Monthly Archives: Februari 2018

Melindungi Anak, Menjaga Masa Depan

Beberapa hari baru berlalu semenjak viralnya video tentang seorang balita yang dibawa oleh seorang
pengamen dan dibiarkan terbaring lemas di lantai minimarket sembari sang pengamen menghitung
uang hasil mengamennya. Setelah diusut dan di luar perkiraan banyak orang, balita itu ternyata bukan
anak sewaan. Pengamen tersebut adalah ayah balita itu sendiri, dan kemungkinan membawa sang balita
untuk memancing rasa iba. Dinas Sosial DKI merespon kasus ini sebagai pembelajaran masyarakat untuk
tidak mengeksploitasi anak sebagai alat mencari uang, karena adanya hak anak untuk bermain,
mendapatkan kesehatan, dan perlindungan.

Kasus-kasus seperti ini semakin menyadarkan pentingnya peran keluarga sebagai pelindung anak.
Tumbuh kembangnya seorang anak akan lebih rentan tanpa keluarga yang menopangnya. Namun tak
dapat dipungkiri juga bahwa anak yang tinggal dalam keluarga yang tidak memainkan perannya sebagai
pelindung juga tak kalah berada dalam risiko. Anak yang menjadi korban kekerasan, baik tanpa maupun
di dalam keluarga, berpotensi sangat besar mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat bahwa sepertiga dari
populasi Indonesia (260 juta jiwa) merupakan anak-anak. Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan
terhadap Anak (Stranas PKTA) 2016-2020 yang diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), bertujuan mencapai visi nasional, yaitu agar anak tidak
hidup dalam ketakutan. Karena Pemerintah tidak mungkin dapat melakukan segalanya sendiri,
kemitraan masyarakat dan dunia usaha menjadi salah satu solusi dalam menjalankan Stranas PKTA dan
menghadapi tantangan membangun bangsa, termasuk dalam memenuhi hak-hak dan memberikan
perlindungan bagi anak.

Di sinilah di mana kita bisa mengambil bagian. Di Hari Sahabat Anak 17 Februari 2018 ini, Sahabat Anak,
sebagai salah satu organisasi yang berkomitmen dan fokus pada pemenuhan hak-hak anak marginal
mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Gerakan Sahabat Anak “Keluargaku Pelindungku”.

Berbagai program penguatan keluarga akan dilakukan sepanjang tahun 2018.
Bagaimana kita dapat membantu terjaminnya hak anak mendapatkan perlindungan?

1. Mari mulai mengajarkan kepada anak-anak kepercayaan diri serta kesadaran untuk melindungi diri
mereka sendiri

2. Membangun hubungan dan kepercayaan dengan anak, menjadi seorang sahabat, sehingga mereka
terbiasa serta mau terbuka dalam membagi masalah maupun ancaman yang mereka alami sehari-hari,
sehingga kita dapat berperan memberikan solusi.

3. Meningkatkan kewaspadaan akan kesejahteraan anak-anak di sekitar kita, dan tidak menutup mata
atau telinga jika kebutuhan mereka akan perlindungan diabaikan.

Salah satu pepatah dari benua Afrika mengatakan, “It takes a village to raise a child”, ini saatnya kita,
sebagai bagian dari masyarakat Indonesia mengambil peran dalam pertumbuhan anak-anak Indonesia.

Selamat Hari Sahabat Anak, mari kita penuhi hak anak mendapatkan perlindungan!

Iklan

Giveaway Sahabat Anak: 2 Hari Lagi!

Hai Sahabat, jangan lupa Giveaway Sahabat Anak berakhir 2 hari lagi, tanggal 17 Februari jam 10.00 WIB. 10 produk manis Bumbu Kari dan kaos SA akan dikirim ke 10 kontestan dengan caption/cerita terbaik. FREE Ongkir! Masih ada kesempatan untuk ikutan ya.  Jangan ragu join  via kontes foto di IG dan cerita singkat di Twitter @sahabatanak SEKARANG!

Instagram:

  1. Follow Instagram @sahabat anak
  2. Upload fotomu (original) di Instagram dengan caption yang menunjukkan arti #KeluargakuPelindungku bagimu
  3. Tag dan mention @sahabat anak
  4. Tag 3 orang sosok keluarga bagimu
  5. Gunakan tagar #keluargakupelindungku dan #gerakansahabatanak

Twitter:

  1. Follow Twitter @sahabat anak
  2. Cerita singkat arti Keluargaku Pelindungku bagimu
  3. Mention @sahabat anak
  4. Gunakan tagar #keluargakupelindungku

Note: Setiap produk dari Bumbu Kari adalah hasil buatan tangan para orangtua dari adik-adik Sahabat Anak Grogol. Bermula dari kesadaran dan ide untuk menghasilkan karya dari barang daur ulang dan memberdayakan para ibu yang menunggu anak-anaknya belajar, produk Bumbu Kari sekarang siap dipasarkan karena kualitasnya yang bagus, bahan yang kuat, hingga desain yang menarik. Hasil karya para ibu ini diharapkan dapat membantu perekonomian keluarganya.

Mimpi-Mimpi Pelangi: Kesan Orang Tua (Ibu Adit)

Terakhir, tak lupa orangtua dari Adit, pemeran Alby, juga mengirimkan kami tanggapannya dan ucapannya atas pertunjukan MMP:

“Terima kasih banyak Kakak atas bimbingannya, acaranya bener-bener sukses, sampe netesin air mata nontonnya. Mulai terharu pas bagian lagu MMP, puncaknya pas tarian kipas dan payung. :-* ”

Terima kasih banyak Bu, selama ini sudah mendukung dan mengijinkan Adit main drama. 😊

MMP2_Adit.jpeg

Mimpi-Mimpi Pelangi: Kesan Penonton (Kak Puyun)

Kak Puyun dari SA Tanah Abang yang hadir sebagai penonton juga ingin membagikan pesan yang dia dapat dari pertunjukan Mimpi-Mimpi Pelangi:

Puyun

“Bagi saya, MMP tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni yang memuaskan mata dan telinga, tetapi juga hati, karena lewat akting adik-adik SA Gambir di atas panggung, MMP juga mengajarkan kepada kita mengenai kepedulian terhadap sesama, berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkannya. Salut untuk semua pihak yang terlibat. Kalian KEREN!!!”

Mimpi-Mimpi Pelangi: Kesan Pemain (Thoriq)

Thoriq, pemain yang berperan sebagai Kakak Nino, juga tak mau kalah membagikan kesannya terlibat dalam Mimpi-Mimpi Pelangi:

MMP3_Thoriq.jpeg

“Bermain di MMP buat aku tempat untuk berbagi pengalaman kepada teman-teman, dan aku senang sudah bergabung di Sahabat Anak Gambir. Bisa banyak dapat teman, juga dapet ilmu yang bermanfaat.”

Terima kasih atas kerja keras dan persiapanmu, Thoriq! 🙂

Mimpi-Mimpi Pelangi: Kesan Penonton (Kak Disi)

Kali ini kak Disi juga ingin membagikan kesan dan pesannya sebagai penonton:

MMP2_Disi.jpeg“Secara keseluruhan, MMP cukup menghibur. Aksi adik-adik di atas panggung sangat patut diacungi jempol, mereka punya karakter yang kuat untuk perannya masing-masing. Emosi juga cukup dipermainkan antara senang, ngakak, terharu, ngakak, terharu, lalu senang lagi. Tapi MMP pasti bakal lebih luar biasa lagi kalau masalah-masalah teknis, seperti suara bocor, bisa diminimalkan. Satu lagi, ending-nya kalau bisa dibikin lebih greget! Semangat untuk MMP berikutnya. 😊”

Mimpi-Mimpi Pelangi: Kesan Pemain Musik (Kak Rikat)

Selain penonton, Kak Rikat Parikesit yang ikut berkontribusi dalam acara sebagai salah satu pemusik dari Derik Orchestra juga membagikan kesannya:

MMP2_Pemusik.jpeg

“Kak…, sekali lagi terima kasih dan congratulations banget atas pertunjukan yang luar biasa tadi. Bener-bener ketika keajaiban chemistry bekerja sih. Pas GR masih berantakan banget, bahkan nggak selesai GR-nya, tapi pas show lancar dan berhasil Ngena!

Salut sama Kak Shinta dan teman-teman Sahabat Anak atas dedikasinya!”

Terima kasih banyak, Kak Rikat! 😀

Mimpi-Mimpi Pelangi: Kesan Penonton (Kak Hanna)

Berikut sebuah komen lagi dari salah seorang penonton, yaitu kak Hanna:

“Gue bahagia bisa melihat kakak-kakak yang benar-benar jadi sahabat buat adik-adik dan mau kerja setia untuk kasih kesempatan buat adik. Peningkatan dari segi teknis dan kerapian performa tentu ada. Tapi buat gue ini sebuah proses sih bukan produk akhir, jadi gue menantikan kejutan-kejutan lain dari keluarga SA Gambir berikutnya yaa….

Dan sekali lagi apresiasi terbesar gue buat kakak-kakak volunter. You guys are super awesome. ‘Makasih sudah meyakinkan bahwa misi SA utk menjadi sahabat untuk adik-adik itu sangat mungkin untuk diusahakan terus-menerus.”

 

MMP2_Hanna.jpeg

%d blogger menyukai ini: