Category Archives: Events

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

On Saturday, August 20th, Sahabat Anak joined Bromo Marathon 2016‘s runner briefing held by Indokasih in Gandaria 8, South Jakarta. Along with Sahabat Anak were also representatives from three other organizations: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia and Wahana Visi Indonesia. The purpose of this gathering is to introduce runners/fundraisers with the organizations they represent in Bromo Marathon later on September 4th, so they can understand more deeply the background of the fundraising.

IMG_1594[1]

Indokasih has run digital charity/fundraising for two years now. They are not doing their own fundraising conventionally, but joining events held by others. 2016 will be the first year Indokasih officially collaborate with Bromo Marathon event organizer, although in previous years they have participated in races like Bali and Jakarta Marathon, as well as NusantaRun. How is the fundraising done? Runners, through Indokasih website, announce their donation target and the race/event they join. The amount of funds collected can continue to be monitored online. The bottom line is, they do all the running and sweating, with prior rigorous training for months, taking care and paying for their own transport and accommodation and all we have to do is click to donate. 🙂

Previous Run

Why these 4 organizations in this fundraising event? The main reason is these four are concerned and engaged in education.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa is a free education foundation in Bintaro for the drop-out children from their school with fostering program. Runners who raise donations for YPAB wish for children graduated from Kejar Paket C (non-formal education equal to high school level) to be able to continue to higher education level.
  • Care4Kids Indonesia runs a School Development Program to assist on school’s recovery by focusing on teacher’s quality, also school’s infrastructure and facilities. Runners who represent them will help Teruna Persada High School that most of its students are high achievers in sports but lacking in education.
  • Wahana Visi Indonesia through their runners are raising donations to build an early education center in Samalantan village, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, in line with our program this year, Gizi Untuk Prestasi (Nutrition for Achievement), will use the donation to increase awareness on child nutrition. Right after Bromo Marathon, the volunteers/runners will take part in SA roadshow in Malang to distribute lunch boxes and drinking bottles for children there and join other activities in the event that involve the parents.

 Below are links to Sahabat Anak runners, please check and share their profile:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

You can check here for the full list.

Are any of you or your friend joining this year’s Bromo Marathon? Or maybe some of you are actually the runners representing Sahabat Anak? Let us know in comment below, and see you in Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

 

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 di Gandaria 8, Jakarta Selatan, Sahabat Anak mengikuti runner briefing Bromo Marathon 2016 dari Indokasih. Selain Sahabat Anak, datang juga beberapa perwakilan dari 3 organisasi lainnya: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia. Inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan para pelari penggalang dana dengan yayasan/organisasi yang diwakilinya di Bromo Marathon pada 4 September 2016 nanti, agar mereka makin menghayati penggalangan dana ini.

IMG_1594[1]

Indokasih sudah 2 tahun menjalankan digital charity/fundraising. Dalam hal ini Indokasih tidak mengadakan acara penggalangan dananya sendiri secara konvensional, namun bergabung dengan acara yang digelar pihak lain. Tahun 2016 sendiri merupakan awal keterlibatan resmi Indokasih di Bromo Marathon yang berkolaborasi dengan penyelenggara acaranya, sedangkan di tahun-tahun  sebelumnya mereka terlibat di acara race seperti Bali dan Jakarta Marathon, serta NusantaRun. Caranya adalah para pelari, melalui website Indokasih, mengumumkan target pengumpulan dana dan race yang diikutinya. Jumlah dana yang terkumpul bisa terus dipantau secara online di website. Intinya, mereka yang capek berlari, persiapan berbulan-bulan, mengurus dan membiayai sendiri transpor serta akomodasi mereka, kita hanya tinggal klik untuk menyumbang. 🙂

Previous Run.png

Mengapa sekarang 4 yayasan ini yang dirangkul dalam fundraising? Alasan utamanya karena keempat yayasan ini bergerak di bidang pendidikan.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa merupakan yayasan pendidikan gratis di Bintaro bagi anak-anak putus sekolah dengan program kakak asuh. Para runner yang menggalang dana bagi YPAB ingin agar anak-anak lulusan Kelas Kesetaraan Kejar Paket C bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
  • Care4Kids Indonesia menjalankan School Development Program yang mendampingi pemulihan sekolah di Jakarta, berfokus pada kualitas guru, manajemen dan infrastruktur/fasilitas sekolah. Para runner yang mewakili mereka akan berusaha membantu sekolah Teruna Persada yang sebagian besar siswanya berprestasi tinggi di bidang olahraga, namun kurang dalam pendidikan.
  • Wahana Visi Indonesia melalui para runner-nya berusaha menggalang dana untuk membangun PAUD di desa Samalantan, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, tentunya sesuai dengan program kami tahun ini, Gizi Untuk Prestasi, akan menggunakan dana yang terkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi anak. Langsung setelah Bromo Marathon, para volunter/runner akan bergabung di acara roadshow SA di Malang untuk membagikan paket kotak makan dan bekal minum bagi anak dan acara-acara lainnya yang melibatkan orang tua.

Berikut link pelari untuk Sahabat Anak, silahkan di-cek dan sebarkan profil mereka:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

Untuk list lengkapnya silahkan cek di sini.

Apakah di antara Sahabat atau kenalannya ada yang ikut Bromo Marathon tahun ini? Atau mungkin Sahabat adalah salah satu runner yang mewakili Sahabat Anak? Jangan lupa komen di bawah ya, dan sampai jumpa di Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

Kebersamaan yang Indah di Jambore Sahabat Anak XIX

“Ikatan keluarga sesungguhnya bukan hanya karena mereka sedarah, namun karena mereka saling menghargai dan menciptakan kebahagiaan satu sama lain.” –Richard Bach-

JSA XIX (1)

Untuk ke-19 kalinya, Yayasan Sahabat Anak kembali mengadakan Jambore Sahabat Anak (JSA) di Buperta Ragunan pada 29-30 Agustus 2015 lalu. Acara yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan camping selama 2 hari 1 malam ini mengusung kampanye bertema “Kucinta Keluargaku”. Kampanye tersebut digaungkan oleh Yayasan Sahabat Anak, karena mereka menyadari bahwa keluarga merupakan agen paling optimal untuk memenuhi hak-hak anak.

Sebelum kegiatan JSA XIX dilaksanakan, Yayasan Sahabat Anak melalui tim KPK (Kakak Pendamping Keluarga) juga telah mengadakan sosialisasi dan pendampingan intensif kepada keluarga-keluarga peserta jambore. Mereka mengunjungi keluarga tersebut untuk berbagi dan membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi antara orangtua dengan anak, juga anggota keluarga lainnya.

Persahabatan yang terjalin antara tim KPK dengan orangtua selama kunjungan dan kakak pendamping bersama adik ketika mengikuti rangkaian acara JSA XIX diharapkan dapat membantu mereka untuk memahami peran keluarga dalam pemenuhan hak-hak anak. JSA XIX diikuti oleh 600 adik yang berasal dari 23 area di Jabodetabek, 300 kakak pendamping, dan 200 sahabat panitia, serta tim kerja yang turut menanamkan makna kebersamaan dalam acara ini.

Konsep yang Berbeda

JSA XIX (6)Sesuai dengan tema kampanye “Kucinta Keluargaku”, seluruh kegiatan yang dilakukan di JSA XIX pun lebih menekankan pada kebersamaan dan arti sebuah keluarga bagi adik-adik peserta bersama kakak pendampingnya. Ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana setiap permainan dilakukan dalam bentuk kompetisi antar tenda. Kali ini, semua permainan hanya dilakukan oleh 1 tenda saja dengan melibatkan seluruh anggota timnya.

Salah satu permainan yang paling seru adalah Memindahkan Gunung. Dalam permainan ini, seorang kakak pendamping diminta untuk naik ke atas terpal, kemudian diangkat oleh beberapa adiknya dari garis start ke finish yang sudah ditentukan panitia. Rasa saling percaya, kekompakan, dan kerja sama pun dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan permainan ini dengan baik. Sama dengan hal-hal yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia.

Selain itu, ada pula kegiatan yang bernama Tenda Aspirasi. Di sini, adik-adik bersama kakak pendamping diminta untuk saling mencurahkan isi hati mengenai keluarga mereka dan menuliskannya di dalam pohon harapan. Berbagai kalimat menyentuh ditorehkan oleh adik-adik, seperti Adik Nur dari area Grogol yang ingin menjadi sarjana dan mendapat pekerjaan, sehingga ayah-ibunya bisa menikmati masa tuanya tanpa harus bekerja. Ada pula Adik Adul dari area Buaran yang ingin ibunya berhenti merokok, agar tidak sakit-sakitan dan bisa terus menjaganya. Tidak sedikit yang meneteskan air mata saat membaca harapan-harapan mereka.

Tidak lengkap rasanya kalau adik-adik tidak diajak bergembira bersama di malam panggung hiburan yang selalu tampak layaknya sebuah konser megah. Semua adik dan kakak pendamping pun berkumpul di tengah lapangan untuk bergoyang, bernyanyi, serta menikmati penampilan sulap yang lucu dan menghibur. Adik-adik dari beberapa area juga berkesempatan untuk menunjukkan kebolehan dance mereka di panggung JSA XIX ini. Semangat kebersamaan dan kegembiraan benar-benar terasa di malam itu!

 Ratusan Bunga Tanda Kasih
Waktu 2 hari 1 malam rasanya memang tidak akan cukup bagi adik-adik dan kakak pendamping untuk menikmati kebersamaan mereka, tetapi perpisahan harus terjadi. Sebuah perpisahan yang indah pun disiapkan oleh panitia sebagai ucapan terima kasih atas kerjasama para PJ Tenda, serta kakak pendamping selama 3 bulan terakhir. Namun, kakak pendamping dan adik-adik diharapkan tetap bisa bertemu dalam kegiatan belajar di setiap areanya.
Di akhir acara penutupan, ratusan bunga telah disebarkan kepada adik-adik secara tersembunyi untuk diberikan kepada PJ Tenda dan kakak pendampingnya. Keharuan pun muncul ketika mereka menerima setangkai bunga cantik dari adik-adik yang didampingi. Tidak sedikit pula adik, kakak pendamping, dan PJ Tenda yang terus berpelukan seolah tidak mau melepaskan kebersamaan mereka. Suasana pun semakin mengharukan ketika mereka diminta untuk berpelukan sambil menyanyikan lagu Sahabat dari Lumier.

Sahabat, kau yang selalu ada, kau yang selalu hadir, kau yang selalu setia. Aku kan berada, aku kan di sisi, aku kan setia, tak kan berpisah kau dan aku.”

JSA XIX (4) 

Terima kasih untuk kebersamaan yang tak terlupakan selama 2 hari ini, Sahabat! Terima kasih juga kepada Sahabat Panitia dan tim kerja yang sudah bekerja keras selama sekitar 6 bulan untuk menyiapkan semua keperluan JSA XIX; Sahabat Pendukung yang telah memenuhi semua kebutuhan dana, konsumsi, hadiah, perlengkapan, dan lainnya; Sahabat Media yang turut menyebarkan semangat kampanye “Kucinta Keluargaku”. Sampai jumpa di JSA tahun depan!

(Dina Disi Siahaan)

My Story, Your Story

Usually the publication materials of Sahabat Anak are using pictures taken by volunteers and documentation team. The approach is changed this year. Instead, we will let the children to tell their own story from the pictures they take.

“My Story, Your Story” photo project is Sahabat Anak’s pilot programme as part of 2016 calendar preparation process, by increasing the children’s role as their own subject and object. The first phase of this project was done on August 8th by conducting a photography workshop for the children. Technical briefing was shared by Kak Sri Sadono, Sahabat Anak’s PR team member in the Media section, to the children from various tutorial centers in Jakarta.

Kak Dono opened the workshop by sharing that storytelling can be done in several ways, one of them is through pictures. Why should the children tell the stories themselves? So that the stories can represent their personal experience better. Examples of photo object/ theme that can be taken are best friends, parents, their house, playground, their volunteers, class and schoolmates, also people who inspire them.

Jpeg

Q&A Session

The children also given tips on how to take good pictures, such as making sure photos taken have sharp focus and taken from nearby. To get good lighting, Kak Dono suggested taking photos in the morning or day when there is still sunlight. If indoor pictures are needed, make sure they are taken near door or window. For better story do not forget to take picture of the object with surrounding area. Some of Kak Dono’s pictures were shown in this workshop as sample for the children.

After the Q&A session, these twelve children were lent cameras for two weeks. After they submit the pictures, we will go on with the next phase of this project, which is selecting their submissions.

Workshop Fotografi_1

Participants of “My Story, Your Story” Photography Workshop

Happy photo hunting!

(Sri Sadono & Gracia Balthazar)

Ceritaku Ceritamu

Biasanya, materi publikasi Sahabat Anak menggunakan foto hasil karya relawan pengajar dan tim dokumentasi. Di tahun ini, pendekatannya diubah, dengan membiarkan adik-adik bercerita melalui foto-foto yang mereka ambil.

Proyek foto “Ceritaku Ceritamu” menjadi program perdana Sahabat Anak sebagai bagian dari proses persiapan kalender 2016, dengan meningkatkan peran adik sebagai subjek sekaligus objek bagi diri mereka sendiri. Fase pertama proyek ini telah dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus melalui lokakarya fotografi bagi para adik. Sharing pembekalan teknis diberikan oleh Kak Sri Sadono, tim Humas Sahabat Anak bagian Media, ke adik-adik dari berbagai rumah belajar di Jakarta.

Kak Dono membagikan bahwa bercerita bisa dengan berbagai cara, salah satunya melalui foto. Dijelaskan juga bahwa cerita adik-adik bisa lebih mewakili pengalaman pribadi apabila adik-adik sendiri yang menceritakannya. Contoh obyek/ tema foto yang bisa diambil antara lain: sahabat, orang tua, rumah, tempat bermain, kakak pengajar, kelas dan teman sekolah, serta sosok pemberi inspirasi.

Jpeg

Sesi Tanya Jawab

Adik-adik juga dibekali tips cara mengambil foto agar hasilnya baik, antara lain dengan memastikan gambar yang diambil fokusnya tajam, juga dengan memotret dari jarak dekat. Agar pencahayaan baik, disarankan untuk mengambil foto pada pagi atau siang hari saat masih terang. Kalaupun memotret di dalam ruangan, dianjurkan dekat dengan pintu atau jendela agar diterangi cahaya matahari. Untuk cerita yang lebih baik tidak lupa juga disarankan agar memotret obyek dengan lingkungan sekitarnya. Beberapa hasil foto Kak Dono ditunjukkan di lokakarya ini untuk menjadi contoh bagi adik-adik.

Setelah sesi tanya jawab, kedua belas perwakilan adik binaan Sahabat Anak mendapat pinjaman kamera selama dua minggu. Setelah hasil jepretan dikumpulkan, fase berikut dari proyek ini akan dilaksanakan, yaitu pemilihan hasil buruan foto adik-adik.

Selamat berburu foto bagi 12 perwakilan adik binaan!

Workshop Fotografi_1

Peserta Lokakarya Foto “Ceritaku Ceritamu”

(Sri Sadono & Gracia Balthazar)

“SEKOLAH DATANG” for Future Generations

Hooray! There’s a MOBILE CLASSROOM COMING!

The need of a mobile unit to support the educational and health materials for Sahabat Anak’s children is now being met through the support of Bisolvon Indonesia. Through the “Partner in Care” program, Bisolvon Indonesia has provided a vehicle for the mobile unit we’re calling “Sekolah Datang”. The van has been modified to enable Sahabat Anak to provide storybooks, educational games and basic health services for the children. Bisolvon Indonesia’s Senior Brand Manager, Dewi Isnaniar, expressed the hope that this van will help the volunteers to provide educational needs in Sahabat Anak’s study areas.

The "SEKOLAH DATANG" Van

The “SEKOLAH DATANG” Van

On Sunday, 11 May 2014, the “Sekolah Datang” van launch ceremony was held at Bank Mandiri Museum, Kota Tua, Jakarta. The main guests of this event were Sahabat Anak’s children. The event was full of fun with impressive storytelling by Kak Awam Prakoso, a Tortor dance performance by the children from Sahabat Anak’s Children Activity Center (PKA), and a percussion show by the children from Sahabat Anak Cijantung. The children also enjoyed the company of Kak Nadia Mulya and Kak Astrid Tiar.

 

The cheerful color van

The cheerful color van

A percussion performance by the children from Sahabat Anak Cijantung

A percussion performance by the children from Sahabat Anak Cijantung

The enthusiasm of the children was as plain as a day when, one by one, they got into that cheerful yellow van to see the books inside. They were very keen in opening and reading the books while sitting around the car. Happiness was on their faces the whole day. They got lost in the story told entertainingly by Kak Awam. The children were full of spirit when, in groups, they played several games with the volunteers, and full of smiles every time they received gifts. “I’m happy! The event is exciting and enjoyable” said Wahyu, one of the children from Sahabat Anak Kota Tua. The same tone also expressed by Nanang, from Sahabat Anak’s Activity Center (PKA), when asked about the event: “I love to listen to the story told by Kak Awam, I’m happy to perform and to gather with other kids”.

Kak Nadia Mulya is taking 'selfie' with the kids

Kak Nadia Mulya is taking ‘selfie’ with the children

Kak Nadia Mulya, who accompanied the children throughout the event, also gave a positive comment, “I have really enjoyed the event. Everyone who’s involved — each of the volunteers, the medical team, the storyteller — is doing everything wholeheartedly and full of dedication. When it comes to education, you will always have my support”.

Hopefully, Bisolvon Indonesia’s involvement in supporting Sahabat Anak’s vision will be followed by more and more people. This van with cheery color, surely, will bring more cheers to the children and be useful in helping to provide their educational materials and health needs.

Come, CLASSROOM, COME! We welcome you with joy!

SEKOLAH DATANG Untuk Generasi Mendatang

Hore! Ada SEKOLAH DATANG!

Kebutuhan Sahabat Anak akan mobil operasional yang mendukung penyediaan materi pendidikan dan kesehatan bagi Adik-adik binaannya sekarang terpenuhi melalui kerjasama dengan Bisolvon Indonesia. Melalui program Partner in Care, Bisolvon Indonesia menyediakan mobil operasional yang diberi nama “Sekolah Datang”. Sekolah Datang adalah mobil yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk membantu proses operasional Sahabat Anak dalam memenuhi kebutuhan pendidikan Adik-adik berupa buku bacaan, permainan edukatif dan pelayanan kesehatan. Senior Brand Manager Bisolvon Indonesia, Dewi Isnaniar, mengungkapkan harapannya bahwa mobil ini bisa membantu para relawan untuk menyediakan kebutuhan pendidikan ke area-area belajar Adik-adik binaan Sahabat Anak.

Mobil SEKOLAH DATANG

Mobil SEKOLAH DATANG

 

Minggu, 11 Mei 2014 lalu, telah dilaksanakan acara serah terima Mobil “SEKOLAH DATANG” di Museum Bank Mandiri Kota Tua, Jakarta. Tamu utama dari acara ini adalah Adik-adik binaan Sahabat Anak. Acara dimeriahkan dengan dongeng seru oleh Kak Awam Prakoso, persembahan Tari Tortor oleh adik-adik binaan Pusat Kegiatan Anak (PKA) Sahabat Anak, dan permainan perkusi oleh adik-adik binaan Bimbingan Belajar Cijantung. Selain Kakak-kakak relawan, Adik-adik juga ditemani oleh kehadiran Kak Nadia Mulya dan Kak Astrid Tiar.

Mobil SEKOLAH DATANG yang berwarna cerah ceria

Mobil SEKOLAH DATANG yang berwarna cerah ceria

Adik-adik dari Sahabat Anak Cijantung menampilkan kepiawaian mereka bermain perkusi

Adik-adik dari Sahabat Anak Cijantung menampilkan kepiawaian mereka bermain perkusi

 

Antusiasme Adik-adik terlihat jelas ketika mereka bergantian masuk ke mobil berwarna kuning cerah tersebut untuk melihat buku-buku yang tersedia di dalamnya. Mereka langsung terlihat asyik membuka dan membaca buku-buku sambil duduk di sekitar mobil. Keceriaan juga terus  terlihat dari wajah Adik-adik di sepanjang acara. Mereka mendengarkan, menyimak dan larut dalam dongeng yang dibawakan dengan apik oleh Kak Awam. Mereka juga penuh semangat bermain dengan Kakak-kakak relawan ketika dibagi dalam kelompok-kelompok, dan tersenyum lebar setiap kali mendapatkan hadiah demi hadiah. “Seneng! Acaranya seru, rame”, ujar Wahyu, adik binaan dari Kota Tua. Hal senada juga diungkapkan oleh Nanang, adik binaan Pusat Kegiatan Anak (PKA) ketika ditanya mengenai acara hari itu, “Seneng denger dongeng Kak Awam, seneng juga bisa ‘nari,  bisa ngumpul-ngumpul sama temen-temen yang lain juga”.

 

Kak Nadia Mulya berfoto 'selfie' bersama adik-adik

Kak Nadia Mulya berfoto ‘selfie’ bersama adik-adik

 

Kak Nadia Mulya, yang ikut serta menemani Adik-adik di sepanjang acara, juga berujar positif “Saya enjoy banget ngikutin alur acara hari ini. Semua yang terlibat, Kakak-kakak relawan, tim Dokter, pendongeng, terlihat sekali dedikasi dan hati mereka ke sini. Apapun yang menyangkut pendidikan anak, akan selalu saya sambut dan dukung dengan baik”.

Semoga keterlibatan Bisolvon Indonesia dalam mendukung terwujudnya visi Sahabat Anak dapat terus diikuti oleh semakin banyak pihak.  Selama setahun kedepan, tentunya mobil dengan nuansa warna ceria ini akan menambah keceriaan Adik-adik dan bermanfaat untuk membantu penyediaan materi pendidikan dan kesehatan.

Selamat datang, mobil SEKOLAH DATANG! Kami menyambutmu dengan senang!

Attendance, diligence and effort – star qualities

In Manggarai on the afternoon of Mother’s Day, 22 December, on a quiet street in a public hall there is a lot of noise. It is rowdy with the noise of marginalized children preparing for a bazaar and performances for their end of year celebration.

Mother’s Day goes largely unnoticed in Indonesia. There is no equivalent day for fathers. The children of Manggarai are aware of it has been their learning theme for December — mother. They have drawn pictures, created pieces of glittery artwork, written stories and poems during the month which are on display for the patrons of the afternoon to view.DSC02156 1During the year the children from two venues in Manggarai have accumulated points for attendance, diligence and effort in the classes they attend with Sahabat Anak. Friday night classes are for English lessons only and are held in a multipurpose room the other side of the train station.

Sunday and Monday classes have a range of subjects for the children. All the children have points to spend. The points are represented by stars.

There are over 30 dedicated volunteers, young professionals, helping out the children and the young families of this community. Some of the volunteers are the same age as the parents of these children. A visual representation of life path differences.

The children get to cash in their points for items at the bazaar. A backpack is worth 13 stars. There is much excitement as the children go in class groups to select their rewards.

The volunteer teachers start the performance session of the afternoon’s activities with a dance. The kids are riveted watching their teachers. This display gives them confidence to get up in front of an audience to perform when it is their turn. There are nine performances to follow.

The Friday night classes that focus on English put on two of those performances. The first is from the class of smaller children singing ‘You are my sunshine’ and the larger children recite a poem called Mother and sing a song also.

There is a mask wearing dance performance from the Orange Class, and the Banana Class is a set of 13 girls dressed as pink dancing mice. A choir of little cherubs sings also. After all of the children’s performance the teachers head back to the dance floor singing a song especially for the children and hand out flowers.

Some children hadn’t spent all their star points so more shopping had to be finalized before the event was finished.

One of the children in the audience was an older boy, maybe 14 or 15. He is a boy that has been through this system going to the same weekend classes as the children that now attend. A couple of years ago, he was sponsored to attend Sahabat Anak’s non-formal school in Pegangsaan. He wasn’t attending school as he was needed to help out with a growing family. He had been out of the school system for five years.

 From the non-formal school he made his way back to the formal schooling system with the assistance of Sahabat Anak. Getting back into the school system is a significant milestone but not the end of the road.

He still comes from a marginalized family with younger siblings who now attend the tutorial lessons. He still attends extra curricula activities that he enrolled in with SahabatAnak before getting back into school. So, he is still a part of the Sahabat Anak family, under their care until such time as he secures the job he can get as an adult with the skills he has accumulated or he no longer needs the assistance.

He sits and cheers on the children with their recitals and performances. He encourages his younger siblings, you can do that too.

His presence is a layer of reassurance and confirmation that things can work out for the best when you have star qualities such as diligence and effort.

 

%d blogger menyukai ini: