Category Archives: Volunteers

Kisah Bimbel Koran di JSA XXI

Jambore Sahabat Anak (JSA) ke-21 boleh saja sudah berlalu sebulan yang lalu. Tapi kenangannya dijamin tetap membekas di hati semua pihak yang terlibat dari panitia, pendamping hingga adik-adik peserta itu sendiri. Yuk, kita flashback sejenak ke JSA yang terselenggara tanggal 22-23 Juli yang lalu melalui kisah-kisah dari beberapa area peserta Jambore. Berikut area Bimbel Koran ingin bercerita kisah mereka di Jambore….

Perayaan peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2017 seperti biasa berlangsung dengan meriah melalui Jambore Sahabat Anak yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Ragunan dan berlangsung selama dua hari ini yaitu dari tanggal 22 – 23 Juli 2017, dan meninggalkan kesan yang sangat menyenangkan bagi adik-adik Bimbel Koran. Jambore kali ini Bimbel Koran satu tenda dengan Bimbel Jatiasih, adapun nama tendanya adalah Tenda Tongkongan yang merupakan Rumah adat dari Toraja. Kenapa Tongkongan? Karena tema untuk setiap tenda yang ada di Jambore mengangkat tema rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Hal ini sangat positif karena dengan begitu secara tidak langsung kita mengajarkan kepada para peserta Jambore akan kekayaaan budaya dari Indonesia.

Hari Sabtu tanggal 22 Juli 2017 jam 05.00 WIB mobil jemputan sudah tiba di tempat penjemputan yang telah disepakati, dan adik-adik sudah sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan Jambore selama dua hari. Saking bersemangatnya jam 4 pagi sudah pada kumpul di bimbel dan yang lucunya malah kakak-kakak pendampingnya yang terlambat :p. Ketika semua peserta sudah berkumpul kami berangkat dengan menjemput terlebih dahulu Bimbel Budaya Mandiri, karena untuk tranportasi kali ini Bimbel Koran bergabung bersama Bimbel Budaya Mandiri. Perjalanan berjalan lancar dan seru, karena transportasi yang kami gunakan adalah mobil tentara, dan sekitar jam 07.30 WIB kami tiba di Bumi Perkemahan Ragunan.

Setibanya di lokasi kami langsung disambut oleh kakak-kakak panitia dari Jambore Sahabat Anak, setelah itu kami diarahkan di suatu tempat untuk menunggu teman-teman kami dari Bimbel Jatiasih sehingga tidak mengganggu para peserta Jambore yang lainnya. Setelah bertemu dengan teman-teman Bimbel Jatiasih kamipun dipanggil untuk melakukan foto bersama dan menyanyikan yel-yel yang selama ini sudah dipelajari. Setelah itu kami berbaris di depan panggung untuk melakukan pembukaan perayaan Jambore Sahabat Anak XXI tahun 2017 dan kami menyanyikan lagu Keluargaku Pelindungku yang merupakan tema dari kegiatan Jambore untuk tahun ini.

Setelah proses acara penyambutan sudah selesai dilakukan, para peserta Jambore pun balik ke tendanya masing-masing sesuai dengan nama tenda yang telah di berikan kepada setiap bimbel yang merupakan para peserta Jambore. Saat di tenda kami berkumpul dan berkenalan dengan teman-teman dari Bimbel Jatiasih. Pada saat perkenalan kami pun dibagikan sarapan pagi, keperluan mandi dan kaos yang merupakan seragam yang dipakai pada hari itu. Ternyata teman-teman dari Jatiasih sangat baik dan sangat ramah. Tidak hanya adik-adiknya tapi kakak-kakaknya juga, kami sangat senang sekali. Dan saat itu kakak-kakaknya juga membahas bagaimana caranya untuk menghias tenda dengan peralatan yang sudah tersedia (harap maklum selama ini koordinasinya hanya melalui online). Setelah itu kami dikumpulkan kembali untuk bermain games.

Setelah berkumpul kami pun dijelasin setiap game yang telah dipersiapkan oleh kakak-kakak panitia. Acara games-nya sangat seru sekali, kami saling menyemangati teman-teman kami yang satu tendanya pastinya agar kami bisa memenangkan setiap game yang ada. Kami berteriak sekuat tenaga dan akhirnya itu membuat suara kami serak, tapi tidak masalah karena kami sangat senang sekali. Cuaca yang terik pada hari itu pun tidak kami hiraukan. Dan kami pun memenangkan beberapa dari semua games yang ada. Acara pun berlangsung dengan tertib. Jam 12.00 kami sudah dikasih makan siang dan istirahat sebentar. Setelah acara selesai kami dikasih kesempatan untuk menghias tenda dengan peralatan yang sudah kami persiapkan. Maka dimulailah acara gunting-menggunting kertas, menempel dan menggambar, tidak lupa kami juga membuat pagar di depan tenda.

Ketika sudah sore kami mulai membersihkan diri dan ternyata kamar mandi sangat antri dan beberapa di antara kami mandi bersamaan untuk bisa menghemat waktu. Setelah itu kami makan malam. Acara di malam hari pun sangat seru sekali terutama ketika ada aktris Prilly Latuconsina. Sayang malam itu ada hujan tapi untung saja cuma sebentar. Lelah mengikuti acara dari pagi kami pun lelah dan ingin beristirahat, tapi ketika ada musik reggae kami berlari berhamburan dan bergoyang-goyang mengikuti irama dengan semangat sekali. Rasa lelah pun hilang seketika karena kami bergoyang dengan teman-teman baru yang tidak malu untuk bergoyang dan kami tertawa bersama. Setelah itu acara selesai dan kami beristirahat.

Keesokan paginya kami bangun pagi-pagi dan mengikuti senam pagi, kami mengikuti senam sembari bercanda dengan teman-teman baru. Siangnya kami dikumpulkan dan mengikuti arahan bahwa kami harus membuat baju perang beserta pedang untuk menyelematkan Kakak Apit yang telah di culik oleh algojo. Ketika kami berusaha menyelamatkan Kak Apit kami menyanyikan yel-yel : “Permisi, permisi. Kami mau lewat. Kalau nggak di kasih lewat, urusan bisa gawat” :p. Setelah menyelamatkan Kak Apit kami kumpul kembali ke tenda dan makan siang. Setelah itu kami beres-beres dan melakukan persiapan untuk pulang.

Sebelum kami pulang tiba saatnya pengumuman untuk pemenang setiap kategori yang telah di persiapakan oleh kakak-kakak panitia. Dan Tenda Tongkongan memenangkan dua kategori yaitu sebagai Tenda Terdisiplin dan Tenda Terbaik. Kami sangat senang sekali dan bangga karena untuk pertama kalinya kami bisa memenangkan kategori Tenda Terbaik selama mengikuti Jambore ini dari tahun 2011.

Berikut beberapa kesan-kesan dari adik-adik selama mengikuti acara Jambore Sahabat Anak XXI :

  • Najwa, Kelas V: “Saya sangat senang mengikuti Jambore Sahabat Anak karena saya mendapat pengalaman dan ilmu yang sangat banyak. Dan memiliki kesempatan untuk bermain dan berkumpul dengan teman-teman baru.”
  • Widodo, Kelas IV: “Saya senang sekali karena pada saat Jambore saya bisa bermain dengan teman-teman, baik itu teman-teman yang lama maupun teman-teman yang baru.”
  • Nur Fatiha, kelas IV: “Saya ikut Jambore Sahabat Anak untuk yang kedua kalinya dan acara yang berkesan pada waktu menyebarkan serbuk berwarna ke teman-teman seru banget, seperti film India. O iya, ketika pengumuman bahwa kami sebagai Tenda Terbaik juga sangat berkesan. Sangat bangga sekali. Saya juga kagum dengan penampilan adik-adik yang pentas. Mereka bergoyang enerjik sekali, terbersit dalam hati saya pengen seperti mereka.”
  • Iqbal, Kelas VI: “Jambore kali ini saya mendapat teman baru namanya Jaka, Hendrik, Ahmad, Taufik dan lain-lain. Kami bermain, bergoyang dan menghias tenda bersama.”
  • Edo Kelas VI: “Saya senang bisa ketemu dengan artist Prilly Lantucosina, dia cantik sekali. O iya, acara sulapnya juga keren sekali, saya sampai heran kok bisa yah. Musik reggae-nya juga seru banget, saya dan teman-teman bergoyang bersama dan tertawa bersama, pokoknya seru banget. Pada saat pulang dapat souvenir tas yang bagus. Senang sekali dengan Jambore kali ini.”
  • Mia Kelas VII: “Saya orangnya pemalu tapi ketika setenda dengan teman-teman dari Jatiasih saya sangat senang sekali karena adik-adik dan kakak-kakaknya sangat ramah sekali, mereka ajak saya foto dan membantu saya juga untuk menghias tenda. Saya ketawa terbahak-bahak mendengar cerita Kak Awam. Tapi yang paling hits dan heboh ketika tenda Tongkongan di nobatkan sebagai tenda terbaik membuat saya bangga dan terharu.”

Berikut Kesan dari Adel sebagai Koordinator pendamping Bimbel Koran:

Jambore kali ini adalah Jambore pertama kali yang saya ikuti. Pertama kali menjadi pendamping dan pertama kali yang mengkoordinir remaja-remaja Bimbel Koran untuk menjadi pendamping. Terus terang saya sangat kuatir ketika kak Donna mempercayakan semuanya kepada saya karena semuanya ini adalah pertama yang saya ikuti. Tapi alhamdullilah segala kepercayaan yang diberikan terbayar dengan menangnya tenda Tongkongan sebagai tenda terdisiplin dan tenda terbaik rasanya bangga, terharu dan bahagia sekali.

JSA1_3

Bimbel Koran di JSA XXI

 

 

Iklan

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

On Saturday, August 20th, Sahabat Anak joined Bromo Marathon 2016‘s runner briefing held by Indokasih in Gandaria 8, South Jakarta. Along with Sahabat Anak were also representatives from three other organizations: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia and Wahana Visi Indonesia. The purpose of this gathering is to introduce runners/fundraisers with the organizations they represent in Bromo Marathon later on September 4th, so they can understand more deeply the background of the fundraising.

IMG_1594[1]

Indokasih has run digital charity/fundraising for two years now. They are not doing their own fundraising conventionally, but joining events held by others. 2016 will be the first year Indokasih officially collaborate with Bromo Marathon event organizer, although in previous years they have participated in races like Bali and Jakarta Marathon, as well as NusantaRun. How is the fundraising done? Runners, through Indokasih website, announce their donation target and the race/event they join. The amount of funds collected can continue to be monitored online. The bottom line is, they do all the running and sweating, with prior rigorous training for months, taking care and paying for their own transport and accommodation and all we have to do is click to donate. 🙂

Previous Run

Why these 4 organizations in this fundraising event? The main reason is these four are concerned and engaged in education.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa is a free education foundation in Bintaro for the drop-out children from their school with fostering program. Runners who raise donations for YPAB wish for children graduated from Kejar Paket C (non-formal education equal to high school level) to be able to continue to higher education level.
  • Care4Kids Indonesia runs a School Development Program to assist on school’s recovery by focusing on teacher’s quality, also school’s infrastructure and facilities. Runners who represent them will help Teruna Persada High School that most of its students are high achievers in sports but lacking in education.
  • Wahana Visi Indonesia through their runners are raising donations to build an early education center in Samalantan village, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, in line with our program this year, Gizi Untuk Prestasi (Nutrition for Achievement), will use the donation to increase awareness on child nutrition. Right after Bromo Marathon, the volunteers/runners will take part in SA roadshow in Malang to distribute lunch boxes and drinking bottles for children there and join other activities in the event that involve the parents.

 Below are links to Sahabat Anak runners, please check and share their profile:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

You can check here for the full list.

Are any of you or your friend joining this year’s Bromo Marathon? Or maybe some of you are actually the runners representing Sahabat Anak? Let us know in comment below, and see you in Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

 

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 di Gandaria 8, Jakarta Selatan, Sahabat Anak mengikuti runner briefing Bromo Marathon 2016 dari Indokasih. Selain Sahabat Anak, datang juga beberapa perwakilan dari 3 organisasi lainnya: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia. Inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan para pelari penggalang dana dengan yayasan/organisasi yang diwakilinya di Bromo Marathon pada 4 September 2016 nanti, agar mereka makin menghayati penggalangan dana ini.

IMG_1594[1]

Indokasih sudah 2 tahun menjalankan digital charity/fundraising. Dalam hal ini Indokasih tidak mengadakan acara penggalangan dananya sendiri secara konvensional, namun bergabung dengan acara yang digelar pihak lain. Tahun 2016 sendiri merupakan awal keterlibatan resmi Indokasih di Bromo Marathon yang berkolaborasi dengan penyelenggara acaranya, sedangkan di tahun-tahun  sebelumnya mereka terlibat di acara race seperti Bali dan Jakarta Marathon, serta NusantaRun. Caranya adalah para pelari, melalui website Indokasih, mengumumkan target pengumpulan dana dan race yang diikutinya. Jumlah dana yang terkumpul bisa terus dipantau secara online di website. Intinya, mereka yang capek berlari, persiapan berbulan-bulan, mengurus dan membiayai sendiri transpor serta akomodasi mereka, kita hanya tinggal klik untuk menyumbang. 🙂

Previous Run.png

Mengapa sekarang 4 yayasan ini yang dirangkul dalam fundraising? Alasan utamanya karena keempat yayasan ini bergerak di bidang pendidikan.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa merupakan yayasan pendidikan gratis di Bintaro bagi anak-anak putus sekolah dengan program kakak asuh. Para runner yang menggalang dana bagi YPAB ingin agar anak-anak lulusan Kelas Kesetaraan Kejar Paket C bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
  • Care4Kids Indonesia menjalankan School Development Program yang mendampingi pemulihan sekolah di Jakarta, berfokus pada kualitas guru, manajemen dan infrastruktur/fasilitas sekolah. Para runner yang mewakili mereka akan berusaha membantu sekolah Teruna Persada yang sebagian besar siswanya berprestasi tinggi di bidang olahraga, namun kurang dalam pendidikan.
  • Wahana Visi Indonesia melalui para runner-nya berusaha menggalang dana untuk membangun PAUD di desa Samalantan, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, tentunya sesuai dengan program kami tahun ini, Gizi Untuk Prestasi, akan menggunakan dana yang terkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi anak. Langsung setelah Bromo Marathon, para volunter/runner akan bergabung di acara roadshow SA di Malang untuk membagikan paket kotak makan dan bekal minum bagi anak dan acara-acara lainnya yang melibatkan orang tua.

Berikut link pelari untuk Sahabat Anak, silahkan di-cek dan sebarkan profil mereka:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

Untuk list lengkapnya silahkan cek di sini.

Apakah di antara Sahabat atau kenalannya ada yang ikut Bromo Marathon tahun ini? Atau mungkin Sahabat adalah salah satu runner yang mewakili Sahabat Anak? Jangan lupa komen di bawah ya, dan sampai jumpa di Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

Love, Dreams and Struggles

Those are the 3 most important lessons I have learned from the volunteers, but most of all, the kids at Sahabat Anak Grogol in the past 5 years.

Group picture with Sahabat Anak Grogol

Group picture with Sahabat Anak Grogol

Their limitations do not stop them from dreaming.
Their limitations do not stop them from trying to build a better life for themselves and their families.
These limitations are simply obstacles in their path and can be overcome.

Of course there are times when these kids fall into despair, but the volunteers at SA Grogol are always there to hear their problems, to support them and help them strive. To show them love.

We live in an evermore self-centered and individualistic world. Having the opportunity to know these kids’ realities and being able to help at SA Grogol has been for me like a breath of fresh air, it has opened my eyes, heart and mind.

I began my involvement with SA Grogol by teaching English and Maths to the kids there, and I am also involved in the Committee of SA Jamboree. My efforts and time seem infinitely small when compared to what I get in return from these kids and to what I have learned from them.

With the kids at the 19th Sahabat Anak Jamboree

With the kids at the 19th Sahabat Anak Jamboree

In my profession as a model, I sometimes complain because of the long working hours, feeling tired and exhausted after a long day of work. A sudden panic attack because of a difficult stage or painful shoes. Then I remember. I remember how strong these kids are; their lives are truly complicated, filled with daily challenges regarding things most of us take for granted. Their spirits grow stronger and stronger, and that makes me stronger. It motivates me to push myself.

Playing together with the kids at Sahabat Anak Jamboree

Playing together with the kids at Sahabat Anak Jamboree

But the biggest motivation of all, the greatest satisfaction, is when I see these kids reach their goals. Bunga is now an economics graduate. Basiroh and Eka are now attending university and working to maintain themselves and helping their families throughout their studies. Muji has reached his dream of being involved in the cosmetics industry and is at the same time teaching dance to younger kids. There are others who are walking the path towards reaching their dreams and goals. These kids have managed to step out of their path and make their own. Some may say they were destined to be borned as street kids, but they changed that destiny and made their own life.

As Lina Tjindra said, “Though there are some who stop in the middle of their journey, the success of 1 or 2 kids in reaching out their dreams makes it all worth it”.

We are not able to help everyone, but we can begin by holding 1 small hand, walking together towards that dream, and together help in shaping a better nation. Because at the end of the day, it is all from us, by us, and for us. Let’s help them, let’s help ourselves, let’s help the future generation, by doing something simple. Something we all can do.

Enjoying fun moments with the kids at Sahabat Anak Jamboree

Enjoying fun moments with the kids at Sahabat Anak Jamboree

I am Laura Muljadi and this is my story.
Now is your turn to write yours.

Buka Puasa Bersama SA Manggarai

Salam sahabat,

Minggu tanggal 29 Juli 2012 lalu, Sahabat Anak Manggarai (SAM) telah mengadakan sebuah acara buka puasa bersama yang bertempat di Kantor Sekretariat Karang Taruna Manggarai, Jl. Manggarai Utara V. Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh sekitar 140 orang adik dari Sahabat Anak Manggarai, Stasiun Kereta Api Manggarai dan Terminal Manggarai, serta 50 orang pengajar dan voluntir dan juga dihadiri pula oleh ketua Karang Taruna, Ketua RW 01 dan Ketua RT 05 kelurahan Manggarai.

Adik-adik Manggarai Bernyanyi Bersama Menjelang Buka Puasa

Acara diawali dengan presentasi singkat tentang pengenalan Sahabat Anak Manggarai, dimulai dari pertama kalinya berdiri hingga saat ini, yang dibawakan oleh Kak Arwinto selaku pengurus dari SAM. Lalu acara diisi pula oleh penampilan dari adik-adik SAM dan beberapa orang kakak serta tausiah menjelang waktu berbuka oleh seorang ustadz. Read the rest of this entry

Menjelang Jambore Sahabat Anak ke-16

Tak terasa Jambore Sahabat Anak (JSA) yang akan diadakan ke-16 kalinya sudah dekat. Persiapan kurang lebih 5 bulan untuk acara dalam rangka Hari Anak Nasional 23 Juli ini sudah hampir selesai. Panitia dan tim kerja pun mulai mengadakan rapat secara lebih rutin untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.

Suasana briefing pendamping JSA XVI hari pertama

Kerja sama tim, kerja keras serta komitmen memang dibutuhkan dalam menjalankan panitia yang besar seperti di JSA. Tak mungkin rasanya para relawan ini mau meluangkan waktu di luar kegiatan kuliah, kantor dan aktivitas lain kalau mereka tidak melihat ke tujuan besarnya: menjadi sahabat bagi anak jalanan dan anak marjinal. Jambore SA diadakan bukan untuk ajang unjuk gigi tapi berbagi keceriaan, berbagi kasih dan menunjukkan kepada anak-anak yang biasanya tak dianggap ini bahwa mereka berharga dan mereka punya banyak sahabat yang peduli. Read the rest of this entry

Bukan Voluntir Biasa

Salah satu momen rapat bersama Candice

Persahabatan biasanya terbentuk setelah bertahun-tahun dan teruji setelah melalui banyak peristiwa bersama. Tapi siapa sangka hanya dalam waktu 7 (tujuh) bulan dapat terjalin persahabatan yang indah dan akan selalu terkenang di hati.

Saat pertama mendengar bahwa akan ada voluntir dari Australia yang akan bekerja full time di sekretariat Sahabat Anak, beragam reaksi muncul. Banyak yang senang tapi banyak juga yang cemas karena kendala bahasa. Kami tahu bahwa nantinya bukan hanya si voluntir yang harus menyesuaikan diri tapi kami pun juga harus bisa mengerti perbedaan bahasa, budaya dan kebiasaan.

Candice Kitingan datang untuk membantu dan mendukung Divisi Humas Sahabat Anak. Dia merupakan salah satu relawan dari Australian Volunteers International (AVI)  yang bersama suaminya, bekerja penuh waktu di organisasi lokal. Secara khusus Candice membantu pengerjaan website dan media online SA, membantu tim Newsletter, menjadi editor artikel bahasa Inggris dan mentor untuk pengembangan bahasa Inggris staf dan adik binaan di SA. Candice juga sangat membantu komunikasi dengan tamu atau donatur asing yang berkunjung dan ingin bekerja sama.

Candice termasuk orang yang cepat belajar dan cepat beradaptasi sehingga ia tidak kesulitan untuk sedikit demi sedikit memahami prinsip dan natur organisasi Sahabat Anak. Jadi saat ia harus memperkenalkan SA kepada orang lain, kami percaya dia sudah mengerti betul apa yang akan ia katakan.

Presentasi Website baru Sahabat Anak

Divisi Humas terutama sangat tertolong melalui kehadirannya di tim website, di mana Candice berperan besar atas terwujudnya rencana untuk merubah tampilan dan desain website lama kami (www.sahabatanak.com). Candice dan AVI telah memberikan dukungan daya dan juga finansial bagi pengerjaan website baru SA (www.sahabatanak.org). Karena itu tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa website SA menjadi salah satu “peninggalan” Candice di organisasi ini. Selain website, Candice juga berinisiatif untuk membuka Blog Sahabat Anak dengan tujuan menambah media komunikasi antara anak binaan dan voluntir SA dengan publik serta menambah wawasan publik melalui artikel opini mengenai isu-isu anak yang tengah dihadapi.

Kepribadiannya yang ramah, bicara apa adanya dan humoris membuat Candice juga banyak disukai oleh adik-adik binaan yang dia temui. Meskipun sempat keheranan banyak yang memanggilnya “mister” tapi dia tidak takut untuk berada di sekitar anak-anak tsb dan berbaur dengan mereka.

Walaupun di awal ada beberapa kendala bahasa tapi keinginan untuk saling mengerti dan komunikasi yang baik mendorong staf, voluntir dan adik-adik binaan untuk berbahasa Inggris dan juga sebaliknya. Begitu banyak hal yang saya pribadi pelajari dari Candice dan saya yakin begitu juga dengan staf, tim Humas, adik-adik PKA serta semua yang mungkin berkesempatan mengenal dia. Waktu 7 bulan terasa berlalu begitu cepat dan perjalanan Candice di Sahabat Anak harus terhenti. Banyak pengalaman baik maupun kurang baik yang mungkin dialaminya selama di SA tapi kami berharap dia terus menjadi agen perubahan di manapun akhirnya dia pergi dan berkarya. Terutama agar semangat persahabatan itu terus terjaga dan tidak lekang waktu.

Terima kasih atas pelayananmu sahabat, sampai nanti kita berjumpa lagi!

Hari terakhir Candice bekerja di sekretariat

Ratusan Ribu Anak Hidup Di Jalan, Apakah Pilihanmu?

Dian memberikan sharing di acara Grand Opening Rumah Sahabat.

Dalam hidup, kita tidak bisa lepas dari pilihan. Sejak bangun tidur, kita sudah dihadapkan pada berbagai pilihan: Baju mana yang akan kita pakai, apa makan pagi hari ini, jalan mana yang harus dilewati, dll. Ada masa dimana saya tidak yakin apakah saya memilih hal yang benar, bahkan ada kalanya saya menyesali pilihan yang sudah saya tentukan. Tapi satu pilihan yang saya yakini kebenarannya dan tidak saya sesali adalah pilihan untuk menjadi relawan di Sahabat Anak. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: