Monthly Archives: Oktober 2016

88 Tahun Sumpah Pemuda: Mencintai Kembali Bahasa Indonesia

88-tahun-sumpah-pemuda-1

Apa hubungannya Sumpah Pemuda dengan Bulan Bahasa dan Sastra yang diadakan secara nasional? Untuk mengetahuinya kita perlu menengok sejenak ke sejarah tercetusnya Sumpah Pemuda.

Hingga periode tahun 1925, cukup banyak pemuda Indonesia yang telah mengecap pendidikan bahkan hingga tingkat pendidikan tingggi. Hal ini menyebabkan mulai terbentuknya berbagai organisasi kepemudaan, seperti Jong Java, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Soematranen Bond, Pemoeda Kaum Betawi, dan sebagainya. Namun berbagai organisasi ini sifatnya masih kedaerahan.

Kemudian, Kongres Pemuda Pertama dan Kedua diadakan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1926 dan 1928 berdasarkan keinginan yang sama: mempersatukan berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia karena memiliki kesamaan tujuan dan cita-cita. Di Kongres Pemuda II inilah, Sumpah Pemuda, yang menjadi tonggak sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928.

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bah
asa Indonesia.

Ikrar yang diucapkan 88 tahun lalu ini menjadi tonggak sejarah perjuangan Indonesia, yang membawa kita ke dalam kemerdekaan 71 tahun yang lalu. Bahasa Indonesia menjadi jati diri dalam pengakuan bahwa kita bertumpah darah dan berbangsa yang satu: Indonesia. Memang benar semboyan bahwa bahasa menunjukkan bangsa. Hampir bisa dipastikan ke manapun kita bepergian di negara ini yang mencakup ribuan pulau dan ratusan bahasa daerah, kalaupun kita tidak mengerti bahasa penduduk setempat, kita masih bisa berkomunikasi dengan mereka dalam Bahasa Indonesia.

Pentingnya bahasa Indonesia sebagai identitas sekaligus pemersatu bangsa inilah mengapa setiap tahunnya sejak tahun 1980, Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra menjelang dan selama bulan Oktober di berbagai wilayah di Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Puncak Bulan Bahasa dan Sastra ini akan dirayakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober, setelah sebulan lamanya berbagai kegiatan diadakan di 30 provinsi.

Apa yang akan Sahabat lakukan di Hari Sumpah Pemuda? Teman-teman yang melakukan kegiatan sukarela mengajar bisa melakukan kegiatan semacam bulan atau minggu bahasa yang menjadi ajang berkekspresi dan berkarya, sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia mereka. Rekan-rekan yang menjadi orang tua atau di dunia pekerjaan dapat lebih mempraktikkannya dalam keseharian, seperti ketika berkomunikasi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan keluarga dan rekan kerja. Atau mungkin Sahabat ada yang tertarik menjadikan tanggal 28  Oktober sebagai challenge day: sebisa mungkin sepanjang hari berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar :). Kalau ada yang tertarik, bisa lho mengacu ke Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Mari kita teruskan kecintaan berbahasa Indonesia, dan turunkan juga kepada generasi penerus kita.

Iklan

4B untuk Sumbawa

Roadshow Gizi Untuk Prestasi di Sumbawa.JPGBerawal dari selintas niatan untuk bergerak di bidang sosial, terutama bagi adik-adik di daerah saya yang masih kurang beruntung dalam mengakses segala fasilitas dan informasi di bidang pendidikan. Tidak lebih dari dua bulan, niat tersebut akhirnya terwujud berkat bantuan dan kerja sama dengan teman-teman di Yayasan Sahabat Anak dan Fitbar Donor Kalori.

Mengusung tema “Gizi untuk Prestasi”, saya bersama 2 teman, Kakak Diyen dan Kakak Ary, tanggal 7 Oktober 2016mengadakan penyuluhan gizi di SDN Badas Sumbawa.

Acara yang direncanakan mulai jam 9 pagi, terpaksa mundur hampir satu jam karena kendala teknis.Listrik yang kami butuhkan untuk presentasi menggunakan laptop dan proyektor, tidak dapat digunakan.Kami hampir mengganti metode presentasi mengingat waktu terus berkutat. Dengan sangat supportive-nya, para guru membantu kami untuk berpindah kelas yang dilengkapi dengan aliran listrik. Itu pun diawali dengan daya listrik yang tidak cukup. Sehingga beberapa fasilitas yang perlu listrik seperti bel sekolah, harus mengalah kala itu. Maklum, sekolah ini letaknya cukup jauh dari pusat kota, minim akan fasilitas.

Awalnya, kendala ini sempat menyurutkan semangat kami. Namun, melihat antusiasme murid SDN kelas 4 dan 5, semangat kami mulai bangkit lagi. Mereka dengan sabar menunggu kami, dengan raut mukapenasaran akan apa yang kami bagikan. Penyuluhan yang diikuti oleh 35 siswa ini akhirnya bisa dimulai sekitar pukul 09.45 WITA .

Di permulaan acara, siswa dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok dibagikan gambar 20 jenis makanan. Tiap kelompok memilih beberapa jenis makanan yang akan mereka letakkan di satu piring makan. Sebanyak 3 kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan menu makanan tiap piringnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka akan menu makan bergizi dan berimbang. Beberapa kelompok sudah mampu menyusun menu makanan sesuai dengan konsep menu seimbang. Walaupun masih ada kelompok yang meletakkan nasi dan mie dalam satu piring. Namun, dengan penjelasan mengenai konsep 4B -yaitu bergizi, beragam, berimbang dan bersih – anak-anak akhirnya mampu menyusun menu makan sesuai dengan konsep tersebut.

Didampingi sekitar 6 guru, acara yang kami selenggarakan berjalan cukup kondusif. Anak-anak sangat aktif dan berani menjawab beberapa pertanyaan yang kami lontarkan. Mereka juga sangat antusias memperagakan gerakan Tepuk 4B. Video yang kami putar juga sangat menarik perhatian mereka. Hingga pada akhir acara, mereka cukup paham konsep 4B.

Secara keseluruhan, acara ini mendapatrespon luar biasa baik dari anak-anak serta pihak sekolah. Para guru di SDN Badas Sumbawa berharap agar kegiatan bermanfaat ini bisa terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain di Sumbawa Besar.

 

Titien, volunter

%d blogger menyukai ini: