Monthly Archives: Februari 2014

Five star lessons for street children

1390980538909 1

Mid-afternoon between the busy meal times of lunch and dinner, six children from Sahabat Anak’s Children’s Activity Center (PKA) are touring the industrial sized kitchens that service the needs of the Sari Pan Pacific Hotel in Sarinah, Central Jakarta.

Sous chef, Bagus, is their primary escort explaining as they go the various pieces of equipment. There are different work areas —large area for washing pots and pans with industrial dishwashers— a refrigerated room where staff prepare food, chopping potatoes, slicing onions and meats, making massive bowls of sauces— is a cool area for storing fruit and vegetables and a cold room for meats.

The kitchen is segregated in to different work areas for cooking also – an a la carte work table and a Chinese preparation area. Orchids in vases and fruit displays are lined up ready for table placements at the evening meal sitting.  The kitchen is a wash of stainless steel and a hive of activity.

The children have a lesson on making siomay which they have to help cook. Flour, salt, shallots, mixed herbs, minced meat, water, spring roll pastry, boiled egg and tofu are ingredients used. When cooked they are presented on a round banana leaf in the centre of a white plate and drizzled with chilli sauce, sweet soy sauce and lime juice.

Once savoury lessons are over, it is time to move to another kitchen area which is specifically for sweets. Cakes, fresh bread and pastries are all made under the supervision of Chef Phillipe. Some of the children have a lesson in piping buttercream icing onto cupcakes while the others mould marzipan into cake decorations.

Hospitality is an industry that many Indonesians work in both at home and abroard. Cruise ships around the world have jobs such as cabin stewards; wait staff; food and beverage managers in which many Indonesians work. At home there are classy hotels and everyday restaurants that also boast talented Indonesian staff. Whether it is the kitchen hand who washes the dishes or the head pastry chef, there are good jobs and careers out there for Indonesia’s next generation.

Sari Pan Pacific’s CSR activity of inviting the children to see and be part of it for an afternoon can open new views to a future these children never knew existed.  The class that attended now has a writing activity based on what they saw and experienced that afternoon. The inspiration of writing, seeing and being will embed a layer of awareness and hope for them. It is far removed from the environment they exist in in their daily lives but it is not out of reach.

Iklan

Belajar memasak di dapur hotel bintang lima

1390980538909 1

Siang itu, enam orang adik dari Pusat Kegiatan Anak (PKA) mengunjungi dapur yang luas Hotel Sari Pan Pacific di Sarinah, Jakarta Pusat. Bagus, adalah salah satu koki di hotel tersebut, ia menemani adik-adik selama kunjungan dan menerangkan berbagai perlengkapan dan peralatan dapur.

Secara garis besar dapur di Hotel Sari Pan Pacific dapat dibagi menjadi tiga ruangan: ruang untuk mencuci piring, lengkap dengan mesin pencuci piringnya, ruang dimana para koki dan staf menyiapkan makanan, seperti mengupas kentang, bawang dan mengiris daging serta ruangan yang berpendingin temperature, digunakan untuk menyimpan makanan seperti buah, sayuran , dan juga daging. Ruangan di dapur juga dibagi sesuai dengan jenis dan kegiatan memasaknya. Terdapat meja dapur untuk jenis menu a la carte dan ruang dapur untuk menyiapkan masakan Cina. Hiasan buah-buahan dan  bunga di vas siap untuk ditempatkan di meja-meja makan. Suasana di dapur pada siang itu sangatlah sibuk

Di dapur tersebut, adik-adik belajar dan membantu para koki untuk membuat siomay dan pangsit, dengan menggunakan bahan-bahan seperti tepung terigu, garam, rempah-rempah, daging cincang, telur, tahu dan bahan-bahan lainnya. Ketika sesudah selesai dimasak, hidangan disajikan di daun pisang yang beralaskan piring dengan ditambahkan saus sambal, kecap, dan jeruk nipis. Setelah belajar memasak, adik-adik kemudian berpindah dapur untuk belajar membuat kue dan cake. Kue-kuean ini dibuat adik-adik dibawah pengawasan koki Philipe, dalam pelajaran membuat kue inilah, adik-adik membagi tugas antara mengoleskan krim mentega ke kue mangkok dan menghias dekorasi kue.

Banyak orang Indonesia yang berkerja di bidang perhotelan baik di dalam dan di luar negeri. Kapal pesiar diseluruh dunia banyak memiliki pegawai asal Indonesia yang berkerja sebagai pengurus kabin, staf, serta  manajer urusan makanan dan minuman. Di dalam negeri Indonesia sendiri, banyak hotel-hotel dan restoran berkelas yang membanggakan kemampuan pegawai-pegawai dari Indonesia. Apakah itu staf yang bertugas mencuci piring atau koki kepala, faktanya adalah banyak kesempatan karir yang terbuka lebar di bidang perhotelan bagi generasi masa depan Indonesia.

Kegiatan CSR dari Hotel Sari Pan Pacific yang mengundang adik-adik terlibat dalam kegiatan di dapur pada siang hari itu, membuka mata adik-adik untuk melihat dunia nyata dan masa depan yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya. Dengan adanya kegiatan menulis di PKA, kunjungan adik-adik ke dapur hotel berbintang tersebut akan tertanam dan menumbuhkan kesadaran dan harapan atas masa depan yang lebih baik bagi mereka. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak akan pernah meraka alami di lingkungan anak jalanan.

Batik skills progress

The 40-week batik program we ran with partners, Batik Semar and the Textile Museum, in West Jakarta finished in November, 2013. Despite some concerns about interest levels waning throughout the program, the course proved to be a success.  A solid attendance record and plenty of applied interest from the street and marginalized children who attend concreted this success.

The second phase of this program started last November and is due for completion in March, this year. There are 23 children attending the course now, the same numbers that started in the initial phase.

DSC02378

This phase of the training focuses on using larger pieces of material which means more repetitive patterns and alternate dyes such as vegetable dyes. It requires intense concentration and focus when canting, not to mention a very steady hand.

The children attend each Sunday between 9am – 3pm. In the mix, which is mostly girls, there are three boys who attend. As the heated wax steams and scents the air, a cool cross breeze from the open plan room wafts as they all work in silence, concentrating hard. The next level of this program, due to start in March, focuses on designs.

At each session one of the children is responsible for bringing a morning snack to share with everyone.

Children from backgrounds and environments that have inadequate nutrition will struggle with the dedication and concentration required from such a fine art. These children are supplied with a nutritious lunch each day and have access to regular health checks through Sahabat Anak’s health program.

Periode Kedua Kelas Batik

Bersama dengan Batik Semar, dan Museum Tekstil Jakarta Barat, Sahabat Anak (SA) telah mengakhiri periode pertama program Batik yang diadakan bagi adik-adik binaan pada November 2013 lalu. Meskipun pada awalnya ada kekuatiran akan gagalnya program ini, namun pada akhirnya program ini bisa berjalan dengan baik.

Periode kedua kelas batik langsung dilanjutkan pada bulan itu dan dijadwalkan selesai pada bulan Maret, tahun ini (2014). Ada 23 adik mengikuti kelas ini, jumlah tersebut konsisten sejak kelas pertama dimulai.

DSC02378

Pada tahap ini, pelatihan difokuskan pada penggunaan potongan-potongan kain yang lebih besar dan menggunakan pewarna alternatif seperti pewarna dari tumbuhan. Hal ini membutuhkan konsentrasi penuh dan fokus saat menggunakan canting, gerakan tangan pun harus stabil.

Adik-adik menghadiri kelas batik setiap hari Minggu pada pukul. 09:00-15:00 WIB. Para murid sebagian besar perempuan, ada 3 adik laki-laki yang hadir. Lilin yang dipanaskan dan aroma udara, hilir angin dingin dari ruang terbuka berembus ketika mereka semua bekerja dalam diam dan berkonsentrasi keras. Periode selanjutnya dari program ini akan dimulai pada bulan Maret dan akan berfokus pada desain.

Pada setiap sesi, salah satu adik bertanggung jawab untuk membawa makanan ringan untuk pagi hari.

Adik-adik dari latar belakang dan lingkungan yang tidak mendukung akan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tentunya akan sulit berkonsentrasi untuk menghasilkan karya seni yang indah. Oleh karena itu pada program ini adik-adik juga diberikan makan siang bergizi pada setiap pertemuannya dan akses untuk mendapatkan cek kesehatan dari SA.

%d blogger menyukai ini: