Arsip Blog

Menjelang Jambore Sahabat Anak ke-16

Tak terasa Jambore Sahabat Anak (JSA) yang akan diadakan ke-16 kalinya sudah dekat. Persiapan kurang lebih 5 bulan untuk acara dalam rangka Hari Anak Nasional 23 Juli ini sudah hampir selesai. Panitia dan tim kerja pun mulai mengadakan rapat secara lebih rutin untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.

Suasana briefing pendamping JSA XVI hari pertama

Kerja sama tim, kerja keras serta komitmen memang dibutuhkan dalam menjalankan panitia yang besar seperti di JSA. Tak mungkin rasanya para relawan ini mau meluangkan waktu di luar kegiatan kuliah, kantor dan aktivitas lain kalau mereka tidak melihat ke tujuan besarnya: menjadi sahabat bagi anak jalanan dan anak marjinal. Jambore SA diadakan bukan untuk ajang unjuk gigi tapi berbagi keceriaan, berbagi kasih dan menunjukkan kepada anak-anak yang biasanya tak dianggap ini bahwa mereka berharga dan mereka punya banyak sahabat yang peduli. Read the rest of this entry

Iklan

Bukan Voluntir Biasa

Salah satu momen rapat bersama Candice

Persahabatan biasanya terbentuk setelah bertahun-tahun dan teruji setelah melalui banyak peristiwa bersama. Tapi siapa sangka hanya dalam waktu 7 (tujuh) bulan dapat terjalin persahabatan yang indah dan akan selalu terkenang di hati.

Saat pertama mendengar bahwa akan ada voluntir dari Australia yang akan bekerja full time di sekretariat Sahabat Anak, beragam reaksi muncul. Banyak yang senang tapi banyak juga yang cemas karena kendala bahasa. Kami tahu bahwa nantinya bukan hanya si voluntir yang harus menyesuaikan diri tapi kami pun juga harus bisa mengerti perbedaan bahasa, budaya dan kebiasaan.

Candice Kitingan datang untuk membantu dan mendukung Divisi Humas Sahabat Anak. Dia merupakan salah satu relawan dari Australian Volunteers International (AVI)  yang bersama suaminya, bekerja penuh waktu di organisasi lokal. Secara khusus Candice membantu pengerjaan website dan media online SA, membantu tim Newsletter, menjadi editor artikel bahasa Inggris dan mentor untuk pengembangan bahasa Inggris staf dan adik binaan di SA. Candice juga sangat membantu komunikasi dengan tamu atau donatur asing yang berkunjung dan ingin bekerja sama.

Candice termasuk orang yang cepat belajar dan cepat beradaptasi sehingga ia tidak kesulitan untuk sedikit demi sedikit memahami prinsip dan natur organisasi Sahabat Anak. Jadi saat ia harus memperkenalkan SA kepada orang lain, kami percaya dia sudah mengerti betul apa yang akan ia katakan.

Presentasi Website baru Sahabat Anak

Divisi Humas terutama sangat tertolong melalui kehadirannya di tim website, di mana Candice berperan besar atas terwujudnya rencana untuk merubah tampilan dan desain website lama kami (www.sahabatanak.com). Candice dan AVI telah memberikan dukungan daya dan juga finansial bagi pengerjaan website baru SA (www.sahabatanak.org). Karena itu tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa website SA menjadi salah satu “peninggalan” Candice di organisasi ini. Selain website, Candice juga berinisiatif untuk membuka Blog Sahabat Anak dengan tujuan menambah media komunikasi antara anak binaan dan voluntir SA dengan publik serta menambah wawasan publik melalui artikel opini mengenai isu-isu anak yang tengah dihadapi.

Kepribadiannya yang ramah, bicara apa adanya dan humoris membuat Candice juga banyak disukai oleh adik-adik binaan yang dia temui. Meskipun sempat keheranan banyak yang memanggilnya “mister” tapi dia tidak takut untuk berada di sekitar anak-anak tsb dan berbaur dengan mereka.

Walaupun di awal ada beberapa kendala bahasa tapi keinginan untuk saling mengerti dan komunikasi yang baik mendorong staf, voluntir dan adik-adik binaan untuk berbahasa Inggris dan juga sebaliknya. Begitu banyak hal yang saya pribadi pelajari dari Candice dan saya yakin begitu juga dengan staf, tim Humas, adik-adik PKA serta semua yang mungkin berkesempatan mengenal dia. Waktu 7 bulan terasa berlalu begitu cepat dan perjalanan Candice di Sahabat Anak harus terhenti. Banyak pengalaman baik maupun kurang baik yang mungkin dialaminya selama di SA tapi kami berharap dia terus menjadi agen perubahan di manapun akhirnya dia pergi dan berkarya. Terutama agar semangat persahabatan itu terus terjaga dan tidak lekang waktu.

Terima kasih atas pelayananmu sahabat, sampai nanti kita berjumpa lagi!

Hari terakhir Candice bekerja di sekretariat

The Complexity of Prumpung

Prumpung is an area in Jakarta which has complex problems. It is a very dense and crowded area with a rather unique society. The residents usually work as sculptors at Merak Port, buskers near the traffic lights, laundry service or by selling fried snacks on the street. Read the rest of this entry

Decorating Prumpung’s Reading House

Hurray! A double story house has recently been rented by SA Prumpung and has been converted into a Reading House for the children. All of the books owned by SA Prumpung, a majority of which were donated by our loving friends, have been moved to the second story of the new house. Despite the limited size of the house, it is still big enough to meet the children’s reading needs. Read the rest of this entry

Sharing Dreams, Hopes and Wishes!

The 2012 Sahabat Anak Day Campaign – Share Your Dreams – has been running since February 17th, 2012. The Roadshow has been taken to eight different areas around Jakarta and has been listening to the voices and dreams of 300 marginalised children.

The main aim of the campaign is to provide a platform for marginalised and street children to have a voice. Their first task is to write a story about their dreams, wishes or hopes. Read the rest of this entry

Sahabat Anak Clinic: A Small Step in Promoting Indonesian Children’s Rights to Health Care

The Sahabat Anak Clinic is one of our latest programs which commenced in 2011. The aim of the clinic is to visit the eight Sahabat Anak Tutorial Areas and a some of our partner organisations who are in need of health services.

The medical team preparing to deliver free health check ups to SA Prumpung.

Read the rest of this entry

Ratusan Ribu Anak Hidup Di Jalan, Apakah Pilihanmu?

Dian memberikan sharing di acara Grand Opening Rumah Sahabat.

Dalam hidup, kita tidak bisa lepas dari pilihan. Sejak bangun tidur, kita sudah dihadapkan pada berbagai pilihan: Baju mana yang akan kita pakai, apa makan pagi hari ini, jalan mana yang harus dilewati, dll. Ada masa dimana saya tidak yakin apakah saya memilih hal yang benar, bahkan ada kalanya saya menyesali pilihan yang sudah saya tentukan. Tapi satu pilihan yang saya yakini kebenarannya dan tidak saya sesali adalah pilihan untuk menjadi relawan di Sahabat Anak. Read the rest of this entry

Hundreds of Thousands of Children Live On The Street! What Is Your Choice?

Dian giving a speech at the recent opening of Sahabat Anak's new secretariat and Children's Activity Centre - Rumah Sahabat.

In life, we cannot escape choices. From the moment we wake up in the morning we are faced with many options: Which clothes should I wear? What to eat this morning? Which road should I take?  There are times when I doubt that I am choosing the right thing. There are even times when I regret the choices  I have made. But one thing I do believe is right and I do not regret  is the choice to be a volunteer at Sahabat Anak. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: