Category Archives: Pengalaman

Love, Dreams and Struggles

Those are the 3 most important lessons I have learned from the volunteers, but most of all, the kids at Sahabat Anak Grogol in the past 5 years.

Group picture with Sahabat Anak Grogol

Group picture with Sahabat Anak Grogol

Their limitations do not stop them from dreaming.
Their limitations do not stop them from trying to build a better life for themselves and their families.
These limitations are simply obstacles in their path and can be overcome.

Of course there are times when these kids fall into despair, but the volunteers at SA Grogol are always there to hear their problems, to support them and help them strive. To show them love.

We live in an evermore self-centered and individualistic world. Having the opportunity to know these kids’ realities and being able to help at SA Grogol has been for me like a breath of fresh air, it has opened my eyes, heart and mind.

I began my involvement with SA Grogol by teaching English and Maths to the kids there, and I am also involved in the Committee of SA Jamboree. My efforts and time seem infinitely small when compared to what I get in return from these kids and to what I have learned from them.

With the kids at the 19th Sahabat Anak Jamboree

With the kids at the 19th Sahabat Anak Jamboree

In my profession as a model, I sometimes complain because of the long working hours, feeling tired and exhausted after a long day of work. A sudden panic attack because of a difficult stage or painful shoes. Then I remember. I remember how strong these kids are; their lives are truly complicated, filled with daily challenges regarding things most of us take for granted. Their spirits grow stronger and stronger, and that makes me stronger. It motivates me to push myself.

Playing together with the kids at Sahabat Anak Jamboree

Playing together with the kids at Sahabat Anak Jamboree

But the biggest motivation of all, the greatest satisfaction, is when I see these kids reach their goals. Bunga is now an economics graduate. Basiroh and Eka are now attending university and working to maintain themselves and helping their families throughout their studies. Muji has reached his dream of being involved in the cosmetics industry and is at the same time teaching dance to younger kids. There are others who are walking the path towards reaching their dreams and goals. These kids have managed to step out of their path and make their own. Some may say they were destined to be borned as street kids, but they changed that destiny and made their own life.

As Lina Tjindra said, “Though there are some who stop in the middle of their journey, the success of 1 or 2 kids in reaching out their dreams makes it all worth it”.

We are not able to help everyone, but we can begin by holding 1 small hand, walking together towards that dream, and together help in shaping a better nation. Because at the end of the day, it is all from us, by us, and for us. Let’s help them, let’s help ourselves, let’s help the future generation, by doing something simple. Something we all can do.

Enjoying fun moments with the kids at Sahabat Anak Jamboree

Enjoying fun moments with the kids at Sahabat Anak Jamboree

I am Laura Muljadi and this is my story.
Now is your turn to write yours.

Kebersamaan yang Indah di Jambore Sahabat Anak XIX

“Ikatan keluarga sesungguhnya bukan hanya karena mereka sedarah, namun karena mereka saling menghargai dan menciptakan kebahagiaan satu sama lain.” –Richard Bach-

JSA XIX (1)

Untuk ke-19 kalinya, Yayasan Sahabat Anak kembali mengadakan Jambore Sahabat Anak (JSA) di Buperta Ragunan pada 29-30 Agustus 2015 lalu. Acara yang diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan camping selama 2 hari 1 malam ini mengusung kampanye bertema “Kucinta Keluargaku”. Kampanye tersebut digaungkan oleh Yayasan Sahabat Anak, karena mereka menyadari bahwa keluarga merupakan agen paling optimal untuk memenuhi hak-hak anak.

Sebelum kegiatan JSA XIX dilaksanakan, Yayasan Sahabat Anak melalui tim KPK (Kakak Pendamping Keluarga) juga telah mengadakan sosialisasi dan pendampingan intensif kepada keluarga-keluarga peserta jambore. Mereka mengunjungi keluarga tersebut untuk berbagi dan membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi antara orangtua dengan anak, juga anggota keluarga lainnya.

Persahabatan yang terjalin antara tim KPK dengan orangtua selama kunjungan dan kakak pendamping bersama adik ketika mengikuti rangkaian acara JSA XIX diharapkan dapat membantu mereka untuk memahami peran keluarga dalam pemenuhan hak-hak anak. JSA XIX diikuti oleh 600 adik yang berasal dari 23 area di Jabodetabek, 300 kakak pendamping, dan 200 sahabat panitia, serta tim kerja yang turut menanamkan makna kebersamaan dalam acara ini.

Konsep yang Berbeda

JSA XIX (6)Sesuai dengan tema kampanye “Kucinta Keluargaku”, seluruh kegiatan yang dilakukan di JSA XIX pun lebih menekankan pada kebersamaan dan arti sebuah keluarga bagi adik-adik peserta bersama kakak pendampingnya. Ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana setiap permainan dilakukan dalam bentuk kompetisi antar tenda. Kali ini, semua permainan hanya dilakukan oleh 1 tenda saja dengan melibatkan seluruh anggota timnya.

Salah satu permainan yang paling seru adalah Memindahkan Gunung. Dalam permainan ini, seorang kakak pendamping diminta untuk naik ke atas terpal, kemudian diangkat oleh beberapa adiknya dari garis start ke finish yang sudah ditentukan panitia. Rasa saling percaya, kekompakan, dan kerja sama pun dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan permainan ini dengan baik. Sama dengan hal-hal yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia.

Selain itu, ada pula kegiatan yang bernama Tenda Aspirasi. Di sini, adik-adik bersama kakak pendamping diminta untuk saling mencurahkan isi hati mengenai keluarga mereka dan menuliskannya di dalam pohon harapan. Berbagai kalimat menyentuh ditorehkan oleh adik-adik, seperti Adik Nur dari area Grogol yang ingin menjadi sarjana dan mendapat pekerjaan, sehingga ayah-ibunya bisa menikmati masa tuanya tanpa harus bekerja. Ada pula Adik Adul dari area Buaran yang ingin ibunya berhenti merokok, agar tidak sakit-sakitan dan bisa terus menjaganya. Tidak sedikit yang meneteskan air mata saat membaca harapan-harapan mereka.

Tidak lengkap rasanya kalau adik-adik tidak diajak bergembira bersama di malam panggung hiburan yang selalu tampak layaknya sebuah konser megah. Semua adik dan kakak pendamping pun berkumpul di tengah lapangan untuk bergoyang, bernyanyi, serta menikmati penampilan sulap yang lucu dan menghibur. Adik-adik dari beberapa area juga berkesempatan untuk menunjukkan kebolehan dance mereka di panggung JSA XIX ini. Semangat kebersamaan dan kegembiraan benar-benar terasa di malam itu!

 Ratusan Bunga Tanda Kasih
Waktu 2 hari 1 malam rasanya memang tidak akan cukup bagi adik-adik dan kakak pendamping untuk menikmati kebersamaan mereka, tetapi perpisahan harus terjadi. Sebuah perpisahan yang indah pun disiapkan oleh panitia sebagai ucapan terima kasih atas kerjasama para PJ Tenda, serta kakak pendamping selama 3 bulan terakhir. Namun, kakak pendamping dan adik-adik diharapkan tetap bisa bertemu dalam kegiatan belajar di setiap areanya.
Di akhir acara penutupan, ratusan bunga telah disebarkan kepada adik-adik secara tersembunyi untuk diberikan kepada PJ Tenda dan kakak pendampingnya. Keharuan pun muncul ketika mereka menerima setangkai bunga cantik dari adik-adik yang didampingi. Tidak sedikit pula adik, kakak pendamping, dan PJ Tenda yang terus berpelukan seolah tidak mau melepaskan kebersamaan mereka. Suasana pun semakin mengharukan ketika mereka diminta untuk berpelukan sambil menyanyikan lagu Sahabat dari Lumier.

Sahabat, kau yang selalu ada, kau yang selalu hadir, kau yang selalu setia. Aku kan berada, aku kan di sisi, aku kan setia, tak kan berpisah kau dan aku.”

JSA XIX (4) 

Terima kasih untuk kebersamaan yang tak terlupakan selama 2 hari ini, Sahabat! Terima kasih juga kepada Sahabat Panitia dan tim kerja yang sudah bekerja keras selama sekitar 6 bulan untuk menyiapkan semua keperluan JSA XIX; Sahabat Pendukung yang telah memenuhi semua kebutuhan dana, konsumsi, hadiah, perlengkapan, dan lainnya; Sahabat Media yang turut menyebarkan semangat kampanye “Kucinta Keluargaku”. Sampai jumpa di JSA tahun depan!

(Dina Disi Siahaan)

Anak Berkebutuhan Khusus (Special Needs Children)

Tiga tahun yang lalu tidak pernah terpikirkan bahwa saya akan bekerja di bidang ini. Autisme, hanya sedikit yang saya tahu tentang kata itu. Pada akhirnya datang tawaran dari sebuah sekolah swasta di Jakarta sebagai asisten pengajar di bagian special education. Saya pun menerima tawaran tersebut. Semenjak itu hari-hari saya dipenuhi dengan berbagai hal dan pengalaman yang belum pernah saya temui. Awalnya banyak hal yang sangat asing bagi saya, tapi seiring waktu saya pun bisa beradaptasi dan bahkan saya merasa inilah yang saya cari. Selama saya bekerja dengan mereka begitu banyak hal yang saya pelajari dan dapati, baik itu dari segi akademik ataupun non akademik. “Kesabaran“ merupakan subjek yang sangat berharga bagi saya.

Special kids, saya lebih suka menggunakan istilah tersebut untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Pada dasarnya mereka sama dengan anak-anak pada umumnya, mereka mempunyai kemauan dan kebutuhan yang sama, hanya saja mereka punya cara tersendiri untuk mendapatkan ataupun melakukannya. Cara mereka itulah yang memang untuk orang awam mungkin terlihat unik dan “berbeda”. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: