Monthly Archives: Juni 2012

Mari Bernyanyi: Mars Jambore Sahabat Anak

Masih dalam rangka menjelang Jambore Sahabat Anak ke-16, kali ini kita mengajak sahabat semua untuk menyanyikan Mars Jambore Sahabat Anak yang diciptakan pada tahun 1999. Walaupun ada revisi lirik dari versi aslinya – disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi saat ini – tapi spirit dan pesan utama dari lagu ini tidak berubah.

Bertempo ceria dengan lirik yang sederhana, kami berharap nyanyian ini juga dapat menghibur dan membawa pesan positif bagi yang mendengar dan menyanyikan. Mari kita latihan bersama!

 

Lirik dan Notasi Mars JSA

Kami anak Indonesia

Berkumpul di hari ini

B’lajar bermain dan berkarya

Kerjasama saling mengasihi

 

Jambore Sahabat Anak

Acara kita semua

Jambore Sahabat Anak

Harapan bagi anak bangsa

 

Anak Indonesia

Sehat cerdas gembira

Kini kami sadari

Kami pun punya citra diri

 

Do = C 4/4     Tempo di Marcia

Lagu: Martin Lampanguli

Lirik: Linayati Tjindra

Tahun 1999

Mars Jambore Sahabat Anak

Menjelang Jambore Sahabat Anak ke-16

Tak terasa Jambore Sahabat Anak (JSA) yang akan diadakan ke-16 kalinya sudah dekat. Persiapan kurang lebih 5 bulan untuk acara dalam rangka Hari Anak Nasional 23 Juli ini sudah hampir selesai. Panitia dan tim kerja pun mulai mengadakan rapat secara lebih rutin untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.

Suasana briefing pendamping JSA XVI hari pertama

Kerja sama tim, kerja keras serta komitmen memang dibutuhkan dalam menjalankan panitia yang besar seperti di JSA. Tak mungkin rasanya para relawan ini mau meluangkan waktu di luar kegiatan kuliah, kantor dan aktivitas lain kalau mereka tidak melihat ke tujuan besarnya: menjadi sahabat bagi anak jalanan dan anak marjinal. Jambore SA diadakan bukan untuk ajang unjuk gigi tapi berbagi keceriaan, berbagi kasih dan menunjukkan kepada anak-anak yang biasanya tak dianggap ini bahwa mereka berharga dan mereka punya banyak sahabat yang peduli. Read the rest of this entry

Bukan Voluntir Biasa

Salah satu momen rapat bersama Candice

Persahabatan biasanya terbentuk setelah bertahun-tahun dan teruji setelah melalui banyak peristiwa bersama. Tapi siapa sangka hanya dalam waktu 7 (tujuh) bulan dapat terjalin persahabatan yang indah dan akan selalu terkenang di hati.

Saat pertama mendengar bahwa akan ada voluntir dari Australia yang akan bekerja full time di sekretariat Sahabat Anak, beragam reaksi muncul. Banyak yang senang tapi banyak juga yang cemas karena kendala bahasa. Kami tahu bahwa nantinya bukan hanya si voluntir yang harus menyesuaikan diri tapi kami pun juga harus bisa mengerti perbedaan bahasa, budaya dan kebiasaan.

Candice Kitingan datang untuk membantu dan mendukung Divisi Humas Sahabat Anak. Dia merupakan salah satu relawan dari Australian Volunteers International (AVI)  yang bersama suaminya, bekerja penuh waktu di organisasi lokal. Secara khusus Candice membantu pengerjaan website dan media online SA, membantu tim Newsletter, menjadi editor artikel bahasa Inggris dan mentor untuk pengembangan bahasa Inggris staf dan adik binaan di SA. Candice juga sangat membantu komunikasi dengan tamu atau donatur asing yang berkunjung dan ingin bekerja sama.

Candice termasuk orang yang cepat belajar dan cepat beradaptasi sehingga ia tidak kesulitan untuk sedikit demi sedikit memahami prinsip dan natur organisasi Sahabat Anak. Jadi saat ia harus memperkenalkan SA kepada orang lain, kami percaya dia sudah mengerti betul apa yang akan ia katakan.

Presentasi Website baru Sahabat Anak

Divisi Humas terutama sangat tertolong melalui kehadirannya di tim website, di mana Candice berperan besar atas terwujudnya rencana untuk merubah tampilan dan desain website lama kami (www.sahabatanak.com). Candice dan AVI telah memberikan dukungan daya dan juga finansial bagi pengerjaan website baru SA (www.sahabatanak.org). Karena itu tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa website SA menjadi salah satu “peninggalan” Candice di organisasi ini. Selain website, Candice juga berinisiatif untuk membuka Blog Sahabat Anak dengan tujuan menambah media komunikasi antara anak binaan dan voluntir SA dengan publik serta menambah wawasan publik melalui artikel opini mengenai isu-isu anak yang tengah dihadapi.

Kepribadiannya yang ramah, bicara apa adanya dan humoris membuat Candice juga banyak disukai oleh adik-adik binaan yang dia temui. Meskipun sempat keheranan banyak yang memanggilnya “mister” tapi dia tidak takut untuk berada di sekitar anak-anak tsb dan berbaur dengan mereka.

Walaupun di awal ada beberapa kendala bahasa tapi keinginan untuk saling mengerti dan komunikasi yang baik mendorong staf, voluntir dan adik-adik binaan untuk berbahasa Inggris dan juga sebaliknya. Begitu banyak hal yang saya pribadi pelajari dari Candice dan saya yakin begitu juga dengan staf, tim Humas, adik-adik PKA serta semua yang mungkin berkesempatan mengenal dia. Waktu 7 bulan terasa berlalu begitu cepat dan perjalanan Candice di Sahabat Anak harus terhenti. Banyak pengalaman baik maupun kurang baik yang mungkin dialaminya selama di SA tapi kami berharap dia terus menjadi agen perubahan di manapun akhirnya dia pergi dan berkarya. Terutama agar semangat persahabatan itu terus terjaga dan tidak lekang waktu.

Terima kasih atas pelayananmu sahabat, sampai nanti kita berjumpa lagi!

Hari terakhir Candice bekerja di sekretariat

Instilling Morals through Children’s Songs

For the last few months, at the end of each class at SA Prumpung, you can hear the voices of the children and volunteers singing together. The song, of course, has special actions and moves to go with it! It has been Kak Maria’s daily task to teach kindergarten and sing songs with them. We decided this at the beginning of the year and she has also been assigned to be the principal of the Study House at SA Prumpung.

We came up with this idea to have singing sessions with the children because many of us have realised that children are rarely singing the songs that are meant for them. Television and radio rarely play children songs and commonly many pop songs have very adult themes. Pop songs are frequently about love, broken hearts, hopelessness or partying. The children will frequently sing the songs as if they understand what the song is about. When they sing these songs we can see from their faces and their voices that they like to imitate the song exactly. This made us aware and concerned that the children might have the wrong understanding about the songs. So we decided to start introducing songs that have child appropriate themes, a good message and songs which are appropriate for their ages. At least 15 minutes before we send the children home after each class we will sing and dance together.

Just a few years ago there were actually lots of songs for children, created by former teachers and even by singers. But all of a sudden, these songs disappeared and were replaced by adult songs.

Through the songs we choose we hope the children will learn from the lyrics of the song. They can imagine the train station and how important it is to line up and have a well regulated station. They can learn to love their country, and know which village their parents came from. We also sing songs about being obedient and about how important it is to be clean and to keep the neighborhood clean. Every Tuesday and Friday it is not only the little children who are waiting for this singing session, we are all waiting for this session. Both the volunteers and the children love singing the fun songs together!

We enjoy seeing the expressions on their faces when they sing the songs with the volunteers. It is also always exciting to see the children write down the lyrics of the song before they go home so they can practice or sing the song again with their family.

There are a lot of thing that we can do to educate children. We can help them return to formal school, introduce them to and teach them about morals through religion, build up their creativity and imagination through books and being expressive through singing songs. We start with very small actions and know that there is huge potential for the future. That is what Sahabat Anak is trying to do throughout all activities and programs in each tutorial area. By one small step at a time, together we can achieve great things. .

Let us invite, introduce and teach Indonesian Children quality children’s songs. (SM)
Here are some lyrics that we often sing in Prumpung

Di Stasiun
Di stasiun di stasiun
Sungguh ramai sekali
Hiruk pikuk semua sibuk
Di sepanjang peron

Ada yang berpergian
Ada yang menjemput
Ada pula yang mengantar
Di stasiun


In the train station
So crowded, lots of people
Everybody is busy in the train carriages
There are people going
There are people coming to pick up their family
Or to take their family somewhere…

Children from Kota Tua singing together at Sahabat Anak Day in February:

A Documentary on the Plight of Jakarta’s Street Children

In 2010, Al Jazeera filmed a documentary on the issues, dangers and lives of street children and their families living in Jakarta.

Aris Merdeka Sirait from the National Commission for Child Protection said that;

It is the Government and society’s responsibility, not to look at them [street children] as criminals, but to look at them as victims. Victims of dysfunctional families and of rampant poverty.

Together Jakarta’s community needs to continue working together for the good of the people. Street children do not deserve to be treated as delinquents and social misfits, they are victims of the life they have been born into.

Sahabat Anak continues to provide free education to street children in an attempt to break the poverty cycle and help them aim for a better life away from the streets.

Please take the time to watch this video and to learn more about the problems  facing Jakarta’s urban poor.

The Complexity of Prumpung

Prumpung is an area in Jakarta which has complex problems. It is a very dense and crowded area with a rather unique society. The residents usually work as sculptors at Merak Port, buskers near the traffic lights, laundry service or by selling fried snacks on the street. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: