Category Archives: Bahasa Indonesia

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (31 Mei 2017)

No Tobacco Day 1

Asbak rokok dengan bunga segar menjadi simbol umum untuk Hari Tanpa Tembakau Sedunia

 

Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 31 Mei sejak tahun 1987. Tujuannya adalah untuk mendorong berpantang segala bentuk konsumsi tembakau dalam kurun 24 jam di seluruh penjuru dunia. Hari itu juga ditujukan untuk menarik perhatian terhadap menyebarnya penggunaan tembakau dan efek negatifnya. Merokok mengakibatkan kematian hingga 6 juta jiwa per tahunnya, termasuk di dalamnya 600,000 jiwa perokok pasif akibat turut menghirup asap rokok dan bahan-bahan kimia di dalamnya.

Untuk tahun ini, tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia adalah “Tembakau – Ancaman terhadap Pertumbuhan”. Salah satu hal yang ingin diangkat oleh tema ini adalah menunjukkan adanya ancaman oleh industri tembakau terhadap perkembangan negara, termasuk kesehatan dan kesejahteraan ekonomi warga negaranya. Dalam hal ini kami tertarik melihatnya dalam sudut pandang kepentingan anak.

Dalam sebuah keluarga yang anggota dewasanya merokok, setidaknya sang anak terancam dalam tiga hal. Yang pertama, dia menjadi perokok pasif sejak dini. Jika sang ayah/ibu merokok di luar rumah pun, asap rokok, bahan kimia, dan tar nikotin yang menempel pada baju dan barang-barang yang dipakai tetap menjadi ancaman kesehatan dan pertumbuhan bagi anak. Kedua, orang tua yang merokok menjadi teladan buruk bagi sang anak hingga dia cenderung akan menjadi perokok aktif nantinya. Ketiga, uang yang seharusnya bisa dipergunakan untuk kepentingan rumah tangga dan anak menjadi potensi yang terbuang demi rokok.

Sesuai dengan tema Sahabat Anak tahun ini, “Keluargaku Pelindungku”, kami ingin kembali mengajak Sahabat menjadi pelindung bagi anak-anak. Jika sahabat seorang perokok aktif, mari coba berpantang rokok seharian sambil mempertimbangkan bahayanya bagi anak di sekitar Anda. Jika Sahabat bukan perokok, mari terus mempertahankannya, dan tolong terus bagikan kepada orang lain bahayanya bagi anak.

No Tobacco Day 2

-Gracia M.B.-

Hari Buku Anak Sedunia

Di tanggal 2 April lalu kita memperingati hari yang dekat di hati bagi pemerhati anak sekaligus pencinta buku. Tanggal tersebut dipilih untuk menghargai hari lahirnya Hans Christian Andersen, sastrawan Denmark yang terkenal dengan dongeng-dongengnya seperti Putri Duyung, Itik Buruk Rupa dan Serdadu Timah yang terkenal di berbagai penjuru dunia. Selain buku karangannya, apakah sahabat punya buku anak yang dulu sangat berkesan hingga sekarang ingin dibagikan ceritanya kepada anak-anak yang sahabat kenal?

Saya masih ingat buku pertama yang dihadiahkan ibu saya, karangan Annie M.G. Schmidt berjudul Jip en Janneke, atau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia Tono dan Tini. Ceritanya tentang dua orang anak laki-laki dan perempuan yang bersahabat dan bertualang bersama di sekitar rumah mereka. Kumpulan ceritanya lucu dan menarik, serta bahasanya sangat sederhana sehingga anak kelas 1 SD pun bisa menikmatinya, baik dibacakan orang tua maupun dibaca sendiri.

Keponakan saya sendiri suka buku ensiklopedia anak yang penuh gambar. Agak di luar perkiraan saya sebenarnya, karena saya kira yang dia suka justru cerita dongeng. 🙂 Ternyata alasannya adalah karena ada bagian di buku itu yang menjelaskan tentang ambulans dan suster, yang untuk saat ini adalah cita-citanya ketika besar nanti.

Selagi anak belajar membaca, buku juga membantu mereka berimajinasi, serta membuka wawasan mereka akan hal-hal di luar lingkup diri mereka sendiri, keluarga dan sekolah. Buku anak yang baik juga dapat memupuk kecintaan membaca anak hingga nanti, dan dibantu dengan diskusi bersama orang dewasa dapat menumbuhkan empati dan pikiran yang kritis.

Jadi, buku anak apa yang ingin sahabat rekomendasikan kepada anak-anak di sekitar kita? Silahkan bagikan di komen di bawah. Jangan lupa, luangkan waktu sahabat di hari ini untuk membaca buku bersama mereka. 🙂

 

-Gracia M. B.-

Hari Guru Nasional 2016

selamat-hari-guru

Tahukah Sahabat bahwa Hari Guru di Indonesia sama usianya dengan Hari Guru Internasional?

Hari Guru Internasional (World Teacher’s Day) ditetapkan pada tanggal 5 Oktober 1994 oleh UNESCO untuk merayakan para pendidik di seluruh dunia. Sebulan kemudian di tahun yang sama, bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Keputusan Presiden menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru.

Berikut adalah kata-kata mutiara untuk menghargai jasa guru yang telah membentuk pikiran dan hidup kita.

“Jika kamu berencana untuk setahun ke depan, tanamlah padi; jika berencana untuk sepuluh tahun, tanamlah pohon; jika untuk seumur hidup, didiklah orang-orang” ― Peribahasa Cina

“Mereka yang tahu, melakukan. Mereka yang mengerti, mengajar.” ― Aristoteles

“Guru yang baik itu ibarat lilin – membakar dirinya sendiri demi menerangi jalan orang lain.” ― Mustafa Kemal Atatürk

“Satu anak, satu guru, satu buku, satu pena dapat mengubah dunia” ― Malala Yousafzai

“Didiklah anak-anak agar nantinya orang dewasa tidak perlu dididik.” ― Abraham Lincoln

“Bagikan ilmumu. Itulah cara mencapai keabadian.” ― Dalai Lama XIV

“Guru yang biasa memberi tahu. Guru yang baik memberi penjelasan. Guru yang ulung menunjukkan. Guru yang hebat mengobarkan hati.” ― William Arthur Ward

Terima kasih kami kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Selamat Hari Guru Nasional!

Membaca Sekarang, Membangun Masa Depan

Tahukah Sahabat bahwa tanggal 8 September lalu adalah Hari Aksara Internasional? Bermula dari konferensi yang diadakan di Teheran, Iran, pada tahun 1965, UNESCO menetapkan hari tersebut sebagai International Literacy Day atau di Indonesia disebut sebagai Hari Aksara Internasional (HAI).

Di Indonesia sendiri, puncak perayaannya akan diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di kota Palu pada tanggal 20 Oktober 2016 dengan tema “Penguatan Literasi dan Vokasi dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan”. Tema ini disesuaikan dengan tema global UNESCO, yaitu “Reading the Past, Writing the Future” atau “Membaca Masa Lalu, Menulis Masa Depan”. Pesan dari tema ini menekankan bahwa keaksaraan bukan cuma prioritas pendidikan, tapi juga investasi yang sangat penting bagi masa depan berkesinambungan.

Saat ini di Indonesia masih ada 11 propinsi yang tergolong tinggi jumlah penduduk tuna aksaranya. Berbagai laporan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat tuna aksara suatu daerah dengan tingginya angka kemiskinan di tempat itu. Ini tentunya menjadi tugas bagi pemerintah dan masyarakat. Dan sebagai generasi penerus, tidak mengherankan kalau anak-anak masih menjadi fokus utama kampanye keaksaraan.

013-rumah-belajar-sahabat.jpg

Lalu, apa pentingnya pemberantasan tuna aksara bagi anak? Karena dengan satu hal ini saja sudah ada 3 dari 10 Hak Anak yang bisa terpenuhi: Hak untuk mendapatkan PENDIDIKAN, hak untuk mendapatkan KESAMAAN, dan hak untuk memiliki PERAN dalam PEMBANGUNAN. Itu sebabnya pendidikan dasar Calistung (membaca, menulis, berhitung) masih menjadi program andalan di kelas-kelas Bimbel Sahabat Anak. Dalam kelas ini, para volunter masih tetap menemukan adanya anak-anak marjinal yang walaupun sudah bersekolah secara formal masih tetap kesulitan dalam Calistung, sehingga menyurutkan minat belajar mereka secara keseluruhan.

Untuk meningkatkan keaksaraan anak-anak marjinal, Sahabat dapat membantu secara langsung menjadi tenaga pengajar di Bimbel SA terdekat, seperti Grogol, Cijantung, Gambir, Manggarai, Tanah Abang, dan Kota Tua. Jika bukan berlokasi di Jakarta, Sahabat juga bisa membantu rumah belajar di area masing-masing, atau bahkan menyumbangkan buku untuk taman baca anak.

Rumah Karya

Selama satu dekade ini sudah ada peningkatan dalam program penuntasan tuna aksara di Indonesia. Jika pada tahun 2005, penduduk tuna aksara mencapai 9,55% atau sekitar 14,89 juta orang, maka pada tahun 2014  telah turun menjadi 3,7% atau sekitar 5,9 juta orang. Hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil melampaui target Deklarasi Dakkar tentang Pendidikan Untuk Semua (PUS), yaitu pada akhir tahun 2015 dapat menurunkan lebih dari separuh penduduk tuna aksara. Tentunya kabar baik ini dapat memacu kita mencapai angka yang lebih rendah di dekade depan, agar masa depan anak semakin cerah. 🙂

“Literacy is bridge from misery to hope”
Kofi Annan, Mantan Sekretaris Jenderal PBB

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

On Saturday, August 20th, Sahabat Anak joined Bromo Marathon 2016‘s runner briefing held by Indokasih in Gandaria 8, South Jakarta. Along with Sahabat Anak were also representatives from three other organizations: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia and Wahana Visi Indonesia. The purpose of this gathering is to introduce runners/fundraisers with the organizations they represent in Bromo Marathon later on September 4th, so they can understand more deeply the background of the fundraising.

IMG_1594[1]

Indokasih has run digital charity/fundraising for two years now. They are not doing their own fundraising conventionally, but joining events held by others. 2016 will be the first year Indokasih officially collaborate with Bromo Marathon event organizer, although in previous years they have participated in races like Bali and Jakarta Marathon, as well as NusantaRun. How is the fundraising done? Runners, through Indokasih website, announce their donation target and the race/event they join. The amount of funds collected can continue to be monitored online. The bottom line is, they do all the running and sweating, with prior rigorous training for months, taking care and paying for their own transport and accommodation and all we have to do is click to donate. 🙂

Previous Run

Why these 4 organizations in this fundraising event? The main reason is these four are concerned and engaged in education.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa is a free education foundation in Bintaro for the drop-out children from their school with fostering program. Runners who raise donations for YPAB wish for children graduated from Kejar Paket C (non-formal education equal to high school level) to be able to continue to higher education level.
  • Care4Kids Indonesia runs a School Development Program to assist on school’s recovery by focusing on teacher’s quality, also school’s infrastructure and facilities. Runners who represent them will help Teruna Persada High School that most of its students are high achievers in sports but lacking in education.
  • Wahana Visi Indonesia through their runners are raising donations to build an early education center in Samalantan village, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, in line with our program this year, Gizi Untuk Prestasi (Nutrition for Achievement), will use the donation to increase awareness on child nutrition. Right after Bromo Marathon, the volunteers/runners will take part in SA roadshow in Malang to distribute lunch boxes and drinking bottles for children there and join other activities in the event that involve the parents.

 Below are links to Sahabat Anak runners, please check and share their profile:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

You can check here for the full list.

Are any of you or your friend joining this year’s Bromo Marathon? Or maybe some of you are actually the runners representing Sahabat Anak? Let us know in comment below, and see you in Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

 

Road to Bromo Marathon 2016!

Indokasih_SA

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 di Gandaria 8, Jakarta Selatan, Sahabat Anak mengikuti runner briefing Bromo Marathon 2016 dari Indokasih. Selain Sahabat Anak, datang juga beberapa perwakilan dari 3 organisasi lainnya: Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), Care4Kids Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia. Inti dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan para pelari penggalang dana dengan yayasan/organisasi yang diwakilinya di Bromo Marathon pada 4 September 2016 nanti, agar mereka makin menghayati penggalangan dana ini.

IMG_1594[1]

Indokasih sudah 2 tahun menjalankan digital charity/fundraising. Dalam hal ini Indokasih tidak mengadakan acara penggalangan dananya sendiri secara konvensional, namun bergabung dengan acara yang digelar pihak lain. Tahun 2016 sendiri merupakan awal keterlibatan resmi Indokasih di Bromo Marathon yang berkolaborasi dengan penyelenggara acaranya, sedangkan di tahun-tahun  sebelumnya mereka terlibat di acara race seperti Bali dan Jakarta Marathon, serta NusantaRun. Caranya adalah para pelari, melalui website Indokasih, mengumumkan target pengumpulan dana dan race yang diikutinya. Jumlah dana yang terkumpul bisa terus dipantau secara online di website. Intinya, mereka yang capek berlari, persiapan berbulan-bulan, mengurus dan membiayai sendiri transpor serta akomodasi mereka, kita hanya tinggal klik untuk menyumbang. 🙂

Previous Run.png

Mengapa sekarang 4 yayasan ini yang dirangkul dalam fundraising? Alasan utamanya karena keempat yayasan ini bergerak di bidang pendidikan.

  • Yayasan Pemimpin Anak Bangsa merupakan yayasan pendidikan gratis di Bintaro bagi anak-anak putus sekolah dengan program kakak asuh. Para runner yang menggalang dana bagi YPAB ingin agar anak-anak lulusan Kelas Kesetaraan Kejar Paket C bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas.
  • Care4Kids Indonesia menjalankan School Development Program yang mendampingi pemulihan sekolah di Jakarta, berfokus pada kualitas guru, manajemen dan infrastruktur/fasilitas sekolah. Para runner yang mewakili mereka akan berusaha membantu sekolah Teruna Persada yang sebagian besar siswanya berprestasi tinggi di bidang olahraga, namun kurang dalam pendidikan.
  • Wahana Visi Indonesia melalui para runner-nya berusaha menggalang dana untuk membangun PAUD di desa Samalantan, Kalimantan Barat.
  • Sahabat Anak, tentunya sesuai dengan program kami tahun ini, Gizi Untuk Prestasi, akan menggunakan dana yang terkumpul untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi anak. Langsung setelah Bromo Marathon, para volunter/runner akan bergabung di acara roadshow SA di Malang untuk membagikan paket kotak makan dan bekal minum bagi anak dan acara-acara lainnya yang melibatkan orang tua.

Berikut link pelari untuk Sahabat Anak, silahkan di-cek dan sebarkan profil mereka:

  1. Qodar Muntaha
  2. Danny Saputra
  3. Katie Butler
  4. Ginanjar Tartowihardjo
  5. Nicky Kusuma E
  6. Lianita Farah Rosalina
  7. Ana Handayana
  8. Hanna Tresya
  9. Maria Leodora
  10. Fakhri Yudha

Untuk list lengkapnya silahkan cek di sini.

Apakah di antara Sahabat atau kenalannya ada yang ikut Bromo Marathon tahun ini? Atau mungkin Sahabat adalah salah satu runner yang mewakili Sahabat Anak? Jangan lupa komen di bawah ya, dan sampai jumpa di Bromo Marathon! 🙂

from Dora

 

71 Tahun Indonesia Merdeka, Mari Berbagi

Hai, Sahabat. Kembali kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun ini. Tanpa terasa, setahun sudah berlalu sejak blog entry terakhir kami mengenai kemerdekaan – 70 Tahun (Anak) Indonesia Merdeka?, yang mengangkat pertanyaan retorik apakah dalam kemerdekaan ke-70 RI, anak-anak Indonesia juga sudah turut mengecap kemerdekaan mereka.

Pertanyaan tahun lalu masih bisa kita tanyakan juga di tahun ini. 71 tahun Indonesia merdeka, apakah anak Indonesia sudah merdeka dari penelantaran dan kekerasan? Hampir separuh anak usia 7 – 17 tahun putus sekolah. Masih ada anak-anak usia 10 – 17 tahun yang bekerja (child labour). Angka kematian bayi dan balita masih jauh dari target MDG (Millenium Development Goals) – yakni 34 kematian bayi dan 44 kematian balita per 1.000 kelahiran. Belum lagi anak korban trafficking, malnutrisi, tidak memiliki identitas (akta lahir), dan data-data memilukan lainnya.

Ada satu kalimat yang mengatakan bahwa butuh warga sekampung untuk membesarkan seorang anak. Sangat bisa diterima jika status kalimat itu dinaikkan, menjadi “Butuh satu bangsa untuk membesarkan anak-anak.” Dalam usaha kami sebagai bagian dari bangsa, Sahabat Anak tahun ini mengerjakannya dengan program “Gizi Untuk Prestasi”. Kegiatan program ini tidak bisa berjalan baik tanpa peran serta berbagai komunitas dan unsur masyarakat serta keluarga.

Beberapa hal yang telah dijalankan tahun ini adalah Roadshow keliling Jawa dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, bekerja sama dengan Fitbar Donor Kalori. Setelah Fitbar, saat ini kami sedang bekerja sama dengan Berbagi.com dan Indokasih untuk terus menggencarkan Program Gizi tahun ini.

Kami berusaha menyatakan kemerdekaan ini dengan berbagi, mengerjakan apa yang kami bisa dengan apa yang kami punya. Maukah Sahabat melakukan hal yang sama? 🙂

Dirgahayu Indonesia, dirgahayukan juga anak-anak kita!

Laporan Program “Tas Untuk Sahabat” 2015

Bag for Malunda

 

Sahabat,

Receiving Children

Program “Tas untuk Sahabat” yang telah dilaksanakan sejak Maret 2015 dan diakhiri per Oktober 2015 lalu telah berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang ikut berpartisipasi. Donasi 100 ribu untuk 1 tas dari Anda telah disampaikan kepada anak-anak mitra Sahabat Anak yang menjadi target penerima – baik di area Jakarta dan sekitarnya, serta anak-anak di area terpencil nusantara.

Bags being transported

Penyaluran dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari sahabat yang sengaja traveling ke daerah yang kebetulan berdekatan dengan area tempat anak-anak tinggal, atau ada sahabat yang sedang dikirim bertugas ke sana. Bahkan ada yang dikirimkan lewat jalur laut dan bus. Semua ini sulit terlaksana tanpa kerja sama kita semua. Sekali lagi terima kasih.

Program Tas untuk Sahabat ini menjadi program ke-2 Sahabat Anak yang jangkauannya adalah area terpencil. Program Kutu Buku yang dianggap sukses tahun 2014 sebelumnya menjadi acuan kami untuk kembali melakukan program dengan karakteristik serupa, hanya bentuk yang diberikan berbeda. Dengan tujuan mendukung pendidikan maka buku dan tas menjadi pilihan. Berharap dengan adanya pemberian ini, kian memotivasi anak-anak giat belajar, menambah pengetahuan melalui buku dan dengan semangat pergi ke sekolah, membawa buku-buku tersebut di dalam tas sederhana tapi sarat makna.

IMG_1159

Total ada 725 tas dikirimkan ke 8 area terpencil: mulai dari Aceh, Mentawai, Kalimantan, Sulawesi, Lombok,  dan Jawa Timur. Selain itu, pada akhir 2015 ada penyaluran 200 tas untuk 5 area mitra Sahabat Anak.

Klender Partner

Kiranya pemberian sederhana ini boleh menjadi awal yang baik untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan teman-teman yang juga menjalankan misi yang sama dengan Sahabat Anak di area terpencil nan jauh di sana. Dan kiranya anak-anak penerima bantuan bisa merasakan dukungan dari sahabat yang telah terlibat untuk mendukung program ini.

Adik2 di Malunda 2

Berikut adalah laporan lengkap area penerima Tas untuk Sahabat.

March – October 2015

Mar-Oct 15

December 2015 – January 2016

Dec-Jan 16

Salam Sahabat,

Simsim Hasibuan

Alat tulis di Malunda

%d blogger menyukai ini: