharuan pun muncul ketika mereka menerima setangkai bunga cantik dari adik-adik yang didampingi. Tidak sedikit pula adik, kakak pendamping, dan PJ Tenda yang terus berpelukan seolah tidak mau melepaskan kebersamaan mereka. Suasana pun semakin mengharukan ketika mereka diminta untuk berpelukan sambil menyanyikan lagu Sahabat dari Lumier.

Sahabat, kau yang selalu ada, kau yang selalu hadir, kau yang selalu setia. Aku kan berada, aku kan di sisi, aku kan setia, tak kan berpisah kau dan aku.”

JSA XIX (4) 

Terima kasih untuk kebersamaan yang tak terlupakan selama 2 hari ini, Sahabat! Terima kasih juga kepada Sahabat Panitia dan tim kerja yang sudah bekerja keras selama sekitar 6 bulan untuk menyiapkan semua keperluan JSA XIX; Sahabat Pendukung yang telah memenuhi semua kebutuhan dana, konsumsi, hadiah, perlengkapan, dan lainnya; Sahabat Media yang turut menyebarkan semangat kampanye “Kucinta Keluargaku”. Sampai jumpa di JSA tahun depan!

(Dina Disi Siahaan)

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 09/11/2015, in Bahasa Indonesia, Events, Jambore Sahabat Anak, Pengalaman and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: