Monthly Archives: Agustus 2016

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 di Gandaria 8, Jakarta Selatan, Sahabat Anak mengikuti runner briefing Bromo Marathon 2016 dari Indokasih. Selain Sahabat Anak, datang juga beberapa perwakilan dari 3 organisasi lainnya: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia. Inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan para pelari penggalang dana dengan yayasan/organisasi yang diwakilinya di Bromo Marathon pada 4 September 2016 nanti, agar mereka makin menghayati penggalangan dana ini.

IMG_1594[1]

Indokasih sudah 2 tahun menjalankan digital charity/fundraising. Dalam hal ini Indokasih tidak mengadakan acara penggalangan dananya sendiri secara konvensional, namun bergabung dengan acara yang digelar pihak lain. Tahun 2016 sendiri merupakan awal keterlibatan resmi Indokasih di Bromo Marathon yang berkolaborasi dengan penyelenggara acaranya, sedangkan di tahun-tahun  sebelumnya mereka terlibat di acara race seperti Bali dan Jakarta Marathon, serta NusantaRun. Caranya adalah para pelari, melalui website Indokasih, mengumumkan target pengumpulan dana dan race yang diikutinya. Jumlah dana yang terkumpul bisa terus dipantau secara online di website. Intinya, mereka yang capek berlari, persiapan berbulan-bulan, mengurus dan membiayai sendiri transpor serta akomodasi mereka, kita hanya tinggal klik untuk menyumbang. 🙂

Previous Run.png

Mengapa sekarang 4 yayasan ini yang dirangkul dalam fundraising? Alasan utamanya karena keempat yayasan ini bergerak di bidang pendidikan.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa merupakan yayasan pendidikan gratis di Bintaro bagi anak-anak putus sekolah dengan program kakak asuh. Para runner yang menggalang dana bagi YPAB ingin agar anak-anak lulusan Kelas Kesetaraan Kejar Paket C bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
  • Care4Kids Indonesia menjalankan School Development Program yang mendampingi pemulihan sekolah di Jakarta, berfokus pada kualitas guru, manajemen dan infrastruktur/fasilitas sekolah. Para runner yang mewakili mereka akan berusaha membantu sekolah Teruna Persada yang sebagian besar siswanya berprestasi tinggi di bidang olahraga, namun kurang dalam pendidikan.
  • Wahana Visi Indonesia melalui para runner-nya berusaha menggalang dana untuk membangun PAUD di desa Samalantan, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, tentunya sesuai dengan program kami tahun ini, Gizi Untuk Prestasi, akan menggunakan dana yang terkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi anak. Langsung setelah Bromo Marathon, para volunter/runner akan bergabung di acara roadshow SA di Malang untuk membagikan paket kotak makan dan bekal minum bagi anak dan acara-acara lainnya yang melibatkan orang tua.

Berikut link pelari untuk Sahabat Anak, silahkan di-cek dan sebarkan profil mereka:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

Untuk list lengkapnya silahkan cek di sini.

Apakah di antara Sahabat atau kenalannya ada yang ikut Bromo Marathon tahun ini? Atau mungkin Sahabat adalah salah satu runner yang mewakili Sahabat Anak? Jangan lupa komen di bawah ya, dan sampai jumpa di Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

Iklan

71 Tahun Indonesia Merdeka, Mari Berbagi

Hai, Sahabat. Kembali kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun ini. Tanpa terasa, setahun sudah berlalu sejak blog entry terakhir kami mengenai kemerdekaan – 70 Tahun (Anak) Indonesia Merdeka?, yang mengangkat pertanyaan retorik apakah dalam kemerdekaan ke-70 RI, anak-anak Indonesia juga sudah turut mengecap kemerdekaan mereka.

Pertanyaan tahun lalu masih bisa kita tanyakan juga di tahun ini. 71 tahun Indonesia merdeka, apakah anak Indonesia sudah merdeka dari penelantaran dan kekerasan? Hampir separuh anak usia 7 – 17 tahun putus sekolah. Masih ada anak-anak usia 10 – 17 tahun yang bekerja (child labour). Angka kematian bayi dan balita masih jauh dari target MDG (Millenium Development Goals) – yakni 34 kematian bayi dan 44 kematian balita per 1.000 kelahiran. Belum lagi anak korban trafficking, malnutrisi, tidak memiliki identitas (akta lahir), dan data-data memilukan lainnya.

Ada satu kalimat yang mengatakan bahwa butuh warga sekampung untuk membesarkan seorang anak. Sangat bisa diterima jika status kalimat itu dinaikkan, menjadi “Butuh satu bangsa untuk membesarkan anak-anak.” Dalam usaha kami sebagai bagian dari bangsa, Sahabat Anak tahun ini mengerjakannya dengan program “Gizi Untuk Prestasi”. Kegiatan program ini tidak bisa berjalan baik tanpa peran serta berbagai komunitas dan unsur masyarakat serta keluarga.

Beberapa hal yang telah dijalankan tahun ini adalah Roadshow keliling Jawa dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, bekerja sama dengan Fitbar Donor Kalori. Setelah Fitbar, saat ini kami sedang bekerja sama dengan Berbagi.com dan Indokasih untuk terus menggencarkan Program Gizi tahun ini.

Kami berusaha menyatakan kemerdekaan ini dengan berbagi, mengerjakan apa yang kami bisa dengan apa yang kami punya. Maukah Sahabat melakukan hal yang sama? 🙂

Dirgahayu Indonesia, dirgahayukan juga anak-anak kita!

%d blogger menyukai ini: