Cerita Area Bungur di JSA XXI

Area Bungur yang merupakan area Mitra Sahabat Anak juga ingin berbagi kisah mereka selama Jambore yang lalu. Kisah ini kembali diceritakan oleh Kak Danies Almas Thifal. Selamat membaca, Sahabat!

 23 Juli merupakan Hari Anak Nasional dan bertepatan dengan diselenggarakannya Jambore Sahabat Anak XXI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta. Tema Jambore Sahabat Anak untuk tahun ini adalah  Keluargaku Pelindungku. Dari Bungur Punya Cerita di event selama 2 hari (22-23 Juli 2017) tersebut.

Pada hari pertama, tiba di meetpoint pukul 05.18 WIB dan adik-adik sudah berkumpul menunggu jemputan. Adik-adik sangat excited, bahkan ada adik yang sudah bangun pada pukul 3 pagi! Kemudian kami berangkat dari Bungur pukul 6 dan tiba di Bumi Perkemahan Ragunan pukul 7 WIB. Oh ya, kami berangkat bersama adik-adik dan kakak-kakak dari Rumah Belajar Senen juga. Begitu tiba di Bumi Perkemahan Ragunan, kami langsung disambut oleh kakak-kakak panitia Jambore Sahabat Anak yang tidak kalah semangat dari adik-adik. Kami diminta untuk menyanyikan yel-yel kelompok tenda kami. Setelah itu, adik-adik diminta untuk menjiplakkan tangan mereka di kain menggunakan cat yang telah disediakan. Kemudian, kami diarahkan menuju tenda kami yakni tenda Rumah Kebaya. Sambil menunggu opening ceremony dimulai, kami menyantap makan pagi bersama terlebih dahulu. Tak lupa adik-adik diajak untuk mencuci tangan dan berdoa sebelum makan.

Tak lama kemudian, datang kelompok yang satu tenda dengan Bungur yakni KOPLAK. Mereka datang dari Cilincing, loh! Mereka datang ke lokasi Jambore pakai kendaraan darat kok, bukan kendaraan air, hehehe. FYI, KOPLAK itu singkatan dari Kelompok Anak Laut Kreasi, unik ya? Adik-adik dan kakak-kakak dari KOPLAK segera bergabung dengan kami untuk makan pagi bersama. Setelah makan pagi bersama, kami semua berfoto bersama menggunakan kaos yang telah disediakan panitia.

JSA3

 

Setelah itu, kami segera menuju panggung utama karena opening ceremony akan segera dimulai. Opening ceremony dilaksanakan di depan panggung utama dan dipandu oleh pembawa acara. Opening ceremony dimulai dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kordinator Jambore Sahabat Anak XXI, yakni Kak Icha. Dalam opening ceremony, semua peserta Jambore membacakan Deklarasi Gerakan Sahabat Anak, 10 Hak Anak Indonesia, dan 10 Janji Peserta Jambore Sahabat Anak. Setelah itu, kami menyanyikan Mars Jambore Sahabat Anak.Opening ceremony juga disertai pelepasan balon 10 Hak Anak.

Setelah mengikuti opening ceremony, peserta Jambore kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat sejenak dan mengikuti games di tenda masing-masing yang dipandu oleh panitia yang datang ke tenda. Di tenda Rumah Kebaya, ada Kak Maria dan Kak Sodip yang memandu games. Terdapat 2 games,  yang pertama tebak gambar dan yang kedua ular tangga. Namun, games-nya bukan sembarang games, melainkan ada pelajaran yang dapat diambil. Kedua games tersebut mengenalkan nilai-nilai yang terdapat dalam keluarga, yakni saling menghormati, saling melindungi, saling membantu, saling menyayangi, nyaman, aman, harmonis, saling percaya, saling berbagi, serta kebersihan diri. Setelah games di tenda, kami semua menghias tenda kami. Karena nama tenda kami adalah tenda Rumah Kebaya, kami menghias tenda kami agar mirip seperti rumah tradisional khas Betawi. Adik-adik dan kakak-kakak saling membantu dan bekerja sama dalam menghias tenda. Setelah kami selesai menghias tenda, kami istirahat, ibadah, dan makan siang bersama sebelum agenda selanjutnya yakni Amazing Race.

Di Amazing Race ini, adik-adik bermain dari satu pos ke pos lainnya. Setiap permainan mengandung nilai-nilai yang terdapat dalam keluarga, seperti games di tenda sebelumnya. Di salah satu pos, adik-adik diajarkan cara merawat kebersihan tangan dan kuku. Di pos lainnya, adik-adik bekerja sama untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya melalui suatu alas yang diestafet. Di salah satu pos lainnya, adik-adik dan kakak-kakak pendamping bekerja sama untuk membawa balon yang ditempelkan di antara tubuh adik-adik dan kakak-kakak. Masih banyak pos lainnya yang membawa keceriaan adik-adik serta memberikan adik-adik pelajaran mengenai nilai kekeluargaan. Amazing Race selesai sekitar pukul 16.30 WIB dan kami semua kembali beristirahat dan membersihkan diri setelah mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore.

Sekitar pukul 19.00 WIB, peserta Jambore kembali berkumpul di depan panggung utama untuk menyaksikan penampilan dari adik-adik yang lolos audisi untuk tampil pada malam hiburan. Adik-adik sangat menikmati penampilan yang disuguhkan. Di pertengahan acara, adik-adik kedatangan aktris yang juga merupakan brand ambassador dari salah satu sponsor acara yakni kak Prilly Latuconsina. Begitu kak Prilly naik ke panggung, adik-adik yang tadinya duduk, semuanya langsung berdiri dan mendekat ke arah panggung tanpa aba-aba. Yup, mereka sangat senang kedatangan kak Prilly. Kak Prilly datang untuk menyemangati adik-adik agar rajin belajar supaya dapat meraih cita-cita mereka. Selain itu, kak Prilly juga  mengajak adik-adik untuk menyanyikan beberapa lagu bersama-sama. Sebelum kak Prilly datang, adik-adik juga dihibur oleh kakak-kakak dari Joy Music. Acara untuk hari pertama berakhir pada pukul 21.30 WIB dan semua peserta kembali ke tenda untuk istirahat dan me-recharge energi untuk esok hari.

JSA3_2.jpg

Pada hari kedua, kegiatannya tidak kalah seru dari hari pertama. Sejak pukul 5 pagi adik-adik sudah bangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk melaksanakan senam pagi bersama sekaligus merayakan Hari Anak Nasional. Pukul 6.30 WIB peserta jambore kembali berkumpul di depan panggung utama untuk melaksanakan senam pagi yang dipimpin oleh instruktur senam. Adik-adik dan juga kakak-kakak sangat enjoy dalam senam pagi hari itu. Karena bertepatan dengan dengan Hari Anak Nasional, banyak stasiun televisi dan media massa lainnya datang meliput. Kami juga kedatangan penyanyi dari lagu Keluargaku Pelindungku dan kami pun bernyanyi bersama. Setelah senam pagi dan merayakan Hari Anak Nasional, kami kembali ke tenda untuk sarapan pagi dan bersiap-siap untuk Mission Games.

Pada Mission Games kali ini diawali dengan games di area belakang tenda masing-masing dan dipandu oleh kakak panitia. Kami kembali ditemani oleh Kak Maria. Kak Maria tiba-tiba bertanya kepada adik-adik apakah ada kakak yang hilang? Adik-adik menjawab Kak Sri─salah satu kakak dari KOPLAK. Sekitar 10 menit kemudian, kak Sri kembali ke tenda. Ternyata bukan beliau yang dimaksud oleh kak Maria. Setelah ditelaah, ternyata yang hilang adalah kak Sedhu─penanggung jawab tenda Rumah Kebaya. Kak Maria meminta adik-adik untuk menggambarkan wajah dan menuliskan ciri-ciri kak Sedhu. Setelah itu, adik-adik diminta untuk membuat perisai, pedang, dan topeng dari kertas dan kardus yang disediakan panitia. Selama membuat perisai, pedang, dan topeng, adik-adik juga diminta bergantian untuk menyelesaikan misi yang ada di beberapa pos.

Setelah menyelesaikan misi dan sudah siap dengan perisai, pedang, dan topengnya, adik-adik diberi tahu oleh kak Maria bahwa kak Sedhu sedang disandera oleh para algojo. Dari setiap games, ada clue yang diberikan kakak panitia di setiap pos. Clue tersebut merupakan password yang akan diminta algojo untuk menyelamatkan kakak yang disandera. Inti dari clue tersebut adalah kami datang untuk menyelamatkan kak Sedhu karena kak Sedhu adalah keluarga kami. Saya pribadi merasa di mission games ini, saya diajak untuk merasakan 10 nilai yang ada dalam keluarga, terutama nilai saling melindungi yang sangat muncul dalam mission games ini. Setelah itu, kami semua menuju tempat penyanderaan yang terdapat di sebuah dinding yang ditutupi kain hitam. Terdapat 5 tempat penyanderaan, kami sempat bingung karena kami sama sekali tidak tahu kak Sedhu berada di mana. Kami mendatangi salah satu tempat penyandaraan, dan ternyata kak Sedhu tidak ada di sana. Kami pun pindah ke tempat lainnya. Dan beruntungnya kami langsung menemukan kak Sedhu di sana setelah sebelumnya tidak berhasil menemukan kak Sedhu. Kami pun kembali ke tenda untuk beristirahat dan mengemas barang bawaan kami.

Sekitar pukul 13.45 WIB kami kembali berkumpul di depan panggung utama untuk melaksanakan closing ceremony. Adik-adik kembali disuguhi penampilan dari adik-adik dari beberapa area yang lolos audisi untuk tampil. Pada closing ceremony ini juga diumumkan kelompok terbaik di setiap kategorinya. Tenda Rumah Kebaya mendapat predikat terbaik kedua di kategori menghias tenda. Adik-adik dan kakak-kakak pendamping dari tenda Rumah Kebaya sangat bahagia mendapat predikat ini. Adik-adik pun mendapat hadiah yang cukup banyak dari panitia. Setelah pembagian hadiah, ada Kak Septiarin yang menggiring suasana menjadi haru biru. Kak Septiarin mengajak adik-adik untuk duduk di dekat kakak pendampingnya dan mengingat kembali momen-momen yang telah dilewati bersama. Adik-adik juga diajak untuk mengucakan maaf dan terima kasih kepada kakak pendamping. Di momen seperti ini, banyak adik-adik dan kakak-kakak yang menangis karena tidak kuat menahan haru. Di akhir acara, kami menyanyikan lagu berjudul Sahabat dan adik-adik memberikan bunga ke kakak pendampingnya masing-masing. Acara pun selesai dan setiap kelompok kembali ke area masing-masing.

Dari pengalaman mengikuti Jambore Sahabat Anak XXI ini, kami mendapatkan banyak sekali pelajaran. Ketika menjadi seorang kakak dari dua orang adik, dan kami pun harus bisa menjadi contoh yang baik. Ketika adik-adik menceritakan kehidupan mereka, saya pun belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Ketika adik-adik kekeuh untuk melakukan hal yang memang sebaiknya tidak dilakukan, di situlah kami belajar untuk mengajak adik-adik untuk mengalihkan ke arah yang baik. Jambore Sahabat Anak telah memberikan keceriaan kepada adik-adik, juga kepada kakak-kakak pendamping. Adik-adik pun pulang dengan “pelajaran” yang diberikan selama acara. Semoga adik-adik dapat mengambil hal-hal yang baik dan meninggalkan hal-hal yang kurang baik. Terima kasih Sahabat Anak telah mengadakan acara sebaik Jambore Sahabat Anak XXI.

Iklan

About Sahabat Anak

Sahabat Anak is a non-profit organisation that provides quality education and children’s rights advocacy in an effort to encourage and inspire Jakarta’s street children to escape urban poverty. The movement began in 1997 after a group of university students made a commitment to make a difference in the lives of Indonesia's street children. As a volunteer-based organisation, Sahabat Anak aims to involve as many members of the community as possible to help improve the lives of street children.

Posted on 09/02/2017, in Bahasa Indonesia, Events, Jambore Sahabat Anak, Pengalaman, Volunteers. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: