4B: Bergizi, Beragam, Berimbang, Bersih

Syukur kepada Tuhan YME yang selalu hadir menyertai, mencukupkan, dan memampukan setiap detil perjalanan kampanye Hari Sahabat Anak (HSA) sepanjang tahun 2016. Tema mengenai gizi sendiri awalnya terasa sebagai ‘makanan asing’ yang perlu kami promosikan kepada masyarakat, anak-anak dan orangtua di Indonesia, khususnya yang berlatar-belakang sosial ekonomi menengah ke bawah atau marginal. Mengapa asing? Hal ini dikarenakan panitia inti yang terbentuk di awal tidak memiliki pengalaman dan bahkan tidak punya pengetahuan yang memadai tentang gizi. Namun melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, rasanya pesan ini penting untuk dikemas menjadi sesuatu yang enak dan mudah dicerna bagi yang menerimanya.

Bergizi. Proses kampanye ini dari awal persiapan hingga akhir bisa dikatakan adalah sebuah menu makanan yang bergizi. Bergizi salah satu indikasinya adalah makanan yang dimakan membuat tubuh fit dan dapat beraktivitas dengan optimal. Awalnya sempat ragu dengan target yang ditetapkan tapi ternyata setiap ‘suapan’ atau proses yang dilakukan tidak membuat orang-orang yang mengerjakannya jatuh sakit dan bahkan sebaliknya, bisa tetap memiliki tenaga dan ide-ide serta semangat hingga akhir.

Beragam. Keberlangsungan program ini benar-benar berkat campur tangan berbagai pihak dengan latar belakang yang beragam. Di internal kepanitiaan sendiri, keterbatasan yang awalnya dirasakan karena minimnya wawasan tentang gizi kemudian terisi oleh teman-teman pakar gizi dan kesehatan yang secara sukarela membagikan ilmunya dan menyusun materi kampanye. Pun pihak yang mendukung program ini bervariasi, mulai dari perusahaan, komunitas, sekelompok teman bermain, keluarga, hingga individu turut serta ambil bagiannya masing-masing sesuai kapasitasnya. Tentunya citarasa paling kuat dan menjadi tidak bosan untuk dinikmati adalah karena kerjasama yang diberikan terutama oleh kakak-kakak pengurus dan juga teman-teman panitia HSA 2016.

Berimbang. Bersyukur sekali karena kerinduan untuk menyebarkan pesan ini tidak hanya dirasakan oleh komunitas binaan SA atau mitra-mitra di Jabodetabek melainkan dapat disebarkan dan dinikmati juga oleh anak-anak dan masyarakat di 31 area di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Palangkaraya, Jawa, Sumbawa, hingga ke Papua. Meski sudah memiliki materi pokok, tetapi bentuk kegiatan dan materi yang disampaikan sedapat mungkin porsinya disesuaikan dengan karakteristik area yang didatangi agar benar-benar tepat sasaran.

Bersih. Tulisan yang dibuat dalam laporan ini adalah bentuk pertanggung-jawaban kami kepada Yayasan Sahabat Anak, masyarakat, serta pihak-pihak yang selama setahun kemarin telah bersama-sama mengupayakan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi. Ada beberapa area yang memang tidak sempat didokumentasikan ke dalam bentuk tulisan tetapi semoga hal-hal yang disampaikan dalam laporan ini memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang sudah dikerjakan lewat program kampanye ini. Kami juga bersyukur karena sekalipun kampanye ini sudah selesai, beberapa area lokal berinisiatif melanjutkan gerakan ini di tempatnya guna memenuhi hak anak untuk mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.

KEPANITIAAN HSA 2016

Pembina                             : Alles Saragi

Steering Committee       :

–        Dian Novita

–        Simbur Hasibuan

–        Hanna Tresya

–        Frisca Hutagalung

–        Theresia Tobing

–        Francisca Tuning

Koordinator                        : Saskia Rosita Indasari

Wakil koord. Sekretaris  : Fadhillah Falaah

Bendahara                            : Mery (Staf Keuangan SA)

Humas                                   : Ari Muci dan Sri Haryati (Staf Humas SA)

Publikasi                               : Vidia Paramitha

Acara                                      : Indriyaningsih, Nurayu

Tim Materi                            :

–        M. Renandra Ichansyah

–        Yunita

–        Imelda C Purba

–        Sari

–        Ezria Adyas

–        Sandra

panitia

Enter a caption

“There’s no an instruction manual on how to deal with success, so you just have to rely on having great friends and a good team.”

-Bryan Adams

 

Rangkaian Kegiatan HSA 2016

(Februari 2016 – Januari 2017)

I.  PRA KEGIATAN

roadshow

Setelah tema “Gizi untuk Prestasi” disampaikan kepada panitia yang terbentuk, kami mencoba melakukan Brain Storming mengenai materi gizi apa yang tepat untuk diberikan kepada peserta Hari Sahabat Anak. Setelah berdiskusi cukup panjang selama kurang lebih 2 bulan (Februari – Maret), akhirnya konsep 4B (Bergizi, Berimbang, Beragam, dan Bersih) yang dipilih untuk merepresentasikan kampanye Gizi Untuk Prestasi sepanjang tahun 2016 bagi anak-anak Indonesia, khususnya yang berlatar belakang dari keluarga marginal.

Isi konten dari materi Gizi Untuk Prestasi kemudian disusun oleh satu tim yang beranggotakan teman-teman dengan latar belakang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat, yaitu: M Renandra, Ezria Adyas, Imelda, Sari, dan Yunita. Selain materi, theme song 4B yang dinyanyikan oleh Aditya Aziz dan dibuat oleh Imam Saloso, permainan edukasi berupa kartu-kartu permainan dan ular tangga 4B (terlampir), lalu ada juga booklet untuk dibagikan ke orang tua yang didesain sedemikian menarik untuk mengisi rangkaian kegiatan roadshow.

Pada proses persiapan, panitia juga mengundang 2 orang perwakilan dari setiap area yang sudah dipilih untuk ditawarkan program kampanye “Gizi untuk Pestasi” ini. Sosialisasi pun dilakukan kepada area-area yang diundang dan momen tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan form data karakteristik area yang perlu diisi. Panitia juga mencari informasi ke setiap area yang akan didatangi untuk mendapatkan gambaran isu atau permasalahan sehingga diharapkan materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan area tersebut. Seluruh area, baik komunitas binaan Sahabat Anak maupun mitra patut diapresiasi karena sangat kooperatif dalam proses persiapan dan juga pelaksanaan hari H. Sumber daya yang terlibat baik untuk pemandu acara (MC) dan juga fasilitator sedapat mungkin turut melibatkan peran serta volunter area yang bersangkutan.

II.  ROADSHOW

Kegiatan kampanye “Gizi untuk Prestasi” yang menyasar baik anak-anak marginal usia (pra) sekolah hingga remaja dan juga orang tua sebagai peserta telah dilakukan di 31 area di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Sumatera Utara (8 area), Jakarta (9 area), Bekasi (3 area), Bogor, Cirebon, Tasikmalaya, Kudus, Yogyakarta (2 area), Malang (2 area), Sumbawa, Palangkaraya, dan Timika Papua.

peta.jpg

Ket: Peta penyebaran roadshow “Gizi untuk Prestasi” di Indonesia sepanjang tahun 2016

Berikut gambaran area yang berpartisipasi dalam program ini beserta gambaran jumlah peserta baik anak-anak orang tua/wali, guru atau pendamping (volunter) yang telah mendapatkan edukasi “Gizi untuk Prestasi”:

untitled

KESIMPULAN

Dengan dilakukannya program kampanye pemenuhan hak anak untuk mendapat makanan yang sehat dan bergizi lewat “Gizi untuk Prestasi’ di sepanjang tahun 2016, edukasi telah dilakukan kepada lebih dari 3.000 anak dan lebih dari 500 orang tua dari masyarakat marginal di beberapa wilayah di Indonesia. Keterlibatan orang tua sebagai peserta dan menerima pemahaman tentang pentingnya makanan bergizi merupakan upaya optimalisasi peran orang tua dalam pemenuhan hak anak. Pelibatan masyarakat luas juga diwujudkan lewat pelibatan komunitas-komunitas lokal dan pendamping lokal untuk menyelenggarakan kampanye “Gizi untuk Prestasi” di areanya masing-masing, pelibatan masyarakat luas dalam mendonasikan kalorinya lewat program Fitbar Donor Kalori dan juga program donasi Rp 50.000 untuk satu set kotak makan dan botol minum, ataupun pelibatan dalam bentuk pikiran dan juga tenaga dengan menjadi fasilitator ketika kegiatan berlangsung.

 panitia2

Ket:  Bersama Kakak-kakak lokal usai Sosialisasi hasil roadshow tahap 1

Panitia HSA 2016 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

Tuhan Yang Maha Esa atas setiap anugerah dan penyertaanNya

Kakak-kakak Pengurus, Pembina, dan Staf operasional SA

PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals) lewat program Fitbar Donor Kalori

Bain Indonesia, Lions Club, Indokasih.com, KokikuTV

Kakak-kakak lokal: RBS, Sobat Missil3, KDM, SA Manggarai, SA Grogol & Cengkareng, SA Cijantung, Terminal Hujan, Bimbel Jati Asih, Hore, SA Kota Tua, SA Gambir, Gubuk baca Lentera Negeri (GBLN) Malang, Lebah Ceria Community Jogja, Persatuan Bonapasogit, Perkumpulan Batak Kuala Kencana (PBKK), Komunitas Payung Hati Anak Tasikmalaya, KI Babagan Cirebon, Klinik Natalie Palangkaraya, Pengurus Yayasan RA Matholi’Ul Hija Kudus (Kak Ibus dan keluarga), Kak Aditi Sumbawa, Yayasan Al-Kahfi Bekasi, SA Rusunawa Cakung, dan SA Tanah Abang

Tim Kesehatan, Tim Humas Sahabat Anak & Panitia JSA XX

 Teman-teman Ahli Gizi (alumni IPB, UGM) sebagai Tim Materi, pembuat alat peraga, booklet juga sebagai Pemateri (Sari, Yunita, Andra, Imelda, Sandra, Ezria)

Koh Philip Triana & Cik Julie Tane untuk video animasi 4B yang berdetak!

Vina Puspita untuk logo “Gizi untuk Prestasi”

Yunita Kosen untuk design poster, banner, spanduk 4B

Michelle Panggabean untuk desain Ular Tangga 4B

Imam Saloso & Aditya Aziz untuk Lagu 4B

Kak Sam & Kak Disi untuk Tepuk 4b, gerakan lagu 4B dan MC langganan di roadshow

Seluruh kakak-kakak volunter, masyarakat yang sudah berpartisipasi baik langsung maupun tidak langsung lewat dukungan semangat, tenaga, doa, ide, dan juga materil; serta para peserta (kepala sekolah, guru, orang tua, adik-adik) yang bersemangat, mau berbagi, dan sama-sama mau belajar tentang hidup yang lebih sehat.

Terima kasih. Kiranya semua selalu diberkati dan dicukupkan dengan makanan yang bergizi, berimbang, beragam dan bersih setiap hari.

Salam 4B!

Keluargaku selalu mengajarkan 4B

Bergizi, beragam, berimbang, dan juga bersih

Ayo kawan kita terapkan hidup 4B

Agar tubuh kita bersih dan sehat selalu, Hey!

-Kutipan lirik lagu 4B-

 

Demikian report sederhana ini kami buat. Selamat menikmati!

 

 

Salam 4B untuk anak Indonesia yang berprestasi,

Saskia Rosita Indasari

-Koordinator HSA 2016-

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 02/28/2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: