Monthly Archives: Juli 2016

KAMI JUARA: Kasih, Mimpi, Perjuangan Meraih Asa

 

page.jpg

Bertempat di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 24 Juli 2016,  acara KAMI JUARA dibuka dengan sambutan dan perkenalan tentang Sahabat Anak Grogololeh koordinatornya, Kak Yonathan dengan moto mereka: “SA Grogol, Melayani dengan Hati. Yes!” SA Grogol dirintis tahun 2002 dengan tempat belajar di bawah kolong jembatan Grogol dan sekarang telah berkembang menjadi Rumah Karya (ruko empat lantai). Sejalan dengan motonya, SA Grogol juga membantu pemberdayaan orang tua adik-adik binaan melalui produksi kerajinan tangan ‘Bumbu Kari’ (Bersama Membangun Ibu Karya Mandiri) dengan sistem bagi hasil.

Persembahan pertama dari 3 adik yang menari Jaipong dengan iringan lagu barat dimix unsur tradisional. Kreatif. Setelah itu sekelompok adik putri mempersembahkan Tari Saman yang menuntut kerjasama level tinggi. Sebagai penutup, adik-adik menari hip-hop yang sukses membuat gedung pertunjukan riuh dengan gerakan b-boy mereka, dilatari lagu-lagu dari era 90-an hingga masa kini. Tiga persembahan tarian disambut meriah oleh penonton, termasuk orang tua mereka yang kebetulan duduk di barisan depan saya. Beberapa kali terdengar lontaran pujian terhadap anak-anak yang tidak mereka nyana bisa tampil maksimal.

Berikutnya, pertunjukan utama Drama Musikal KAMI JUARA dimulai. Dibuka dengan adegan tiga pemuda, yakni Ayu, Ali, dan Nur sedang reunidi sebuah restoran. Adegan berikutnya, penonton dibawaflashback ke sebuah lokasi lampu merah tempat sekelompok anak-anak jalanan beraktivitas (ngamen, menjajakan tisu, menjual koran). Para pemeran tiba-tiba melakukan tarian flashmob dengan teramat lincah. Seorang penonton yang saya duga adik binaan SA Grogol berteriak sambil menunjukkan jari ke arah panggung, “Itu Kak Ali!” Ibunya pun harus menenangkan si adik ini dengan senyuman.

Para tokoh utama drama ini adalah Nur, anak lelaki berkepala plontos yangcuek dan periang, yang sudah tiga hari berkeliaran di jalanan dan dicari-cari ibunya. Ada Ayu, perempuan satu-satunya yang bawel serta bercita-cita menjadi pramugari. Tokoh ketiga bernama Ali, yang paling dewasa dari ketiganya, si pemikir sekaligus pencemas. Dibalik canda dan lelucon mereka, penonton diajak merasakan kerasnya kehidupan jalanan yang membuat kanak marjinal terpaksa melupakan mimpi mereka demi kebutuhan. Berbagai konflik mereka alami, mulai dari trauma masa lalu, perselisihan dengan sesama anak jalanan, hingga hambatan dengan penegak hukum. Berbagai masalah ini membuat mereka terpuruk, namun akhirnya pada suatu titik menjadi sebuah kesempatan yang menghadapkan mereka pada sebuah pilihan hidup: tetap di jalanan atau keluar mengejar mimpi mereka.

Drama musikal KAMI JUARA terinspirasi dari kisah nyata perjalanan SA Grogol yang diceritakan dari sudut pandang adik-adik binaan. Pertunjukan ini ditutup dengan lagu Laskar Pelangi yang disambut dengan tepuk tangan dan sambutan meriah penonton. Sungguh tak disangka adik-adik binaan SA Grogol bisa memberikan kualitas pertunjukan setingkat ini, sekaligus pembuktian bahwa mereka bisa berkarya dan bermakna asal diberi kesempatan.

Selama 6 bulan, adik-adik dibimbing dengan profesional penuh kedisiplinan oleh Kak Ivan sang sutradara, yang dibantukakak-kakak dari Teater Sentra Untar dan Sanggar Tari Badhaya Nusantara. Mereka dilatih agar dapat mengeluarkan potensinya masing-masing. Di dalam pertunjukan untuk penggalangan dana Rumah Karya SA Grogol ini, diselipkan berbagai unsur seni seperti nyanyian, tarian, puppet show, musikalisasi puisi, danbacklight dance.KAMI JUARA juga menghadirkan seorang bintang tamu cilik bersuara merdu, yakni Kafin dari Di Atas Rata-rata angkatan ke-2. Kafin yang piawai dalam bermusik jazz serta olah vokal berpesan kepada adik-adik binaan SA Grogol agar rajin belajar, raihlah cita-cita setinggi-tingginya, dan pantang menyerah.

Panitia KAMI JUARA dan Pengurus SA Grogol di akhir acara menyampaikan terima kasih kepada semua sahabat yang telah mendukung. Mulai dari sponsor hingga semua penonton yang telah membeli tiket dan hadir, meski hujan lebat sempat turun di sore itu.Seminggu sebelum hari H, seluruh tiket sold out. Selain kehadiran, yang terutama adalah dukungan dan memberikan kesempatan kepada adik-adik binaan SA Grogol mempersembahkan talenta mereka. Mereka benar-benar juara!

Iklan
%d blogger menyukai ini: